itb  

[Itb] Re: Innalillahi ........!! Takziyah ........?

taufiq . hidayat
Wed, 10 Dec 2003 00:33:11 -0800

----- Forwarded by Taufiq Hidayat/toshiba-tjp on 12/10/03 09:50 -----


Suparmo
12/10/03 08:34

 
        To:     Afrijon Avin/[EMAIL PROTECTED], Aghni 
Dhamayanti/[EMAIL PROTECTED], Agung Laksana/[EMAIL PROTECTED], 
Agus Nugraha/[EMAIL PROTECTED], Akhmad 
Taslim/[EMAIL PROTECTED], Ali Budiman/[EMAIL PROTECTED], 
Altair Saga/[EMAIL PROTECTED], ani lestari/[EMAIL PROTECTED], 
Ardi Nursalim/[EMAIL PROTECTED], Aris 
Priyanto/[EMAIL PROTECTED], Arman Hudaya/[EMAIL PROTECTED], 
Audi Yundayani/[EMAIL PROTECTED], Budi 
Setiawan/[EMAIL PROTECTED], Cindy Herumawan/[EMAIL PROTECTED], 
Conny Kurniawan/[EMAIL PROTECTED], David/[EMAIL PROTECTED], 
Dedeh Kurniasih/[EMAIL PROTECTED], Didi 
Sagito/[EMAIL PROTECTED], Elvi Yanti/[EMAIL PROTECTED], Endang 
Candrawati/[EMAIL PROTECTED], Enok Marlina/[EMAIL PROTECTED], 
Erlyn Herlinasari/[EMAIL PROTECTED], Ferhan 
Riza/[EMAIL PROTECTED], Hari Prasetyo/[EMAIL PROTECTED], 
Hendrico Nevaldy/[EMAIL PROTECTED], Heru 
Sulistya/[EMAIL PROTECTED], Heru 
Trisulaswanto/[EMAIL PROTECTED], Imam 
Zamachsari/[EMAIL PROTECTED], Indra Dikari/[EMAIL PROTECTED], 
Intan Rustam/[EMAIL PROTECTED], Joko Suyono/[EMAIL PROTECTED], 
Judi Setiawan/[EMAIL PROTECTED], Laura 
Elvyra/[EMAIL PROTECTED], Mahmud Abuazzam/[EMAIL PROTECTED], 
Masharno/[EMAIL PROTECTED], Muhamad Nizar/[EMAIL PROTECTED], 
Muhammad Khusnulyaqin/[EMAIL PROTECTED], Muhammad 
Taupik/[EMAIL PROTECTED], Munzir/[EMAIL PROTECTED], Nanang 
Ruhiyat/[EMAIL PROTECTED], Nuraini/[EMAIL PROTECTED], 
Nurrachman/[EMAIL PROTECTED], Nurzati/[EMAIL PROTECTED], 
Pratikto/[EMAIL PROTECTED], Rahmat Pajar/[EMAIL PROTECTED], 
Rahmatulloh/[EMAIL PROTECTED], Realiza 
Diahadinda/[EMAIL PROTECTED], Refinardi/[EMAIL PROTECTED], 
Rehananto/[EMAIL PROTECTED], Ricko H.K/[EMAIL PROTECTED], Rita 
Noviana/[EMAIL PROTECTED], Rojikin/[EMAIL PROTECTED], Rua 
Priana/[EMAIL PROTECTED], Rudi Agustian/[EMAIL PROTECTED], 
Rudi Eko Rastiawan/[EMAIL PROTECTED], Sallim 
Lubis/[EMAIL PROTECTED], Slamet Mulyono/[EMAIL PROTECTED], 
Solihin/[EMAIL PROTECTED], Suburiyanto/[EMAIL PROTECTED], 
Sugeng Raharjo/[EMAIL PROTECTED], Supollo 
Mayan/[EMAIL PROTECTED], Syaepudin Syahril/[EMAIL PROTECTED], 
Tatang Supriatna/[EMAIL PROTECTED], Taufiq 
Hidayat/[EMAIL PROTECTED], Ton Sulistyono/[EMAIL PROTECTED], 
Toni Hermawanto/[EMAIL PROTECTED], 
Trinuningsih/[EMAIL PROTECTED], Tubagus 
Faisal/[EMAIL PROTECTED], Uis Alqarni/[EMAIL PROTECTED], Ujang 
Aji/[EMAIL PROTECTED], Usep Fajarudin/[EMAIL PROTECTED], Uus 
Syamsu/[EMAIL PROTECTED], Vemilia/[EMAIL PROTECTED], Vonny 
Diananto/[EMAIL PROTECTED], Wahyu/[EMAIL PROTECTED], Widodo B 
Prasetyo/[EMAIL PROTECTED], Yelina Permana/[EMAIL PROTECTED], 
Yudha Nurwahyuadi/[EMAIL PROTECTED], Yudhi 
Hernawan/[EMAIL PROTECTED], Yuni Anggraini/[EMAIL PROTECTED], 
Suyatmo/[EMAIL PROTECTED]
        cc: 
        Subject:        Re: Innalillahi ........!!  Takziyah  ........?



               INNALILLAHI .......



Sahabatku, Kehidupan manusia di dunia, tak ubahnya sebuah
perjalanan yang pasti ada akhirnya. Dan tahukah sahabat apa yang akan
menjadi akhir dari perjalanan kita di dunia ini untuk selanjutnya
memulai sebuah perjalanan baru  ke negeri yang masih asing? Itulah
kematian. Kematianlah, akhir kisah hidup kita di dunia.

Lalu, adakah kita siap menjumpainya ketika malaikat pencabut nyawa sudah 
datang menjemput? Adakah kita siap ketika kain kafan akan membungkus tubuh 
kita? Adakah kita siap ketika tubuh kita akan diturunkan ke liang lahat? 
Ketika papan-papan menutup jasad, ketika gumpalan tanah menimbun, apakah 
kita siap? Ingatlah kita pasti mati. Kita pasti berpisah dengan ibu bapak 
kita. Merekakah yang akan berpulang lebih dulu? Ataukah malah kita yang 
mendahului mereka? Kita pasti berpisah dengan istri dan anak-anak. 
Betapapun kita teramat sayang kepada mereka, Allah pasti membuat kematian 
yang akan mengakhiri segalanya.

"Kullu nafsin dzaa iqatul maut," [QS. Ali Imran (3) ; 19) demikian Allah 
Azza wa Jalla menegaskan. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati!
Dan sakaratul maut itu sakit sekali, kambing saja yang tidak mempunyai
dosa apapun, ketika disembelih, Allah memperlihatkan kepada kita, betapa 
sulitnya ia meregang nyawa. Ayam adalah mahluk Allah yang selalu
bertasbih, dan karena itu ia bersih dari dosa. Tetapi, ketika disembelih 
betapa ia menggelepar-gelepar tanda teramat sakitnya melepas nyawa.

Sahabat,

Kita pun demikian halnya. Semakin busuk diri kita ketika hidup, mungkin
saat-saat tercerabutnya nyawa dari badan akan merupakan saat-saat yang
teramat pahit dan menderita. Tubuh ini laksana dibelit kawat berduri
yang menghunjam ke setiap bagian otot, kemudian ditarik, sehingga
tercabik-cabik dan tercerabut dari tulang.

Kita pasti akan meninggalkan segala yang apa kita cintai. Hanya kain
kafan yang menemani. Mungkin saat-saat kita meninggal, orang-orang
menangis, tapi mungkin juga sebaliknya, menertawakan. Jasad yang
terbujur kaku pun dengan tanpa daya diusung orang menuju liang kubur.
Ya, disanalah rumah terakhir kita. Tidak ada yang kita bawa. Kita akan
dibaringkan menghadap kiblat. Kain kafan dibuka sedikit pada wajah kita
agar menyentuh tanah. Papan-papan pun akan mempersempit ruang lahat.
Kemudian, pelan-pelan tanah akan menutup dan menghimpit, hingga tak ada 
sedikit pun ruang yang tersisa. Mungkin yang akan menimbunkan tanah dengan 
menginjak-injak itu justru orang-orang yang paling kita cintai.

Semakin lama semakin gelap dan pekat. Kita tak lagi mempunyai teman,
selain amal baik. Harta, pangkat, jabatan, yang mati-matian kita cari
sampai tidak ingat shalat, tidak ingat shaum, tidak ingat zakat,tidak 
ingat shahabat, dan beberapa orang kita sikat.
Semuanya tidak ada yang mampu menolong kita. Bahkan mungkin tumpukan
harta yang kita tinggalkan malah memperberat kita karena dipakai maksiat 
oleh anak dan keturunan kita.

Sahabat,

Saat itulah kita akan mempertanggungjawabkan segala apa yang pernah
diperbuat di dunia. " Hai dungu," demikian mungkin kita disergah. "
Mengapa engkau begitu zhalim kepada dirimu sendiri? Kepalamu tidak
pernah kau gunakan untuk bersujud.
Yang melingkar-lingkar dalam otakmu hanya urusan dunia belaka. Padahal
ternyata semua itu tidak bisa kau bawa. Tanganmu berlumur aniaya, sedekah 
menolong sesama tidak pernah ada. Matamu bergelimang maksiat, sedang 
Al-Qur' an tidak pernah kau singkap dan kau lihat. Di telingamu hanya 
berdenging musik sia-sia dan kata-kata penuh maksiat, sedang kebenaran tak 
sedikit pun kau simak meski sesaat. Kenapa keningmu hanya kau dongakkan 
penuh keangkuhan, tetapi tidak sekalipun kau letakkan di atas sajadah 
kepasrahan?"

Mungkin saat itulah kita melolong-lolong menjerit penuh penyesalan.
Ketika itulah akan kita rasakan gemeretaknya tulang-belulang di sekujur
tubuh hancur luluh dihimpit oleh kubur yang teramat benci kepada jasad
yang sarat bergelimang dosa.

Sahabat,

Ketahuilah bahwa kematian itu pasti, dan siksa kubur pun pasti bagi
orang yang tidak mempersiapkan diri.

Wassalam
Ustadz Kampung
_______________________________________________
Itb mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
  • [Itb] Re: Innalillahi ........!! Takziyah ........? taufiq . hidayat