itb  

Re: [Itb] buat perempuan yg menolak dimadu, berikut artikel yg (mudah2an) bermanfaat :-)

Holid Azhari
Wed, 22 Dec 2004 01:49:12 -0800

setuju banget dah
tiada keberatan dalam diri beta terhadap opinimu

----- Original Message -----
From: "Vini Indriasari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <itb@itb.ac.id>
Sent: Wednesday, December 22, 2004 2:05 PM
Subject: Re: [Itb] buat perempuan yg menolak dimadu,berikut artikel yg
(mudah2an) bermanfaat :-)


> Sorry, agak serius dan panjang dikit nih tulisannya :)
> Kalau kemaren mas anti viva itb bilang hanya "perempuan2 terpilih" lah
> yg rela suaminya berbagi kasih sayang dan cinta dengan perempuan lain,
> maka saya juga bilang, hanya "laki2 terpilih" lah yg berhak melakukan
> itu, dan dlm pandangan saya, di masa kini "laki2 terpilih" tsb amat
> sangat jarang...
>
> Menurut saya, laki2 yg 'berhak' berpoligami itu justru mereka yg tdk
> pernah 'berniat' berpoligami, tdk pernah bertanya pada istrinya, "boleh
> gak saya menikah lagi?', sebaliknya justru si istri yg berkata, 'mas,
> sepertinya akan lebih baik kalau tdk hanya saya yg menikmati keberkahan
> mjd istri mas' (agak puitis dikit nih bhsnya... :) ).
> Kenapa si istri bisa sampe memberi saran demikian?
> Krn dia merasa, suaminya itu org yg banyak memberi syafaat & teladan
> bagi dirinya dan anak2nya. Sehingga dia berpikir, kayaknya sayang deh
> suami sebaik ini cuma dia yg menikmati, kalau ada lebih banyak istri dan
> anak2, tentu lebih banyak pula yg bisa mendapatkan syafaat dan teladan
> darinya. Spt dlm puisi kemaren, si suami ingin menebar faedah akan
> keberadaannya.
> Sedangkan si suami sendiri, meskipun sudah demikian baiknya di mata sang
> istri, tetap merasa kurang sempurna shg dia tdk akan dgn PD-nya merasa
> bisa mengurus lebih dari satu istri, dia akan khawatir tdk bisa bersikap
> adil, tdk bisa memberi teladan yg baik buat anak2nya, tdk bisa
> memperhatikan dan mendidik para istri serta anak2.
> Ingat, adil thd istri2 itu bukan hanya dari segi materi, dan adil bukan
> berarti kpd semua istri dibagi sama rata. Tidak sesimpel itu.
>
> Ya, mungkin analoginya mirip2 perkara pemimpin. Seorang yg layak mjd
> pemimpin justru adalah org yg tidak menginginkan kedudukan itu krn tau
> beban dan tanggung jawab yg harus dipikulnya akan sangat berat,
> sedangkan ia takut tdk mampu. Orang lain lah yg menilai bahwa ia layak
> memikul tanggung jawab tsb.
> Sebaliknya org yg meminta2 dipilih memegang suatu jabatan, oleh
> Rasulullah dulu org spt itu malah tdk diberi jabatan apa2.
>
> Jadi, maaf saja ya, kalau sekarang ada laki2 yg ribut2 pengen
> berpoligami, langsung deh, saya nilai laki2 yg begini ini TIDAK LAYAK
> berpoligami (jgn pada kesinggung ya... please... :) )
> Saya tdk mau dipoligami (ini berarti keinginan berpoligami datang dari
> suami), tapi mungkin saya bisa bersedia "memoligamikan" --duh, apa ya
> istilahnya, maksudnya "membuat suami berpoligami" gitu-- (ini berarti
> ide berpoligami datang dari istri, dan kalau istri bisa sampe ber-ide
> spt itu, berarti si suami memang sangat "layak" berpoligami).
>
>
> Merespon email "Anti Viva-ITB", 12/22/2004 12:29 PM sbb:
>
> > diambil dari www.eramuslim.com, buat Vini cs yg 'ogah'
> > dimadu ;-) buat Dini cs yg pro dimadu, mesti begini
> > lho 'caranya' ;D
> >
>
> -message truncated-
>
>
> --
> »» Vini ««
>
> _______________________________________________
> Itb mailing list
> Itb@itb.ac.id
> http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
>

_______________________________________________
Itb mailing list
Itb@itb.ac.id
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb