itb  

[Itb] soal kompas (fwd)

Basuki Suhardiman
Tue, 26 Apr 2005 21:57:17 -0700

heheheh...
ada yg protes, 
tapi karena saya jadi forwarder 
ya supaya imbang , ya aku forward juga keberatan dari kompas soal 
tulisan satria kepencet 

-bsd-


---------- Forwarded message ----------
Date: Mon, 25 Apr 2005 23:35:25 +0700
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: Sidik Pramono <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Itb] soal kompas (fwd)


Untuk Satria Kepencet
via Sdr Basuki Suhardiman

    Saya telah menerima ulasan, penilaian, dan tuduhan, dari Satrio Kepencet 
yang diforward oleh Basuki Suhardiman menyangkut pemberitaan Kompas berjudul 
"Kotak Suara Sebagai Kunci Pembuka" Sabtu, 23 April 2005 (bukan 2003 seperti 
ditulis Satrio Kepencet). Pada intinya, orang yang menyebut diri Satrio 
Kepencet telah menyebut beberapa hal:
(1) Reporter Kompas berinisial "dik" (penulis berita) sangat dekat dengan RS 
dan SY
(2) Reporter dik menjadi pemenang tulisan Pemilu yang diadakan MediaCenter KPU 
dan menangnya Dik bukan karena tulisan tapi karena Kompas.
(3) Dik dan segelintir wartawan lain menerima gaji bulanan dari SY

Dari konstruksi seperti itu, Satrio kepencet menilai yang kemudian diforward 
oleh Basuki Suhardiman bahwa tulisan dik tidak obyektif.

Atas beberapa hal itu kami perlu memberikan tanggapan.
Pertama, kami mengucapkan terima kasih atas komentar dan ulasan Sdr Satrio 
Kepencet, meskipun tanggapan itu tak diberikan langsung kepada kami, tapi 
diforward oleh Basuki Suhardiman. Akan lebih gentle kalau Satrio Kepencet 
mengungkapkan jati dirinya karena lembaga yang dituduh juga jelas dan reporter 
yang ditulis juga jelas. Via telepon saya sudah menanyakan kepada Sdr Basuki 
Suhardiman perihal siapa itu Satrio Kepencet yang memang sering menulis 
persoalan di seputar KPU. Sdr Basuki mengatakan, Satrio Kepencet bukanlah 
dirinya. Sdr Basuki hanya mengaku menerima email dari Satrio Kepencet dan 
kemudian diforward.
Kedua, Kompas menempatkan beberapa reporternya di KPU. Jadi, bukan hanya dik 
yang bertugas di KPU. Penilaian bahwa dik sangat dekat dengan RS dan SY adalah 
penilaian tanpa tolok ukur yang jelas, apa ukurannya. Sebagai wartawan yang 
ditempatkan di KPU bersama reporter Kompas lain, dia harus dekat dengan 
narasumber dan bisa menghubungi kapan saja narasumber itu. Bukan hanya RS dan 
SY. Namun kami menunggu data lebih lengkah soal tudingan itu.
Ketiga, bahwa dik menjadi pemenang lomba penulisan pemilu yang diadakan Media 
Center adalah benar adanya. Namun, beberapa wartawan Kompas-- selain dik-- juga 
diikutkan dalam lomba penulisan pemilu. Bahwa kemudian, ada tudingan bahwa 
kemenangan dik bukan karena laporannya tapi karena Kompasnya, itu adalah 
penilaian mutlak dewan juri. Kami tak bisa memberikan komentar atas penilaian 
dewan juri. Mungkin dewan juri lah yang harus memberikan tanggapan atas ini. 
Kami juga tidak pernah membuat tulisan atau laporan untuk dilombakan atau 
diikutkan loma penulisan pemilu.
Keempat, tuduhan bahwa dik dan sejumlah wartawan lain menerima gaji bulan dari 
SY. Kami mengharapkan Satrio Kepencet bisa memberikan data yang lebih detil 
soal itu. Bagi Kompas, kalaulah tuduhan itu benar dan bisa dibuktikan, 
pemecatan akan langsung dilakukan. Kami menunggu data dan informasi lebih jauh 
soal data bahwa dik menerima gaji bulanan dari SY. Namun jika tuduhan itu tak 
bisa dibuktikan, tentunya hal itu sudah merupakan pencemaran nama baik dan juga 
pembunuhan karakter yang amat sangat disayangkan oleh orang-orang intelektual 
yang telah menggunakan instrumen teknologi informasi untuk menista orang.
Kelima, dengan konstruksi seperti diatas, Satrio Kepencet mau menyimpulkan 
bahwa tulisan dik tidak obyektif. Soal obyektivitas memang bisa debatable. 
Namun dengan mengambil kutipan tulisan dik yang diambil Satrio Kepencet, " Jika 
mau mengurut proses pengadaan di KPU, adalah yang peduli dengan apa yang 
terjadi dengan pengadaan logistik yang dialakukan pada 2002...?. Menurut kami, 
dik mencoba menggugat bahwa dugaan korupsi juga terjadi juga terjadi sebelum 
soal tender kotak suara. Ia menggugat itu dalam tulisannya. Dan memang tak ada 
(belum ada) yang peduli soal itu. Jadi, menurut kami, dik telah mencoba 
menggugat dugaan korupsi yang terjadi di KPU sebelum kotak suara.

Demikian tanggapan dari kami, kolega dik di Kompas. Kami mengharapkan 
kerjasamanya untuk memberikan data lebih jauh soal adanya gaji bulanan yang 
diterima dik dan wartawan lain. Kami juga mengharapkan Satrio Kepencet mau 
membuka jati dirinya secara jelas sehingga bisa membantu kami untuk mendapatkan 
informasi tentang perilaku wartawan Kompas di lapangan. Dengan mau membuka 
diri, tentunya kami bisa juga ikut menilai kualitas dari Satrio Kepencet dan 
kualitas informasi yang disampaikannya. Kami terbuka untuk menerima masukan 
apapun -- dengan data yang bisa dipertanggungjawaban bukan sekadar fitnah dan 
tudingan tak berdasar-- untuk perbaikan kami di masa depan. Kami menerima 
segala kritik dan masukan dan karena itu kami juga membuka ruang kritik melalui 
Forum Pembaca Kompas dan Ombudsman Kompas yang anggotanya orang-orang luar 
Kompas untuk "mengadili" Kompas jika Kompas melakukan kesalahan.



Terima kasih.



Nama jelas: Budiman Tanuredjo
No telp 5347710 eks 5188
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
Kolega Dik di Desk Politik dan Hukum Kompas

_______________________________________________
Itb mailing list
Itb@itb.ac.id
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb