KRMT Roy Suryo Notodiprojo
Tue, 31 Aug 2004 18:59:01 -0700
Date: Tue, 31 Aug 2004 09:36:00 +0700 (WIT) From: [EMAIL PROTECTED] Subject: Omongan ROy di MK
>Hehehe ...terpaksa saya sampaikan omongan Roy di MK .. >Yang jelas , apa apa yang di omongkan sebagai "tidak tepat dan tidak >akurat" adalah salah besar dan bohong besar. >Dan tentu saja insya ALlah akan ada somasi balik ke ROy , baik dari team >IT maupun dari relawan Operator data entry. Mereka siap utk menuntut Roy >karena telah menuduh para operator data entry berbuat curang. >Ada 15.000 operator data entry yang tersebar di 4167 kecamatan >dan paling tidak 10 % nya sudah akan siap menuntut Roy di 440 kabupaten >kota (kebanyakan mahasiswa dari perguruan tinggi ). Insya Allah setelah >Pilpres II , akan kita tindaklanjuti.
----
Mas Basuki yang saya hormati (setidaknya saya memang jauh lebih menghormati anda, pak Achyar Oemri, mas Fahmi dkk yang lebih jujur daripada atasan anda yang dengan sangat arogannya tidak mau mengakui kesalahan statemen2nya yang ngaco itu ... :-),
Tolong fokus ke permasalahan dan gunakan mata dan telinga dengan baik untuk melihat dan mendengar, karena TIDAK ADA SATUPUN kalimat langsung yang saya ucapkan atau saya tulis yang menyalahkan 15.000 lebih rekan-rekan yang bertugas sebagai data entry di kecamatan-kecamatan tersebut. Bahkan coba dilihat dalam statement saya di MK yang diquote kemarin (meski itupun harus dicocokkan kembali dengan rekaman aslinya, karena transkrip bisa saja memiliki persepsi berbeda dengan kalimat pada rekaman).
Ini perlu saya sampaikan, karena sempat pula ada FITNAH yang menyatakan bahwa dalam statemen saya di Radio Elshinta pada hari Rabu pagi (14/07/04) menyebut-nyebut soal tersebut, padahal saat itu dalam wawancara yang hanya berlangsung selama +/- 5 menit saja (karena saya posisi di Bandara Cengkareng, sudah mau boarding pulang ke Jogja), saya hanya menceritakan soal "debat" di Ruang TNP KPU di Hotel Borobudur saja. (Catatan: Rekaman wawancara saya dari Radio Elshinta bisa dipergunakan sebagai bukti).
Jadi sekalilagi tolong jangan hanya mau percaya kepada sumber-sumber yang tidak jelas (termasuk "SMS liar") karena akan bisa buruk akibatnya. Oleh karena itu saya terusterang hanya bisa mengelus dada ketika issue soal "saya menyalah-nyalahkan petugas data entry" inipun sempat dipercaya dan membuat emosional seorang rekan di hadapan ratusan audience di Ruang TNP KPU Hotel Borobudur saat itu, akan tetapi saya mengambil sikap untuk menghormati ketidaktahuan dan keluguannya dalam menangkap informasi sesat tsb.
Sebagai tambahan, adapun adanya pendapat "kelelahan atau human error" petugas data entry itupun disampaikan oleh rekan lain dalam berita di detikcom pada tanggan 6 April 2004 berikut ini :
--- kutipan berita detikcom, 06-04-04 ----
Operator Jenuh, Entry Data Penghitungan Suara Bisa Salah Reporter: Ni Ketut Susrini
detikcom - Jakarta, KPU harus memperhatikan tingkat kejenuhan kerja operator entry data penghitungan suara Pemilu 2004. Jika dalam waktu 24 jam, pekerjaan ini belum selesai bisa rawan menimbulkan kesalahan karena operator mengalami kelelahan.
"Jika sampai 24 jam data belum selesai dihitung, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan kerawanan salah hitung. Hal ini dipicu karena kejenuhan yang bisa saja timbul jika para operator dituntut untuk bekerja selama 24 jam," demikian kekhawatiran yang disampaikan Donny Budi Utoyo, koordinator ICT Watch, sebuah LSM untuk teknologi informasi dan telekomunikasi Indonesia.
Menurut pengamatan yang dilakukan Donny, para operator sangat antusias dalam melaksanakan tugasnya. Namun demikian, dirinya mengkhawatirkan kejenuhan yang mungkin akan mereka alami, sehingga hal tersebut akan memicu adanya kesalahan penginputan data.
"Mereka efektif bekerja mulai pukul enam sore kemarin, kalau mereka diwajibkan untuk nangkring 24 jam di depan komputer, itu sudah melebihi ambang batas manusia untuk berkonsentrasi penuh," kata Donny kepada detikcom, Selasa (06/04/2004).
"Kalau sampai 24 jam pekerjaan mereka belum juga selesai, maka hal itu akan menyebabkan mereka jenuh dan letih, bisa kita bayangkan bahwa tingkat rawan kesalahan itu bisa menjadi tinggi," imbuhnya.
Meski sistem kerja bergantian yang ditetapkan KPU memungkinkan para operator untuk beristirahat, menurut Donny, hal itu akan sangat kecil membantu. "Meski bekerja secara bergantian, apakah mereka benar-benar beristirahat?" tanyanya. "Mereka tetap akan berjaga-jaga dan tegang, kalau kondisinya seperti ini, akan sangat rawan terjadi kesalahan penginputan data," imbuhnya.
Menurutnya, jika terjadi hasil perhitungan yang tidak valid, KPU tidak dapat menunjuk kesalahan operator sebagai penyebabnya. Menurut Donny, jika proses perhitungan tidak selesai dalam waktu 24 jam, maka SIM Pemilu KPU tidak valid.(nks)
----
Seperti biasa, salam hangat dari Jogja ... :-)
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/9rHolB/TM --------------------------------------------------------------------~->
------------------------------------------ VoIP Merdeka sudah memiliki milis sendiri, yaitu: [EMAIL PROTECTED]
Untuk subcribe silakan kirim mail kosong ke [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------- Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, kirim mail kosong ke: [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/genetika/<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]_______________________________________________ Itb mailing list [EMAIL PROTECTED] http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb