itb  

RE: [Itb] [GENETIK@] RE: HARTUNGNAS : Solusi tepat TI-KPU

Basuki Suhardiman
Tue, 31 Aug 2004 20:57:55 -0700


On Tue, 31 Aug 2004, Eko Rusdiyanto wrote:

> 
> Selaku rakyat biasa, yg kebetulan sempat membaca hasil tim GDSI, saya mohon
> penjelasan, setiap pembangunan sistem pasti ada "blue print" sistem.
> Sebetulnya siapa yg membuat "blue print" sistem IT KPU? Apakah GDSI atau Tim
> yg disebut oleh Bpk Basuki Suhardiman?


Blue Print dulu dihasilkan oleh team GDSI yang di komandani oleh 
anggota KPU IMam Prasodjo dan kemudian menghasilkan GDSI yang berharga
119 juta US dollar tersebut. Dan itu tahun 2002 ...

tahun 2003 , 
tepatnya bulan Mei 
GDSI tersebut tidak mungkin di implementasikan 
karena butuh biaya besar , akhirnya tetap diputuskan menggunakan IT oleh
KPU melalui rapat pleno dan diputuskan hanya 3 aplikasi saja yang
dipergunakan utk Pemilu 2004 yaitu "Sitarli , Situng dan Siperlu"

Jadi , dengan segala dinamika nya 
ya jadilah IT KPU seperti sekarang 
bisa juga dilihat tulisan dari Kantor Menko Ekuin di 
http://it.kpu.go.id/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=41&mode=thread&order=0&thold=0

Berikut ini tulisan bapak Hari S Noegroho , staff khusus Menko
Perekonomian
(beberapa bagian sudah di edit karena utk keperluan Internal KPU)


DAMPAK KEBIJAKAN TERAPAN IT SECARA UMUM 

Memperkecil kesempatan rekayasa hasil pemilu 
Adanya fasilitas yang di dukung dengan proses dan prosedur yang aman dalam
pelaksanaan IT KPU dapat menimbulkan kemungkinan rekayasan menjadi sulit,
sebagai akiibat dari :

-Kebijakan terapan IT yang menyebarkan entry point pemasukan data hasil
pemilu per TPS sedekat mungkin dengan TPS, yaitu hingga tingkat kecamatan
, untuk memungkinkan proses pengumpulan data data hasil pemilu per TPS
menjadi lebih cepat.

- Fasilitas informasi publik melalui Internet, untuk mengetahui secara
tepat hasil pemilu per TPS yang sudah di entry, memberikan kemudahan
petugas dan masyarakat memeriksa kembali hasil entry setiap TPS dan info
total per wilayah. Fasilitas ini menjadi media kontrol cepat untuk dapat
menghasilkan data hasil pemilu yang akurat per TPS

- Fasilitas otomasi kalkulasi hasil per Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten
Propinsi hingga skala nasional ,per kelompok partai dan calon presiden,
ternyata mempermudah proses kontrol internal maupun publik untuk ketepatan
data rekapitulasi manual, yang sebenarnya proses pelaporan dan
perhitungannya dilaksanakan juga dengan bantuan komputer

-Kecepatan dan kemudahan untuk dapat mengusut kebenaran data per TPS
maupun per kelompok rekapitulasi dengan bantuan IT, ternyata mempersulit
rekayasa suara yang secara manual, karena setiap perbedaan data
rekapitulasi dengan data IT akan memerlukan pemeriksaan detil untuk
mengetahui data mana yang ada kesalahan

Pembatasan keamanan proses perubahan dan perbaikan data hanya oleh petugas
di tingkat kelurahan, dilengkapi dengan tindakan hukum atas kesalahan yang
memiliki bukti kesengajaan, mampu mempersempit area kemungkinan perubahan
suara melalui sistem IT KPU.

Kesulitan Penyimpangan dalam proses pengadaan sarana IT

-Kebijakan membatasi biaya IT Pemilu sesuai kebutuhan penting saja ,
mendorong effisiensi pemanfaatan infrastruktur IT. Dengan pembatasan
tersebut tidak diperlukan investasi atas sarana yang sudah dimiliki oleh
badan usaha atau layanan publik , sehingga cukup dengan menyewa dari
beberapa badan usaha

-Mendorong pemanfaatan potensi yang sudah ada untuk menyusun sistem,
pemrograman hingga pengoperasian; yang dalam hal ini dilaksanakan oleh
tenaga akademisi, BPPT, LIPI, badan-badan usaha yang menyediakan jasa dan
solusi sewa, pengusaha swasta dengan solusi dalam negerim dengan hasil
yang memuaskan meski dilaksanakan tanpa bantuan tenaga asing.





_______________________________________________
Itb mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb