info  

[rw14-2293] Apa Khasiat Susu dan daging Kambing?

Syauqi Naji
Tue, 05 Jan 2010 17:31:54 -0800

Susu kambing memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan susu
sapi, ataupun air susu ibu (ASI). Susu kambing memiliki daya cerna yang
tinggi, memiliki tingkat keasaman yang khas, memiliki kapasitas bufer
yang tinggi dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu.

Daging kambing sudah sangat populer bagi masyakarat. Berbagai macam
jenis makanan tradisional diolah dari daging kambing seperti misalnya
sate, sop, gulai, dan kare. Walaupun demikian, seringkali daging kambing
dituding sebagai penyebab darah tinggi dan sakit jantung.

Berikut disajikan nilai nutrisi, kelebihan dan kelemahan susu dan daging
kambing.

Susu kambing banyak direkomendasikan sebagai bahan substitusi bagi bayi,
anak, dan orang dewasa yang alergi terhadap susu sapi ataupun berbagai
jenis makanan lainnya. Pada bayi, alergi terhadap susu sapi (cow milk
allergy) banyak dijumpai, akan tetapi mekanisme terjadinya alergi masih
belum jelas. Bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi jika diberikan
susu sapi terus-menerus akan menyebabkan reaksi pembesaran lamina propia
dan peningkatan permeabilitas molekur makro dan aktivitas elektrogenik
lapisan epitel. Gejala klinis seperti ini akan hilang jika bayi tersebut
diberikan makanan bebas susu sapi. Jadi, potensi susu kambing sebagai
pengganti susu sapi pada bayi ataupun pasien yang alergi terhadap susu
sapi sangatlah besar.

Gejala alergi terhadap protein susu biasanya timbul pada bayi yang
berumur dua sampai empat minggu, dan gejalanya akan semakin jelas pada
saat bayi berumur enam bulan.

Bagian tubuh yang terserang alergi ini adalah saluran pencernaan,
saluran pernapasan, dan kulit. Gejala-gejala yang tampak akibat alergi
terhadap protein susu di antaranya muntah, diare, penyerapan nutrisi
yang kurang sempurna, asma, bronkitis, migren, dan hipersensitif.

Gejala patologis yang terlihat pada bayi yang alergi terhadap susu sapi
di antaranya iritasi usus halus, lambat pertambahan bobot badannya,
volume feces yang berlebihan, dan bau yang khas. Akan tetapi, perlu
diingat bahwa sering kali gejala ini dicampuradukkan dengan gejala tidak
tolerannya seseorang terhadap laktose (lactose intolerance).

Kelebihan susu kambing

Susu kambing dilaporkan telah banyak digunakan sebagai susu pengganti
susu sapi ataupun bahan pembuatan makanan bagi bayi-bayi yang alergi
terhadap susu sapi. Alergi pada saluran pencernakan bayi dilaporkan
dapat berangsur-angsur disembuhkan setelah diberi susu kambing.

Dilaporkan bahwa sekitar 40 persen pasien yang alergi terhadap protein
susu sapi memiliki toleransi yang baik terhadap susu kambing. Pasien
tersebut kemungkinan besar sensitif terhadap lactoglobulin yang
terkandung pada susu bangsa sapi tertentu.

Diduga protein susu (-lactogloglobulin yang paling bertanggung jawab
terhadap kejadian alergi protein susu.

Susu kedelai sering pula digunakan sebagai salah satu alternatif
pengganti susu sapi bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Walaupun
demikian, masih terdapat sekitar 20 persen-50 persen dari bayi-bayi yang
diteliti memperlihatkan gejala tidak toleran terhadap susu kedelai. Oleh
sebab itu, susu kambing bubuk lebih direkomendasikan untuk susu bayi.
Panas yang digunakan selama proses pengolahan susu mengurangi reaksi
alergi. Denaturasi panas merubah struktur dasar protein dengan cara
menurunkan tingkatan alerginya.

Susu kambing mengandung lebih banyak asam lemak berantai pendek dan
sedang (C4:0-C12:0) jika dibandingkan dengan susu sapi. Perbedaan ini
diduga menyebabkan susu kambing lebih mudah dicerna. Ukuran butiran
lemak susu kambing lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi atau
susu lainnya. Sebagai gambaran ukuran butiran lemak susu kambing, sapi,
kerbau, dan domba bertutur-turut adalah: 3,49, 4,55, 5,92, dan 3,30 mm.

Dari hasil penelitian Mack pada tahun 1953 disimpulkan bahwa kelompok
anak yang diberi susu kambing memiliki bobot badan, mineralisasi
kerangka, kepadatan tulang, vitamin A plasma darah, kalsium, tiamin,
riboflavin, niacin, dan konsentrasi hemogloninnya yang lebih tinggi jika
dibandingkan dengan kelompok anak yang diberi susu sapi. Disamping itu,
susu kambing memiliki kapasitas bufer yang lebih baik, sehingga
bermanfaat bagi penderita gangguan pencernaan.

Kandungan folic acid dan Vitamin B12 yang rendah merupakan kelemahan
susu kambing. Selain kelemahan ini, susu kambing dapat dikatakan
merupakan makanan yang sempurna.

Penyakit cardiovascular?

Berdasarkan publikasi yang dilakukan oleh USDA, daging kambing mentah
memiliki kandungan lemak 50 persen-65 persen lebih rendah dibandingkan
dengan daging sapi, akan tetapi kandungan proteinnya hampir sama. Daging
kambing juga memiliki kandungan lemak 42 persen-59 persen lebih rendah
jika dibandingkan dengan daging domba.

Hal yang sama juga dilaporkan untuk daging yang sudah dimasak. Disamping
itu, persentase lemak jenuh daging kambing 40 persen lebih rendah jika
dibandingkan dengan daging ayam (tanpa kulit) dan masing-masing 850
persen, 1.100 persen, dan 900 persen lebih rendah jika dibandingkan
dengan daging sapi, babi, dan domba.

Berdasarkan hasil penelitian Devendra, asam lemak yang terkandung pada
daging kambing sebagian besar (68,5-72,3 persen) terdiri dari lemak
tidak jenuh. Daging kambing mengandung asam lauric, myristic, dan
palmitic yang merupakan asam lemah tidak jenuh yang tergolong kedalam
kelompok nonhypercholesterolemic masing-masing sebanyak 2,0, 2,6, dan
27,6 persen. Disamping itu, daging kambing mengandung asam lemak tidak
jenuh oleic (C:18.1) sebanyak 30,1-37,0 persen, linoleic (C18.2)
sebanyak 13,4 persen, dan linolenic (C:18.3) sebanyak 0,4 persen.

Kandungan kolesterol daging kambing ternyata hampir sama dengan daging
sapi, domba, babi, dan ayam dan lebih rendah jika dibandingkan dengan
beberapa produk susu dan daging ayam olahan dan makanan asal laut.
Daging kambing mengandung kolesterol sebanyak 76 mg persen, sedangkan
untuk daging sapi, ikan dan domba adalah 70 mg persen. Kandungan
kolesterol daging babi dan ayam adalah 60 mg persen.

Tingkatan kolesterol darah kita kurang tergantung pada kolesterol yang
terkandung pada makanan yang kita konsumsi. Kandungan kolesterol dalam
darah lebih banyak tergantung pada jumlah asam lemah jenuh yang kita
konsumsi, terutama rasio antara lemak polysaturated terhadap lemah
jenuh.

Oleh sebab itu, untuk mengontrol tingkat kolesterol darah akan lebih
efektif dilakukan dengan cara mengurangi konsumsi makanan yang
mengandung asam lemak jenuh. Asam lemak polysaturated dan asam lemak
monosaturated berada dalam kondisi tidak terlalu padat suhu ruang,
sehingga tidak jarang kita melihat ada tetesan lemak pada karkas kambing
yang digantung. Pengamatan terhadap tetesan lemak ini dapat digunakan
sebagai salah satu metode sederhana untuk menentukan derajat kejenuhan
lemak.

Hasil penelitian seperti yang telah dijelaskan di atas menunjukkan bahwa
kambing tanpa mempertimbangkan umur, bangsa, dan daerah pemeliharaannya
berperan dalam menyediakan daging berkualitas tinggi dan juga sumber
lemak yang sehat dengan risiko mengonsumsi kolesterol yang minimum.
Disamping itu, daging kambing mengandung lebih banyak zat besi,
potassium, dan tiamin yang berhubungan dengan kandungan garam yang lebih
rendah.

Daging kambing mengandung semua asam amino esensial dan mengandung lebih
rendah kalori. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa susu dan daging
kambing tergolong ke dalam bahan makanan yang bersahabat dan sehat untuk
dikonsumsi, asalkan saja tidak secara berlebihan 

Kunjungi http://rumahsusukambing.blogspot.com