Mulyanto
Tue, 31 Aug 2004 22:42:42 -0700
Jadi kalau GDSI mau dimplementasikan lengkap, bisa melanjutkan dengan sistem yang sekarang? Terus kalau GDSI mau dikembangkan untuk aplikasi lain selain PEMILU bisa nggak? Misalnya database nasional yang lebih luas (STNK, KTP, SIM, etc). Jadi misalnya POLISI mau ngecek keaslian STNK tinggal akses ke komputer. Nah sistem-nya Roy itu bisa dikembangkan jadi apa? Memang kalau mikir cuman buat ngitung PEMILU doang, sistem yang sekarang mungkin berlebihan. Tapi kalau mau dikembangkan jadi GDSI atau semacamnya, mestinya lebih mudah kan? Mestinya kalau mau dikembangkan, sistem yang ada sekarang di perbaiki. Ini kok malah minta dihentikan trus diganti yg baru. Kalau cuman mau ngitung doang, manual aja kan bisa yah. Jadi niatnya bikin GDSI dulu gimana sih???? On Wed, 1 Sep 2004 11:09:47 +0700 (JAVT), Basuki Suhardiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > DELETED > > Blue Print dulu dihasilkan oleh team GDSI yang di komandani oleh > anggota KPU IMam Prasodjo dan kemudian menghasilkan GDSI yang berharga > 119 juta US dollar tersebut. Dan itu tahun 2002 ... > _______________________________________________ Itb mailing list [EMAIL PROTECTED] http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb