On Wed, 1 Sep 2004 12:09:45 +0700 (JAVT)
"JPN. Sumarno" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak, walau itu ditenderkan, itu soal proyek negara lho.
Karena itu
banyak pihak merasa perlu ikut campur atau memberi
koreksi.
Apakah menurut pak marno proyek jalan raya bukan proyek
negara ?
apa jadinya jika bapak adalah penduduk di sebuah kota
Cirebon kemudian karena
merasa sebagai warga negara Indonesia, maka ikut
mengkritisi proyek jalan di kota Pontianak yang berbeda
propinsi. Apakah bapak bisa disebut mematuhi aturan main
pembangunan daerah ? ingat sekarang ada otonomi daerah
dengan peraturan tersendiri lho. Apakah bapak mau dengan
uang sendiri pergi mengecek kualitas jalan raya di
Pontianak ? aku yakin bapak tidak akan mau kecuali bapak
memang pakar konglomerat.
Jadi itu soal rule of the game, kalau kita hendak ikut
bermain silahkan, namanya negara demokrasi, siapa saja
boleh, asal mengikuti aturan main. Kenapa aku tidak mau
ikut campur, karena aku bukan pemain dibidang IT, dan aku
tidak memiliki surat peserta tender di KPU atau Departemen
Dalam Negeri. Kalaupun aku memilikinya, persoalan ini
lebih suka aku analisis dari sisi realitasnya saja.
Anda sebaiknya menyadari apabila hal hal yang masih
belum jelas di
Indonesia atau UU nya belum jelas masih bisa diubah
ubah. Padahal jika
sudah terlanjur dibelanjakan kenapa tidak dimanfaatkan
saja ya.
Soal soal grey area memang selalu demikian, ada banyak
pihak yang ingin mengelolanya. Bahkan di lapangan sampai
sering terjadi tumpang tindih kebijakan yang menyebabkan
masyarakat "merasa terhimpit".
Soal barang IT KPU yang sudah ada tetap dipergunakan
seterusnya, saya kira setuju saja, sebab IT KPU itu hanya
sebagai PAPAN TULIS Nasional saja. Bukan sesuatu yang
ditujukan untuk keharusan menghasilkan produk ekonomis.
Mengapa anda begitu menekankan soal fair play
competition ? apakah hal
demikian ini amat perlu sebagai landasan Indonesia maju
? ataukah anda
memiliki analisis lain soal ini ... masih perlukah fair
play competition
diterapkan di Indonesia, sementara sarjana sarjana di
Indonesia saat ini
diberikan bekal tambahan ? ataukah karena iklim fair
play competition di
era global itu sudah demikian kompleksnya sehingga
setiap sarjana baru
perlu dibekali bekal tambahan.
Semenjak dulu fair play competition sudah ada, tetapi pada
prakteknya agak kabur dengan soal politik dan koperasi
sehingga akibatnya hasil tender bukanlah hasil fighting
dari competisi itu sendiri. Akhirnya muncul semacam proyek
KKN dengan konsekuensi hasil pekerjaan yang tidak selalu
bagus.
Karena dulu indikasinya demikian, maka sekarang aku lebih
suka memajukan fair play competition itu sendiri, sebab dg
cara itulah kita bisa bebas KKN. Dan hasilnya akan muncul
berbagai badan usaha profesional secara alamiah. Tentu
saja polemik seperti soal tender IT KPU, menurut aku tidak
terlalu perlu dibesar besarkan atau dilama lamakan,
bukankah didunia ini tidak ada yang sempurna ? biarkan
proses fair competition di bidang IT terjadi secara
alamiah sehingga di Indonesia bisa muncul generasi
generasi baru seperti Bill Gate. Lupakanlah cara cara lama
yang telah mengkebiri kreatifitas generasi muda.
Namanya orang pasti akan selalu berjuang, nah dalam fair
play competition itulah orang dituntut untuk maksimal
berjuangnya sehingga secara tampak luar output dari setiap
pihak yang berkompetisi bisa terlihat. Maka pihak yang
lulus kompetisi atau menang tender bisa dijamin akan dapat
memberikan hasil maksimal walaupun itu masih diperlukan
pengawasan.
Itulah sebabnya aku lebih menggarisbawahi perlunya fair
play competition. Soal sarjana baru diberi tambahan bekal
menurut aku sih bagus bagus aja, bukankah itu termasuk
sebuah cara memberikan jenis kail yang lebih handal
kepada para sarjana baru agar mereka bisa hidup lebih baik
kelak di era global.
wassalam
mt
===========================================================================================
"Gabung INSTANIA, dapatkan XENIA. Daftar di www.telkomnetinstan.com, langsung dapat
akses Internet Gratis..
Dan ..ikuti "Instan Smile" berhadiah Xenia,Tour S'pore, Komputer,dll, info hub : TELKOM
Jatim 0-800-1-467826 "
===========================================================================================
_______________________________________________
Itb mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb