itb  

[ITB] MOLOTOV vs PELURU

Amir Al Amin
Mon, 27 Sep 1999 19:57:38 -0700

Demo yang dikomandani FORKOT dan FORBES, pasti sengaja/ tidak sengaja
bentrok dengan aparat. Mereka tampaknya sudah bersiap untuk berperang dengan
aparat. Lihat saja balok kayu, tongkat-tongkat panjang yang digunakan  untuk
memukul blokade aparat. Bahkan akhir-akhir ini bom molotovpun sudah
dipersiapkan. 

Yang menjadi perhatian saya, kenapa mahasiswa sudah meniru cara-cara militer
untuk memperjuangkan sikapnya? Apa bedanya molotov dan peluru aparat toh
kedua-duanya bisa mengakibatkan kematian. Pada saat kayu-kayu digebukan ke
aparat, atau molotov dilemparkan ke tengah prajurit, bedakah dengan
pentungan-pentungan  yang dipukulkan atau peluru yang ditembakkan ke
mahasiswa. Kedua jelas ingin melukai lawanya, nafsu menyerang, membunuh
tergambar jelas.

Seorang aktivis FORKOT berujar, semua militer adalah musuh kami!!! Sekali
waktu kawan, lihatlah dibalik seragam loreng itu, dibalik tameng itu,
wajah-wajah muda seumuran mahasiswa, hanya mungkin tidak seberuntung
mahasiswa yang dapat menikmati perguruan tinggi. Lihatlah makan siang
mereka, lihatlah asal mereka, keluarga mereka. Jangan kau musuhi
prajurit-prajurit yang bergaji kecil itu. Mereka manusia biasa.

Kenapa harus memaksa masuk  ke gedung MPR/DPR? Ingin mengulang sejarah??

Cerita lain , dari kakak saya yang kebetulan bertugas di RSCM pas malam
nahas itu.  Pengamen cilik yang menjadi korban peluru itu, harus diangkat
satu paru-parunya! Tetapi yang lebih menyakitkan, dia mengaku dibayar Rp
20.000,- untu demo!!!!

Tanpa mengurangi simpati dan hormat, untuk Almarhum YUN-HAP, yang saya yakin
bukan demonstran bayaran. (Yun Hap.., saya merasa malu mengaku sebagai
seorang pribumi), Tampaknya memang ada yang ingin memancing di air keruh.


-----------------------------------------------------------------
Unsubscribe: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
atau dng mengirim email ke relayer itb-net di tempat masing masing
------------------------------------------------------------------