itb  

Re: [Itb] [GENETIK@] RE: HARTUNGNAS : Solusi tepat TI-KPU

JPN. Sumarno
Wed, 01 Sep 2004 01:04:28 -0700

On Wed, 1 Sep 2004, Muhamad Tole wrote:
> Apakah menurut pak marno proyek jalan raya bukan proyek 
> negara ?

ya jelas dong

> apa jadinya jika bapak adalah penduduk di sebuah kota 
> Cirebon kemudian karena
> merasa sebagai warga negara Indonesia, maka ikut 
> mengkritisi proyek jalan di kota Pontianak yang berbeda 
> propinsi. 

apkah tidak boleh untuk meningkatkan daya analisis saya terhadap kajian
seperti itu ?

> Apakah bapak bisa disebut mematuhi aturan main 
> pembangunan daerah ? ingat sekarang ada otonomi daerah 
> dengan peraturan tersendiri lho. Apakah bapak mau dengan 
> uang sendiri pergi mengecek kualitas jalan raya di 
> Pontianak ? aku yakin bapak tidak akan mau kecuali bapak 
> memang pakar konglomerat.

secara tersamar anda ingin menyampaikan kepada saya bahwa dalam era
otonomi daerah, setiap daerah memiliki peraturan pembangunan tersendiri,
sehingga pelestarian pembangunan di daerah itu amat tergantung kepada
"usaha" pemerintah daerahnya dan agak menutup kemungkinan adanya kritik
dari penduduk luar propinisi.

> Jadi itu soal rule of the game, kalau kita hendak ikut 
> bermain silahkan, namanya negara demokrasi, siapa saja 
> boleh, asal mengikuti aturan main. Kenapa aku tidak mau 
> ikut campur, karena aku bukan pemain dibidang IT, dan aku 
> tidak memiliki surat peserta tender di KPU atau Departemen 
> Dalam Negeri. Kalaupun aku memilikinya, persoalan ini 
> lebih suka aku analisis dari sisi realitasnya saja.
> 

mengapa analisis realitas anda tidak pernah dimuat di media masa, bukankah
itu sebuah bahan pembelajaran penting bagi masyarakat ?

> Soal barang IT KPU yang sudah ada tetap dipergunakan 
> seterusnya, saya kira setuju saja, sebab IT KPU itu hanya 
> sebagai PAPAN TULIS Nasional saja. Bukan sesuatu yang 
> ditujukan untuk keharusan menghasilkan produk ekonomis.

tetapi menurut pak Roy itu harus dihentikan dan digantikan dengan mesin
fax. Mungkin maksudnya mesin fax yang bisa menerima email kali ya :-).

> Karena dulu indikasinya demikian, maka sekarang aku lebih 
> suka memajukan fair play competition itu sendiri, sebab dg 
> cara itulah kita bisa bebas KKN. Dan hasilnya akan muncul 
> berbagai badan usaha profesional secara alamiah. Tentu 
> saja polemik seperti soal tender IT KPU, menurut aku tidak 
> terlalu perlu dibesar besarkan atau dilama lamakan, 
> bukankah didunia ini tidak ada yang sempurna ? biarkan 
> proses fair competition di bidang IT terjadi secara 
> alamiah sehingga di Indonesia bisa muncul generasi 
> generasi baru seperti Bill Gate. Lupakanlah cara cara lama 
> yang telah mengkebiri kreatifitas generasi muda.

wah saya salut kepada anda yang lebih mengedepankan semangat "menghargai"
kreativitas kaum muda. Saya setuju, karena masa depan Indonesia amat
tergantung dari semangat juang dan kreativitas kaum mudanya. Sebagai
contoh, Indonesia sekarang merdeka, karena dulu banyak kaum muda berjuang
dengan iklas, berkorban jiwa raga dan harta. Sebagai informasi saja, dulu
ada keluarga muda di Bandung yang rela membakar perusahaan transportasinya
yang bernama Bandung de Express, ketika terjadi Bandung Lautan Api,
dirinya berjuang bersama para pemuda lainnya dan gugur di daerah Sumedang,
sedangkan keluarganya mengungsi ke wilayah Priangan Timur.

Menurut anda apakah masih perlu semangat seperti ini untuk memajukan
Indonesia, ataukah yang dibutuhkan adalah semangat ngedugem saja ?


Wassalam
-Marno-

_______________________________________________
Itb mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb