JPN. Sumarno
Tue, 31 Aug 2004 22:27:12 -0700
On Tue, 31 Aug 2004, Muhamad Tole wrote: > Ya aku mengerti maksudnya menjelaskan adanya polemik. Tapi > bagiku polemik itu kurang pantas untuku ikut campur, aku > nyakin adik adik di milis inipun merasa tak pantas masuk > kedalam polemik itu, karena apa.....dalam dunia konsultan > dan kontraktor, sudah ada kompetisi yang jelas, yang > paling murah yang akan unggul. Pak, walau itu ditenderkan, itu soal proyek negara lho. Karena itu banyak pihak merasa perlu ikut campur atau memberi koreksi. > Aku cukup paham kalo pak Roy ngeyel karena di dunia > akademis ngeyel itu penting. Tetapi baiknya liat, didunia > bisnis apalagi macam dunia tender. Yang paling murah yang > akan menang selama masih sesuai dengan TOR nya. Anda sebaiknya menyadari apabila hal hal yang masih belum jelas di Indonesia atau UU nya belum jelas masih bisa diubah ubah. Padahal jika sudah terlanjur dibelanjakan kenapa tidak dimanfaatkan saja ya. > Fair play competition disana memang tampak jelas, siapa > bisa memberikan harga proyek semurahnya dengan tetap > menjaga kualitas, akan menang. Disitulah diuji > profesionalitas pelakunya dalam berbisnis. Mengapa anda begitu menekankan soal fair play competition ? apakah hal demikian ini amat perlu sebagai landasan Indonesia maju ? ataukah anda memiliki analisis lain soal ini ... masih perlukah fair play competition diterapkan di Indonesia, sementara sarjana sarjana di Indonesia saat ini diberikan bekal tambahan ? ataukah karena iklim fair play competition di era global itu sudah demikian kompleksnya sehingga setiap sarjana baru perlu dibekali bekal tambahan. Wassalam -Marno- _______________________________________________ Itb mailing list [EMAIL PROTECTED] http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb