Bambang SETYADJI
Thu, 19 Apr 2001 14:27:14 -0700
Kalau secara formal dalam ilmu filsafat... Itu yang biasa disebut orang sebagai dialektika.... Ada suatu thesis dan antithesis yang solusinya membentuk suatu thesis baru ... diharapkan ada suatu dinamika positif dari proses iteratif ini. .... Kalau jaman ordebaru dulu, cara berpikir seperti ini disebut sebagai "gerakan anti kemapanan" atau "klandestein" atau "OTB" .... Dan orba sangat takut dgn cara berpikir ini.... Beberapa analis komik silat melihat juga Gus Dur menggunakan jurus dialektika ini... dan menyebut sebagia jurus " membakar semak menggebuk ular" ... Sayangnya para selebritis politik yang 99.9 % "orba legacy" tidak bisa menghilangkan alergi/phobia "anti-kemapanan"nya... Entah apakah Kamerad-2 di IMG sudah membahasnya atau belum, tapi bagian buku "Geometry, relativity, geodesy" karya Helmut Moritz (1993/4?) cukup praktis menjelaskan cara berpikir ini... Saya rasa beberapa copy buku tsb ada di perpustakaan jurusan GD atau lab. geodesi. Salam, B. Setyadji From: asep <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu Apr 19, 2001 12:54pm Subject: Re: [itb] bingung GD vs politikus > >wah wah .. di img bisa gitu yach? >satu cara terbaik dg konflik >-=asep=- > >> On Tue, 17 Apr 2001, Lord Lugo wrote: >> >> > Gua bingung nih, kok GD dianggap bersalah karena ngeluarin pernyataan >> > yang kontroversial. Soalnya yang gua pelajari di himpunan gue (IMG) >> > sebagai pengurus, panitia OS, dan swasta adalah salah satu cara terbaik >> > untuk mengaktifkan organisasi adalah dengan konflik. Dengan >> > pernyataan-pernyataan yang kontroversi kan politikus (MPR, DPR dan >> > Partai-partainya) kan jadi aktif. Tapi kenapa Gus Dur dianggap sangat >> > bersalah dan harus mundur? --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]