|
Adenium
BERBONGGOL YANG LAYAK DIKOLEKSI
Lagi-lagi adenium. Tanaman yang lebih akrab disapa
kamboja jepang ini memang tak ada matinya, masih saja menjadi primadona. Apalagi
jika ia punya bonggol yang indah meliuk.
Tanaman satu ini memang
primadona. Harganya bisa ratusan ribu, bahkan jutaan per pot. Apalagi bila ia
memiliki bonggol indah meliuk, menekuk, membulat, dan membengkak, harganya bisa
mencapai 2 3 juta per pot. Anda pun bisa menciptakan bonggol-bonggol indah
itu sendiri asal sabar dan tekun.
Adenium (Plumeria acuminate
varadenium) dikenal juga dengan nama kamboja jepang. Namun, kendati ada
embel-embel "jepang" di belakang namanya, ia bukan dari Jepang, melainkan
Afrika. Di tanah asalnya, adenium hidup di padang
pasir. Toh, ia mampu berbunga lebat, lo. Warna bunganya pun warna-warni,
sementara akarnya membesar membentuk bonggol yang tak kalah menawan.
 BIBIT DARI BIJI Akar adenium membesar bak
umbi. Bentuknya meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri, saling berhimpitan, sehingga
sangat artistik. Membesarnya akar hingga berupa bonggol tergantung umur dan asal
bibit. Bonggol akan lebih cepat nongol dan artistik bila ia berasal dari bibit
biji. Pada usia 2 - 3 bulan sejak penyemaian biji, pangkal batang tanaman sudah
kelihatan membesar. Pangkal batang tersebut berbentuk bulat seperti bawang
merah. Cara stek atau cangkok, kendati bisa juga membentuk bonggol, butuh waktu
amat lama. Itupun hasilnya kurang bagus. Buah adenium terletak di ujung tunas,
tumbuhnya berpasangan (dua buah) dengan bentuk buah pipih panjang. Warnanya
hijau ketika muda, lalu berubah cokelat ketika dewasa. Di dalam buah inilah,
terdapat biji-biji. Satu buah adenium berisi sekitar 20 - 40 biji. Nah, bij-biji
inilah yang kelak akan disemaikan.
Bagaimana agar adenium berbonggol
artistik? Buang bulu-bulunya, lalu keringanginkan selama sekitar 2 jam. Siapkan
media tanam berupa pasir kasar, arang sekam, dan pupuk kandang (1:1:1). Media
harus porous (tidak mengikat air). Lalu, campurkan merata dan masukkan ke dalam
polybag atau pot. Buat lubang tanam sedalam 0,5 cm persis di tengah-tengahnya.
Setelah itu, masukkan satu biji untuk satu polybag. Posisi biji
horizontal. Lalu tutup dengan media tanam. Semprot air merata, dan letakkan di
tempat teduh. Jaga jangan sampai media tanam kering. Rajinlah menyemprot air.
Lazimnya, setelah 2 minggu sejak penyemaian, akan tumbuh tunas. Setelah 3 bulan,
pindahkan bibit adenium ke pot. Nah, Anda tinggal menunggu hasilnya. Mudah,
bukan?
PANGKAS BAK BONSAI
Memangkas adenium mutlak hukumnya. Jika tidak, bisa-bisa
cabang-cabang tumbuh memanjang tak beraturan, kurus, dan enggan berbunga.
Pemangkasan akan mempercantik penampilan tanaman, selain juga agar rajin
berbunga, sekaligus memutus serangan hama
penyakit. Usai dipangkas, bonggol pun akan membengkak dan meliuk-liuk, berbatang
pendek, pertumbuhan tunas dan daun menjadi kompak. Adenium pun akan mirip
bonsai.
Bagaimana cara melakukan pemangkasan? Yang pertama, pastikan
tanaman dalam kondisi sehat. Jangan memangkas tanaman saat dalam kondisi lemah.
Bisa-bisa malah mati. Jadi, pastikan tanaman benar-benar sehat. Cirinya? Daunnya
subur, tampak hijau segar dan licin, batangnya kekar dan segar, tunas dan
cabang-cabang kuat serta berdiri tegak.
Kira-kira sebulan sebelum
dipangkas, sebaiknya beri pupuk lebih dulu. Berikan pupuk NPK sebanyak + sendok
teh untuk pot yang berdiameter 20 cm, atau 1 sendok teh untuk pot berdiameter 40
cm.
Setelah itu, ambil pisau tajam atau cutter steril, lalu potong
cabang sekitar 10 - 20 cm dari pangkal batangnya. Olesi bekas potongan dengan
fungsida agar tidak terserang jamur. Yang terakhir, usai melakukan pemangkasan,
letakkan adenium di tempat teduh sekitar 2 minggu. Baru kemudian pindahkan ke
tempat yang panas dan terkena matahari langsung, sehingga merangsang pembungaan.
***
AGAR BONGGOL NONGOL
1. Bongkar adenium saat berumur sekitar setahun atau saat bonggol
sudah tampak. Hati-hati, jangan sampai merusak akar, apalagi bonggolnya.
Bersihkan tanah dan kotoran yang menempel pada akar dengan cara disemprot.
Pangkas bila akar tak beraturan.
2. Usahakan media tanamnya tetap
porous, berupa campuran pasir kasar, arang sekam, dan pupuk kandang (2:1:1).
Carilah pot dangkal, biasanya pot bonsai, lalu masukkan media ke dalamnya hingga
setengah tinggi pot.
3. Agar bonggol terlihat, tanam adenium di bagian
tengah pot. Jadi, yang tertanam adalah akar-akar kecil yang menempel di bawah
atau sekitar bonggol. Di sela-selanya, tambahkan media tanam hingga akar merekat
pada media. Usahakan posisi adenium tidak gampang goyah. Untuk memperkuat
posisi, siram lebih dulu dengan air, lalu tekan bonggol pelan.
4.
Letakkan adenium di tempat teduh selama 1 - 2 bulan untuk memperkuat akar.
Setelah akar kuat, letakkan di tempat terbuka dan terkena sinar matahari
langsung. ***
LAYU PUCUK DAN BUSUK
AKAR Waspada bila daun adenium rontok. Ini berarti adenium sedang
terserang penyakit layu pucuk akibat jamur. Sebaiknya segera semprot dengan
fungisida, misalnya Agrimex, dengan dosis 1 cc per 1 liter air.
Jika
yang diserang akarnya, segera potong akar yang membusuk. Olesi bekas potongan
dengan hormon perangsang akar, sementara bagian lainnya yang tidak terserang
disemprot dengan Mansote atau Dagonil. Boleh juga mengganti media tanamnya
dengan yang baru. Setelah itu, tanaman adenium ditanam kembali.
sumber
: tabloidnova.com
|