Baskara
Fri, 30 Apr 2004 07:34:15 -0700
Email ini aslinya dari milis lain yang diposting tadi pagi... untuk perbandingan dengan posting dari Irwan :-) [ dalam bhs Jawa Timur-an dan terjemahannya ] ---------------------------------------------------- Berikut email asli dan terjemahan dari tanggapan pendukung SBY untuk berita tentang SBY. ----------> --- In [EMAIL PROTECTED], "Gigih Nusantara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tak lanjut ...... ================ -- In [EMAIL PROTECTED], "Purwa, Anggra > Disamping BIN lewat > >Hendropriyono, SBY juga mempunyai sumber di lingkungan BIA yang rajin menyuplai informasi-informasi A1. GN: Aku gak ngerti, ndik endi salahe nek BIN nyuplai data intelijen nang SBY. Lha opo kate nyerahno nang Wak Sekjen Partogi? SBY kan Menko Polkam, instansi sing bertanggungjawab soal keamanane negara. Lha nek gak diwenehi A1 mau, terus yok opo kebijakane isok cocok? TJM: Aku tidak tahu, di mana salahnya kalau BIN menyuplai data intelijen ke SBY. Ya, masak akan menyerahkannya ke Wak Sekjen Partogi? SBY kan Menko Polkam, lembaga yang bertanggung jawab atas keamanan negara. Lha kalau tidak diberi informasi A1 itu, terus gimana kebijakan bisa cocok? ----- GN: Terus maneh, Hendropri tak kira luwih nggantung nang PDIP (HP iki yo anggota parte, lho dik) katimbang nang SBY. Embuh maneh nek dek-e ngerti nek MSP iku bakalane gak kepilih. TJM: Terus lagi, Hendropri kukira lebih menggantungkan diri ke PDIP (HP ini juga anggota partai, lho Dik) daripada ke SBY. Entah kalau dianya tahu bahwa MSP bakal tidak kepilih. ========== > >Padahal, disebut-sebut oleh > >lingkungan dalam kapolri betapa selama ini Dai > >Bachtiar Cuma menjalankan tugas atas desakan menko Polkam untuk > >menangkapi > >aktivis-aktivis muslim yang di duga garis keras. Penangkapan Baasyir > pun > >atas permintaan Menko Polkam. Isunya, Kapolri sendiri segan menangkap > >Baasyir karena memang keterlibatannya masih teramat sumir. Namun SBY > >ngotot, > >apalagi Indonesia (SBY?) juga mendapat tekanan dari luar negeri untuk > >menangkap > >Baasyir. Semua "penculikan" aktivis muslim dan pengungkapan jaringan > >teroris > >bisa > >berjalan "lancar" karena Dai Bachtiar mendapat suplay informasi A1 dari > >SBY. GN: Nek informasi A1, mestine yo akurat, dudu akal-akalan. Wajar Dai Bahtiar nuruti. TJM: Kalau informasi A1, mestinya ya akurat, bukan akal-akalan. Wajar Dai Bahtiar menurutinya. GN: Kapolri iku yo bagian dari pemerintah. Strategi dan sistem kepolisian negara iki juga pencerminan dari bagaimana pelaksanaan pemerintahan dijalankan. Masiyo tah Polri iku langsung nang MSP, tapi koordinasi operasional tetep kudu liwat Menko Polkam. Nek sing dadi Menko Polkam iku Bajuri (Mat Solar), mestine yo Bajuri sing mengkoordinasikan tugas Polri, melalui Dai. TJM: Kapolri itu juga bagian dari pemerintah. Strategi dan sistem kepolisian ini juga pencerminan dari bagaimana pelaksanaan pemerintahan dijalankan. Meskipun Polri itu langsung di bawah MSP, tapi koordinasi operasional tetap harus lewat Mengko Polkam. Kalau yang jadi Mengko Polkam itu Bajuri (Mat Solar), mestinya ya Bajuri yang mengkoordinasikan tugas Polri, melalui Dai. GN: Saiki, SBY wis dudu wong pemerintah, tapi Dai jik nguber Baasyir. Isok awakmu ndekek, di mana posisi SBY dalam kasus iki? TJM: Sekarang, SBY sudah bukan orang pemerintah, tetapi Dai masih nguber Baasyir. Bisa kamu taruh, di mana posisi SBY dalam kasus ini? GN: Sumir iku lak jare awakmu, sing gak ngurusi negara (dan gak oleh informasi kelas A1). tapi kanggone wong-wong sing bertanggungjawab, opo kate ngenteni mbledos sik kaet diopeni? Apane awak iki gak bolak- balik kaget ae. TJM: Sumir itu kan katamu, yang tidak mengurus negara (dan tidak menerima informasi kelas A1). Tapi untuk orang- orang yang bertanggung jawab, masa harus nunggu meledak dulu baru ditangani? Apanya, nggak bolak-balik kaget aku ini? =========== > >Kini setelah SBY makin diatas angin, pihak-pihak asing makin berani > >menekan SBY untuk menjalankan agendanya. Dua hari setelah pemilu 5 > >April, > >SBY > >pergi ke AS untuk menemui Ricahrd Perle, Paul Wolfowitz(SBY berhubungan > >"baik' sejak PW menjadi Dubes di Indonesia) dan Dauglas Feith, yang > >konon > >ke-3nya merupakan pejabat yang sangat berpengaruh di Pentagon. > >Hebatnya, SBY tidak pernah tersentuh sementara Dai bachtiar harus rela > >menerima caci maki dari pendukung Baasyir. Bahkan di sebagian umat > Islam > >"garis keras", Dai dicitrakan sebagai kapolri yang Cuma menurut pada > >pesanan 'sponsor" LN. GN: Aku tambah gak ngerti, yok opo carane SBY isok melalksanakan agenda politik sing dijalankan karo pemerintah. Opo Hari Sabarno gak murang- muring, nek pegawene kabeh lebih nurut mbarek SBY? Sampeyan iki onok-onok ae... TJM: Aku semakin tidak tahu, bagaimana carana SBY bisa melaksanakan agenda politik yang dijalankan pemerintah. Apa Hari Sabarno tidak marah-marah, kalau pegawainya semua lebih nurut kepada SBY? Sampeyan ini ada-ada saja... GN: Buktgi-bukti ndik dalam negeri, mungkin pancen jik sumir, sebab kegiatane Baasyir iku wis berlangsung suwi, dan dilakukan di LN. Dadi nek oleh informasi A1 (nek A3 iku kwarto) sing akeh ya saka luar negeri. Dan, bukti adalah bukti, masiyo gak kudu golek dewe. Karek mendalami ae, bener tah nggak. TJM: Bukti-bukti di dalam negeri, mungkin memang sumir, sebab kegiatan Baasyir itu sudah berlangsung lama, dan dilakukan di LN. Jadi kalau dapat informasi A1 (kalau A3 itu kwarto) yang banyak ya dari luar negeri. Dan, bukti, adalah bukti, meskipun tidak harus cari sendiri. Tinggal mendalami saja, benar atau tidak. GN: Soal Dai kena getah, iku yo merupakan resiko pekerjaan. Merga dek-e Kapolri. Nek dek-e mek sekelas Jagabaya ndik kampungku, mesti yo gak sampek kena stigma tadi. Opo maneh nek mek ketua arisan tah badminton. Pada-pada selevel, Laksamana Sukardi gak kena stigma kayak Dai menyangkut Islam garis keras. Dadi, iku wajar. Nek digedek-gedekno malah ketok nek sing nggedekno iki gublug poll !!! TJM: Dai kenah getah, itu merupakan risiko pekerjaan. Karena dianya Kapolri. Kalau dianya sekelas Jagabaya di Kampungku, mestinya ya nggak sampai kena stigma tadi. Apa lagi kalau hanya ketua arisan atau badminton... Sama-sama satu level, Laksamana Sukardi tidak kena stigma seperti Fai menyangkut Islam garis keras. Jadi itu wajar. Kalau dibesar-besarkan sih malah semakin jelas kalau yang membesar-besarkan itu "bodoh" sekali. ===================== > >SBY bisa nampak begitu 'baik' dimata umat Islam karena SBY memang > >pernah di Gontor dan yang paling mendukung karena hubungan dekatnya > >dengan > >AA Gym. > >Lewat AA gym pula SBY bisa merangkul petinggi-petinggi PKS, termasuk > >HNW. > >Sebab bagi sebagian kader PKS, AA Gym telah memiliki tempat tersendiri > >di > >hati mereka. Saking dekatnya, lagu kampanye PKS pun mengambil dari AA > >Gym, > >jagalah hati. > >Kedekatan AA Gym dan SBY terjalin sejak lama. Makanya tidaklah heran, > >SBY-lah yang mengajak AA Gym berceramah di daerah konflik misalnya > >Apakah > >AA Gym tahu kalau namanya dimanfaatkan, entahlah. Hanya Tuhan dan AA > Gym > >yang tahu. ============ GN: AA Gym dipilih dadi penceramah nang Aceh, iku wajar. Sumunggo-o aku nyunatno anakku, aku nek isok yo kate nyeluk Aa Gym. Gak mungkin aku nyeluk Jaffar Talib (LJ) tah Rizieg (FPI). Isok sing sunat tambah cekot-cekot. Podo ambek Aceh, sing butuh pembicara Islam (merga Aceh iku Serambi Mekah), sing cara omonge santun, lan adem. Nekakno JT tah RZ sido Aceh buyar maneh. TJM: AA Gym dipilih jadi penceramah di Aceh, itu wajar. Seandainya aku mengkhitankan anakku pun kalau bisa ya manggil AA Gym. Gak mungkin kan memanggil Jaffar Thalib (LJ) atau Rizieq (FPI). Tambah kesakitan nanti yang khitan. Sama dengan Aceh yang perlu pembicara Islam (karena Aceh itu Serambi Mekah) yang bicaranya santun dan sejuk. Kalau yang didatangkan JT atau RZ... jadi segera bubar Aceh. GN: Bojone SBY iku jik kerabat pondok, saka Temas, Pacitan. Bapak-e yo wong NU. Dadi meragukan keislaman SBY iku podo ae ndisiki Gusti Allah. Opo maneh SBY yo kaji, dan beberapa kali umrah. Opo wong muslim gak oleh nangani kasus-kasus Islam (garis keras) ? Lak tambah dadi opo negaramu iki, dik, nek sing nangani Baasyir iku agamane Kristen? TJM: Isteri SBY itu masih kerabat pondok, dari Temas, Pacitan. Bapaknya juga orang NU. Jadi meragukan keislaman SBY itu sama dengan mendahului Gusti Allah. Apalagi SBY itu juga haji, dan beberapa kali umrah. Apa orang muslim nggak boleh menangani kasus-kasus Islam (garis keras)? Kalau nggak ya, jadi apa negaramu ini, Dik, kalau yang menangani Baasyir itu agamanya Kristen? GN: Aa Gym sing ngrangkul HNW dan SBY, merga loro-lorone memiliki potensi. Nek secara politis Aa Gym milih PKS. Iku isok diwaca nang berita-berita koran sak durunge pemilu wingi. TJM: AA Gym yang merangkul HNW dan SBY, sebab dua-duanya memiliki potensi. Kalau secara politis AA Gym milih PKS. Itu bisa dibaca di berita-berita koran sebelum pemilu kemarin. ================ > >Menebar Harapan > >SBY juga dikenal senang menebar harapan kepada semua pihak. Untuk > >memuluskan siasatnya ke RI 1, tidak segan-segan SBY mengumbar harapan. > >Jauh sebelum > >masa kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY bersedia menjadi cawapres. > >Kemudian di hadapan Gus Dur, SBY mau tampil menjadi jurkam tamu di > >kampanye PKB. Di hadapan petinggi Golkar, SBY mengaku mau dijadikan > >cawapres. > >Bahkan ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku mau dicawapreskan. > >Ternyata semua itu tidak lebih dari siasat belaka. Siasat untuk > >menyiapkan > >payung seandainya partai Demokrat gagal mendulang suara, disamping itu > >juga sebagai magnet untuk menegaskan bahwa SBY diterima dimana- mana dan > >diminati. GN: Koyok di banyak pengamat, SBY adalah 'the bachelor' sing sibuk nampani tawaran saka endi-endi, merga popularitase sing sing terbaik di semua poll. Opo anehe kanda gelem dicawapreskan, nek secara faktual PD iku partai anyar, gak duwe ideologi selain ndandani negara secara sekuler thok? TJM: Seperti banyak pengamat, SBY adalah 'the bachelor' yang sibuk menerima tawaran dari mana-mana, karena polularitasnya yang terbaik di semua poll. Apalagi bila bilang mau dicawapreskan, kalau secata faktual PD itu partai baru, gak punya ideologi selain membetulkan negara secara sekuler saja? GN: Gak usah SBY, lha wong Amien Rais, juga PKS, ae kanda, nek oleh 20 persen, ya nyapres, nek gak yo opo jare. Kabeh yo koyok ngono maeng. Nek kalah, yo nyawapres, gak popo. Nek menang, yo nyapres. Lha sing nentokno isok nyapres lak pemilu tah? TJM: Gak usah SBY lah, lha wong Amien Rais, juga PKS, saja bilang, kalau dapat 20%, ya nyapres, kalau tidak ya terserah... Semua ya seperti itu tadi. Kalau kalah ya nawapres, gak papa. Kalau menang, ya nyapres. Lha yang menentukan bisa tidaknya nyapres itu pemilu, kan? GN: Koyok sing tak posting ndisik-ndisik, aku nyoblos PD cumak dengan satu harapan, agar PD isok kliwat saka syarat minimal, ben isok nyapres, nambahi pilihan dan alternatif capres. TJM: Seperti yang ku kirimkan dulu-dulu, aku nyoblos PD itu hanya dengan satu harapan, agar PD dapat melebihi syarat minimal, biar bisa nyapres, sekedar memberi alternatif pilihan calon presiden. GN: Tibak-e, masuk. Koyok ngene iki gak isok diarani SBY telah 'menikam' dan 'kurangajar', wong sing nggarahi oleh 7 persen iku merga rakyat sing nyoblos, kok. Seje ambek kasus-e Veri ndik AFI-1 wingi, merga bupati-ne ngerahkan rakyate untuk SMS ndukung Veri. Utawa koyok ceritane Bela Saphira sing kepilih dadi Bintang Lux, merga dek-e sing mborong kartupos untuk mendukung pilihan mau. Lha iki sing nyoblos wong liya, dudu wedus sing isok dikili-kili. TJM: Eee, ternyata masuk. Seperti ini tak bisa dibilang SBY telah menikam dan kurangajar, orang yang menyebabkan dapat 7% itu karena rakyat yang nyoblos, kok. Lain dengan kasus Veri di AFI-1 kemarin, karena bupatinya mengerahkan rakyat buat kirim SMS mendukung Veri. Atau seperti ceritanya Bela Saphira yang terpilih jadi Bintang Lux, karena dia yang memborong kartupos untuk mendukung pilihan tadi. Lha ini yang nyoblos orang lain, bukan kambing yang bisa dikilik- kilik. GN: Opo merga 'saya mau jadi wapres-nya Golkar' tah 'boleh dong mbak, aku wapresnya PDIP' terus wong-wong Golkar dan PDIP rela ninggalno coblosane nang partene, terus nyoblos PD? Terus ndik endi bagian sing isok dinilai 'mempermulus jalan ke RI-1'? TJM: Apa karena 'saya mau jadi wapres-nya Golkar' atau 'boleh dong mbak, aku wapresnya PDIP' terus orang-orang Golkar dan PDIP rela meninggalkan coblosannya ke partai masing- masing, pindah nyoblos PD? Lalu di mana bagian yang bisa dinilai 'mempermulus jalan ke RI-1'? GN: Dadi jurkam tamu iku dudu rencanane SBY, tapi rencanane PKB, dalam hal ini GD. Malah wong PKB mengharap SBY melok sesorah, tapi SBY nampik, dengan alasan etika. gak mungkin dek-e sing dicalonkan PD ngampanye di PKB. Opo iki taktike SBY? Nek SBY gak njunjung etika, kesempatan kampanye nang PKB adalah kesempatan emas. TJM: Jadi jurkam tamu itu bukan rencana SBY, tetapi rencana PKB, dalam hal ini GD. Malah orang PKB mengharap SBY ikut ber- ceramah, tetapi SBY menolak, dengan alasan etika. Tak mungkin dia yang dicalonkan PD mengkampanyekan PKB. Apa ini taktiknya SBY? Kalau SBY tak menjunjung etika (politik), kesempatan kampanye di PKB adalah kesempatan emas. ============== > >Tentu saja SBY tidak bisa begitu kalau tidak didukung oleh tim media > >yang > >hebat. LSI disebut-sebut sebagai lembaga survei yang secara kontinyu > >'mendongkrak' populritas SBY dengan rangkaian pengumuman hasil > >poolingnya. > >Sesuatu yang sebetulnya biasa-biasa menjadi 'luar biasa" karena dikemas > >dalam bentuk pencitraan lewat media massa. GN: Nek nganggep LSI sebagai sing ngatrol SBY, aku gak eruh, sing kumat iki aku opo sing nyampekno crita iki. TJM: Kalau menganggap LSI sebagai pengatrol SBY, aku tidak tahu, yang kumat ini aku atau yang menyampaikan cerita ini. GN: Untuk diketahui, lembaga survai gak cuma LSI. Sing dimuat nang media juga gak cuma LSI. Kabeh hasil-hasil survai lembaga riset mau meh podo kabeh, SBY unggul. Kecuali poll liwat SMS sing dilakukan stasiun teve. Nek iki gak isok digawe referensi. Ndik poll SMS buktine HNW jauh ninggalno liya-liyane. Tapi buktine? Mulakno alu kanda, HNW dadi presiden SMS ae. TJM: Untuk diketahui, lembaga survai gak cuma LSI. Yang dimuat di media juga tidak cuma LSI. Semua hasil-hasil survai lembaga riset tadi hampir sama saja, SBY unggul. Kecuali poll lewat SMS yang dilakukan stasiun teve. Kalau ini tak bisa dijadikan referensi. Di poll SMS itu buktinya HNW jauh meninggalkan lain-lainnya. Tapi buktinya? Makanya aku bilang, HNW jadi presiden SMS saja. GN: Lembaga survei seperti Sugeng Saryadi Syndicate, wong Golkar, ae yo memperoleh hasil podo, SBY unggul. TJM: Lembaga survai seperti Sugeng Saryadi Syndicate, orang Golkar, saja juga memperoleh hasil sama, SBY unggul. ================== > >Menggoyang Pesaing > >Kelihaian SBY dan tim sukses-nya kembali terbukti ketika SBY berhasil > >merayu HNW untuk mengajak AR membentuk PPB. Ketika poros diumumkan, > >sontak saat itu juga tim media SBY menyebar berita bahwa AR tidak > >berubah, masih > >terus > >senang bikin poros-porosan. Di media massa, ditulislah kembali > >kenangan soal Poros-porosan dengan harapan agar masyarakat makin anti > >pati > >terhadap AR. GN: SBY sing ngrancang forum penyelamat bangsa? Wah lagek eruh iki. Padahal PD bahkan gak terlibat di kaukus apa pun. Tak kandani yo, poros-poris mau iku merga sangking AR sing kebelet ngising. Ndilalah HNW mabuk merga PKS muncul dadi partai sing oleh suara. Aku kan tau ngomong, mestine HNW gak katut biyayakan melok- melok akale bunytut-e kadal, sing pedot, terus obah molak-malik, merga katene entek umure buntut mau. TJM: SBY yang merancang forum penyelamat bangsa? Wah, baru tahu sekarang. Padahal PD bahkan gak terlihat di kaukus apa pun. Tak bilangin ya, poros-poros itu tadi karena saking AR yang kebelet "ngising". Ndilalah, HNW mabuk karena PKS muncul jadi partai yang dapat suara. Aku kan pernah nulis, mestinya HNW tidakikut biyayakan ikut-ikutan akalnya ekor-kadal, yang putus, terus gerak mogal- mogel karena hampir habis masa hidupnya. GN: Sumunggo-o SBY pancen sing ngrancang poros maeng bener, iku ndudukno kualitas politik-e AR karo HNW. Ndik politik endi onok sing tulus, sih? Kok isok politisi kawakan macem AR sampek kebujuk? Nyatane, gak tau onok kabar, nek AR kebujuk SBY, setidaknya HNW kebujuk SBY. Dadi transferan kabar ndik internet model ngene iki isok ditebak, ngawur pol !!! TJM: Seandainya SBY memang yang merancang poros tadi bener, itu justru menunjukkan kualitas politiknya AR dan HNW. Di politik itu mana ada yang tulus, sih? Kok bisa politisi kawakan macam AR sampek ketipu? Nyatanya, tak pernah ada kabar, kalau AR terbujuk SBY, setidaknya HNW terbujuk SBY. Jadi transferan kabar di internet model beginian ini bisa ditebak.... ngawur polll!!! ================= > >Mestinya cukup aneh manuver HNW ini. Setelah runtang runtung dengan > SBY, > >tanpa isyarat tertentu kok mendadak mengajak AR membentuk PPB. > >Untunglah, AR menyadari goyangan SBY. Konon karena di beritahu tim Gus > >Dur. > >Makanya, meski GD pernah "sakit hati" ke AR, GD tetap tampil > menggandeng > >AR > >di media massa untuk mengkonter bahwa AR tidak sendirian. Saat itu juga > >diumukan bahwa PPB dibubarkan. Dan AR kemudian bertemu dengan sejumlah > >tokoh seperti Alwi Shihab, Eros J, Rahmawati dan lain-lain. Pesannya > >jelas > >ditujukan ke SBY. GN: Masiyo awak adoh saka Jakarta, tapi kabar-kabar runtang-runtunge SBY karo HNW kok gak tau tak woco yo. Opo onok koran sing mek terbit 250 ekseplar, sehingga gak sampek nang kotaku? Pembentukan forum sing diprakarsai AR dan HNW iku koyok bayi prematur, sing diguyu-guyu mbarek masyarakat politik pada umumnya. Wong HH ae ngomentari, 'apanya yan diselamatkan? Tak ada problem besar di kalangan rakyat, kok'. TJM: Meskipun aku ini jauh dari Jakarta, tapi kabar-kabar runtang-runtungnya SBY dan HNW kok tak pernah kebaca ya? Apa ada koran yang hanya terbit 250 eksemplar, sehingga nggak sampek ke kotaku (Surabaya)? Pembentukan forum yang diprakarsai AR dan HNW ini seperti bayi prematur, yang ditertawai oleh masyarakat politik pada umumnya. Orang HH aja berkomentar: 'apanya yang di- selamatkan? Tak ada problem besar di kalangan rakyat, kok'. GN: Terus berubah dadi Forum, di mana GD katut, tapi justru wong-wong PKB kabeh bingung. Jarene Mahfudh 'di mana-mana PKB menang, kok malah minta pemilu ulang', sehingga keterlibatan GD pada forum mau dianggep sebagai pribadi? Dudu partai? Sing genah ae, rek. Awak iki yo ngikuti kabar-kabar politik, gak cuma soal resep masakan (aku nggawe katering nang omah, mergane). TJM: Lalu berubah menjadi Forum, di mana GD keikut, tetapi justru orang-orang PKB semua bingung. Kata Mahfudh 'di mana-mana PKB menang, kok malah minta pemilu ulang', sehingga keterlibatan GD pada forum tadi dianggap sebagai pribadi? Bukan partai? Yang jelas aja, Rek. Aku ini juga mengikuti kabar-kabar pulitik, tak hanya soal resep masakan (aku bikin katering di rumah, sebabnya..). GN: Selain iku, GD iku kepati-pati gak seneng mbarek AR. Dadi nek AR bakale ciloko, gak mungkin GD ngewangi. Nek isok malah dijungkrakno. Kabar soal GD mbantu AR iki pantese dicritakno nang RS Jiwa Menur ae.... TJM: Selain itu, GD ini kepati-pati tak senang sama AR. Jadi kalau AR bakal celaka, tak mungkin GD membantu. Kalau bisa malah dijungkirkan sekalian. Kabar soal GD membantu AR ini pantesnya diceritakan di RS Jiwa Menur aja... ============= > >HNW pun "berakting" lagi dengan buru-buru menjenguk Baasyir di tahanan > >untuk > >meredam kegelisahan pada sebagain kader PKS bahwa HNW dibawah kendali > >SBY. GN: Aku gak percoyo nek begitu gampang nggawe skenario koyok ngene iki. Mbulet. tapi gak serem. Malah kepara lucu. Kunjungan HNW nang Baasyir iku langkah blunder, sing kecepeten. Dan iku kontra produktif nek cumak gawe menghilangkan anggapan bahwa HNW dikendalikan SBY. Totohane akeh. TJM: Aku tak percaya begitu gampang bikin skenario macam ini. Mbulet, tapi gak serem. Malah lucu... Kunjungan HNW ke Baasyir itu langkah blunder, yang terlalu cepat. Dan itu kontra produktif kalau hanya untuk menghilangkan anggapan bahwa HNW dikendalikan SBY. Taruhannya terlalu besar. GN: Justru kunjungan HNW iki malih mbukak bungkusan sing selama iki disimpen mbarek PKS, bahwa mereka sak benere sipamtisane Baasyir. Jangka pendek, apik. Tapi jangka panjang nggarahi pemilih parte iki sing asale soko wong sing kagum mbarek PKS, merga cara mbungkuse PKS sing apik selama iki. Kunjungane nang Baasyir nggarahi wedi nek parte iki bakal ngusung isu sarengat. Dadi soal HNWdikendalikan SBY iku omong kosong melompong !!! TJM: Justru kunjungan HNW ini malah membuka bungkusan yang selama ini disimpen sama PKS, bahwa mereka sebenarnya simpatisane Baasyir. Jangka pendek, baik. Tapi jangka panjang bikin pemilih partai ini yang asalnya dari orang yang kagum kepada PKS, karena cara membungkus PKS nya bagus selama ini. Kunjungan ke Baasyir itu menimbulkan ketakutan kalau partai ini mau mengusung issue syariat. ================= > >SBY juga menggoyang Golkar dengan merayu Kalla. Walaupun sebenarnya, > >goyangan ke Golkar ini sudah diantisipasi oleh AT. Sebab Golkar dengan > >partai Demokrat sebetulnya sama, identik dan seide. GN: Nek sampeyan dikongkon milih, dadi presiden tah dadi wapres, sampeyan milih opo? Ojok lali, Kalla iku melok konvensi merga pengen dadi presiden. Golkar gak mbukak Konvensi Wapres !! TJM: Kalau sampeyan disuruh milih, jadi presiden atau jadi wapres, sampeyan pilih mana? Jangan lupa, Kalla itu ikut konvensi karena pengin jadi presiden. Golkar tak membuka konvensi Wapres. GN: Kalla duwe basis kuat ndik Intim. Golkar gak mungkin nguculno kesempatan dadi presiden (saka Golkar), merga dukungane melemah merga Kalla metu gak dadi calone Golkar. Nek ndelok tulisane wong-wong selain PD, kabeh nganggep PD iku gak usah dadi perhatian. Parte gurem, anggep ae ngono. Kabeh mendeskreditkan potensi yang dimiliki SBY. Lha nek wis ngono, mempertaruhkan melepaskan Kalla yang beresiko ngurangi suarane Golkar, tapi tidak membuat SBY-YK signifikan menang, iki opo dudu koyok peribahasa 'mengharapkan burung punai di awan, burung dara di tangan dilepaskan'. Goblog, kan? TJM: Kalla punya basis kuat di INTIM. Golkar tak mungkin melepas kesempatan jadi presiden (dari Golkar), karena dukungan melemah karena Kalla keluar dari pencalonan lewat Golkar. Kalau melihat tulisan orang-orang selain PD, semua menganggap PD itu tak usah diperhatikan. Partai gurem, anggap saja gitu. Semua mendiskreditkan potensi yang dimiliki SBY. Lha kalau sudah gitu, mempertaruhkan me- lepaskan Kalla yang beresiko mengurangi suaranya Golkar, tapi tidak membuat SBY-YK significant menang, ini apa bukan seperti peribahasa 'mengharap burung punai di awan, burung dara ditangan dilepaskan'? Goblog kan? GN: Mestinya konsentrasi Golkar adalah ke PDIP, dudu nang SBY. Menehi Kall nang SBY iku jelas-jelas bakal nggembosi Golkar terhadap MSP. Sementara gak onok jaminan nek SBY-YK isok ngalahno MSP. Kanggo Golkar iki strategi bego. TJM: Mestinya konsentrasi Golkar adalah PDIP, bukan SBY. Memberi Kalla ke SBY itu jelas-jelas bakal nggembosi Golkar terhadap MSP. Sementara tak ada jaminan kalau SBY-YK bisa mengalahkan MSP. Untuk Golkar ini strategi bego. =========== > >Lewat Rizal Malareng (yang berhasil menelorkan hysteria konvensi partai > >Golkar di masyarakat), Tanjung dibisiki untuk melepaskan Kalla. Karena > >Golkar sedang melakukan diaspora kemana-mana. GN: Yok opo carane AT nahan YK? Opo YK iku wedus sing isok dicancang ngono ae? Nek YK lebih milih jalur pengabdian secara profesional dadi wapres-e SBY, iku lebih tak anggep sebagai cara profesional ndandani negara. Pasangan sing pada-pada profesionale adalah SBY. Anggapan diaspora iku lak gawe ngerem-eremi Golkar merga kecolongan soal Kalla iki. TJM: Yaaah, gimana caranya AT nahan YK? Apa YK itu kambing yang bisa diikat begitu saja? Kalau YK lebih memilih jalur pengabdian secara profesional jadi wapres-e SBY, itu lebih tak anggap sebagai cara profesional mem- betulkan negara. Pasangan yang sama-sama profesional adalah SBY. ========= > >Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu akan hal ini. Namun > >banyak > >kalangan yakin, SBY memiliki plan B. Setelah gagal merayu Sultan HB > >sebagai wapres, pilihan ke Kalla jelas paling realistis. Apalagi SBY > >berhasil > >memasukan orangnya ke tim Kalla yaitu Aswar Anaz. GN: Ndik Golkar tetep ae onok Golkar Hitam dan Putih. Utawa, rodok kurang irenge. Katimbang milih AT, sing wis babak bunyak, mending nang Kalla. Sayang Kalla wis ucul. Sultan HB gak mungkin gelem dadi wapres. Mending dadi raja Yogya, luwih kajen. TJM: Di Golkar tetap saja ada Golkar Hitam dan Putih. Atau agak kurang hitampnya. Ketimbang milih AT, yang sudah babak bundas, mending ke Kalla. Sayang Kalla sudah lepas. Sultan HB gak mungkin mau jadi wapres. Mending jadi raja Yogya, lebih terhormat. ============ > >Ada yang menarik soal goyangan SBY ini. Untuk meredam goyangan ke PKB, > >Gus > >Dur buru-buru menempel ketat Wiranto. Sebab data inteljen menyebutkan, > >kalau konvensi Golkar berlangsung bersih, Wiranto sangat berpeluang > >menang. > >Dan > >pihak BIA sudah membuat laporan lengkap bahwa untuk pilihan Presiden > >Wiranto disebut-sebut berpeluang menang. Kalau SBY dan Wiranto maju, > >militer > >akan > >terpecah dua suaranya. Dan garis komando jadi susah dijalankan. GN: Lha ndik kene iki ketemon maneh analisa sing asal-asalan maeng. Ngeculno Kalla beresiko berkurangnya suara Golkar, dan tak ada jaminan rombongan SBY-YK menang. Akibate Golkar melemah, kukut mbarek PDIP. Opo maneh Golkar malah milih Wiranto, didu mbarek SBY, sing nggarahi suara TNI pecah. Padahal, Golkar iku bonekane TNI. Cobak, talah. Sebagai pemikir strategi ndek-ndekan ae, lah, opo gak kliru kabeh cara iku mau? TNI mestine yo luwih pinter katimbang aku, kan? Menangno Wiranto iku salah. TJM: Lha di sini ini ketemu lagi analisa yang asal-asalan tadi. Melepaskan Kalla berisiko mengurangi suara Golkar, dan tak ada jaminan rombongan SBY-YK menang. Akibatnya Golkar melemah, kukut sama PDIP. Apa lagi Golkar malah milih Wiranto, diadu sama SBY, yang membuat suara TNI pecah. Padahal, Golkar itu bonekanya TNI. Cobalah...(lebih pinter lagi). Sebagai pemikir strategi rendahan saja lah, apa tak keliru semua cara itu tadi? TNI mestinya ya lebih pinter ketimbang aku, kan? Memenang- kan Wiranto itu salah. ========= > Meski > >tentara tidak memilih, garis komando terbukti efektif mendongkrak > suara. > >Pemilu legislative 5 April membuktikan, di lingkungan militer dan under > >bow-nya, partai Demokrat selalu juara. GN: Keluarga TNI iku piro se akehe? Kabeho milih SBY gak bakalan menang dibanding kabeh wong Golkar milih Wir. Piro akehe TPS di sekitar komplek tentara? Masiyo tah 'selalu juara', yo jik kalah mbarek TPS non-komplek. kalah akeh. Nek kate nuruti soal riwayat, maka Golkar iku dadi tunggtangane TNI dalam kancah politik. Sampek sakiki di kalangan pengamat politik tetep melihat hal iki sebagai kriteria. Nek sampek keluarga TNI milih SBY, iki nduduhno nek paradigma TNi wis mulai berubah. Komando wis gak efektif. TJM: Keluarga TNI itu berapa sih banyaknya? Seandainya semua milih SBY, gak bakalan menang dibanding semua orang Golkar yang memilih Wir. Berapa banyaknya TPS di sekitar komplek tentara? Meskipun semua "selalu juara", ya masih kalah banyak dibanding TPS non-kompleks. Kalah banyak. Kalau mau nuruti soal riwayat, maka Golkar itu jadi tunggangannya TNI dalam kancah politik. Sampai sekarang di kalangan pengamat politik tetap melihatnya seperti itu sebagai kriteria. Kalau sampai keluarga TNI milih SBY, ini menunjukkan kalau paradigma TNI sudah mulai berubah. Komando sudah tidak efektif. ========== > >Penutup > >Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan kerja sehari dua hari. Juga > >sangat bertentangan dengan akal sehat kalau SBY bisa berkibar hanya > >karena didholimi TK dengan sebutan anak TK. Sebetulnya, ini adalah buah > > >kerja lama yang terencanakan dengan rapi, sistematis dan terskenario. > >Akhirnya, mari disikapi dengan kritis. Percaya begitu saja atau serta > >merta menolak ini akibatnya sama, sama-sama CELAKA! (Js) GN: Malah isu liya ngandakno nek tragedi 'anak kecil' iku sengaja dibikin. Iki juga isu sing gak cerdas. Lan sing percaya tambah gak cerdas pol. Iki blunder !!! TJM: Malah issue lain menyatakan kalau tragedi 'anak kecil' itu senhaja dibikin. Ini juga isu yang tak cerdas. Dan yang per- caya tambah tak cerdas sama sekali. Ini blunder!!! GN: Merga pilpres iku kerjoan 5 taunan, harap gak percaya nek majune seseorang iku dudu kerja 1-2 hari. SBY wis ngakoni, nek nggone ngedekno PD iku merga dek-e kudu duwe partai sing bakal ngusung dadi RI-1. TJM: Karena pilpres itu kerjaan 5 tahunan, harap tidak percaya kalau majunya seseorang itu bukan kerja 1-2 hari. SBY sudah mengakui kalau maksudnya mendirikan PD itu karena dia harus punya partai yang bakal mengusungnya jadi RI-1. GN: Kepenginan dadi RI-1 iku dudu sesuatu yang haram, opo maneh slintutan. Iku biasa. Dadi gak onok elek-e nek wong-wong sing kepengin dadi RI-1 iku nyiapno adoh-adoh. Nek MSP, AT, WIR, AR, GD wis ancang-ancang suwe, opo-o SBY gak oleh ? TJM: Keinginan jadi RI-1 itu bukan sesuatu yang haram, apalagi slintutan. Itu biasa. Jadi tidak ada jeleknya orang-orang yang kepengin jadi RI-1 itu menyiapkan jauh-jauh hari se- belumnya. Kalau MSP, AT, Wir, AR, GD sudah ancang-ancang lama, apa SBY nggak boleh? GN: Pesenku, sing cerdas ae. Ndik ASU iki akeh veteran-veteran politik dan strategi sing wis malang-melintang mulai jamane wak Harto. Nek gebleg-gebleg isok dadi bahan guyonan. Untung gak dipadakno bedes !! TJM: Pesanku, yang cerdas-cerdas saja lah. Di ASU ini banyak veteran politik dan strategi yang sudah malang melintang jamannya wak Harto. Kalau gebleg-gebleg, bisa jadi bahan guyonan. Untuk gak disamakan bedhes...!! --- End forwarded message --- ________________________________________________________________________ Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html _______________________________________________ Itb mailing list [EMAIL PROTECTED] http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb