jamaah  

[Ar-Royyan-5655] Awas !! Penipuan dengan mem-block telpon (HP, telp kantor, telp rmh)

FPS Indonesia \(Jkt\) - Mr. Jaerony S
Thu, 18 Jan 2007 18:37:19 -0800

Asslmkm.Wr.Wb.
Kejadian di bawah ini menimpa teman kantor, tapi kira-kira seminggu lalu Pak 
Yudi ("Lurah") juga mengalami hal serupa tapi tidak sampai mengalami kerugian. 
Sekedar jaga-jaga agar waspada.

Wass / Jaerony.-


----- Original Message ----- 
From: Puguh Santoso (WQA) 


Dear All,



Ass.wr.wb.



Mohon maaf, bila e-mail ini mengganggu.  Saya menganggap penting untuk berbagi 
ke semua milis Group tentang topik diatas, agar kiranya bisa dijadikan 
pelajaran bagi perorangan maupun karyawan perkantoran, dan yang terpenting 
membagi info ini kepada keluarga di rumah, yang sering dijadikan sasaran 
penipuan, sedangkan mereka mungkin belum pernah baca e-mail.

 

Sebelum beroperasi, sindikat penipu ini sudah mempelajari nomor2 telepon saya 
(HP, rumah, kantor) bahkan tahu nama beberapa orang kantor, khususnya keuangan. 
 Dengan berbekal info lapangan ini, "skill menggiring" yang nyaris sempurna, 
rekening bank dan kemampuan mem-block-out telpon, baik HP maupun nomor kantor, 
mulailah mereka menjalankan operasinya.   

 

Selasa siang jam 1 lewat, tanggal 16 Januari 2007, istri saya di rumah (Bogor) 
menerima telpon yang mengaku dari Polsek Matraman, Jakarta, mengabarkan bahwa 
saya  (disebut nama lengkap) kecelakaan di daerah Matraman, mobil bertabrakan 
dengan truk tangki pertamina.  Ketika istri menanyakan kondisi saya, 'sang 
polisi' menjawab tidak tahu persis karena saya sudah dibawa ke RS Cipto (RSCM), 
dan menyarankan agar menghubungi dokter IGD yang menangani, sambil memberi 
nomor HP sang dokter (mentari).

 

Segera istri menelpon HP tadi, dan diangkat oleh 'dokter IGD' yang tak lupa 
mengawali dgn kata 'Assalaamu'alaikum'.  Dokter yang sholeh, nih...pikir istri 
saya.   Selanjutnya dokter IGD yang menyebut dirinya dr.Handoko, memberitahukan 
kondisi saya sedang koma, kepala retak, kaki kanan patah di dalam dan tinggal 
tertahan kulit saja.  Oleh karena itu perlu segera dioperasi, dan perlu alat 
yang ditebus dari Apotik Kimia Farma, Raden Saleh, untuk dipasang di kepala dan 
kaki.  Kontan kabar ini membuat istri shock,  meski masih sempat menanyakan 
apakah sudah ada orang kantor yang ke RSCM.  

 

Dr. Handoko menjawab "Tadi sudah ada, namanya Bu Tanti, Pak Yanto dan Wahyu.  
Sekarang yang penting bapak harus segera ditolong. Ibu silakan hubungi Apotik 
Kimia Farma untuk menebus alatnya.  Ini nomor HP apotekernya.." (sambil 
memberikan no.HP tertentu).  Saat itu juga istri menghubungi HP tsb, dan 
dijawab "Memang betul Apotik sudah terima resep dari RSCM atas nama pak Yuwono 
Puguh S.   Harga alatnya Rp 17 juta, dan kalau mau silakan segera transfer ke 
nomor Rekening BCA nnnn & Bank Mandiri sekian-sekian..... sebelum dibeli oleh 
orang lain, lho Bu....karena tadi ada yang cari juga".

 

Di tengah kepanikan, istri yang kebetulan tidak sedang pegang Kartu ATM, 
terpikir ingin bicara dengan Bu Tanti (Keuangan).  Lantas telpon lagi ke 
dr.Handoko, ingin disambungkan ke Bu Tanti  (Istri tidak simpan HP Bu Tanti).  
Dokter mengatakan, "Bu Tanti sudah pergi ke Polsek Matraman".  Ketika minta 
bicara dengan Pak Yanto, dijawab Pak Yanto sedang diluar dan tidak boleh masuk, 
ini ruangan ICU.  Istri mengatakan, biaya ditalangi kantor, makanya istri cari 
Bu Tanti.....Sang dokter menjawab, "Betul, tadi Bu Tanti juga katakan ada 
jaminan kantor sebesar Rp 53juta, tapi baru cair nanti sore.   Sekarang Ibu 
tebus dulu alatnya dari apotik, kalau tidak segera, kemungkinan besar bapak 
tidak tertolong lagi."   (Ini trik jitu, agar istri mau segera transfer, karena 
toh akhirnya diganti kantor).

 

Saat itu juga, yang terpikir oleh istri adalah menghubungi dua Adik saya di 
Pasar Minggu (utk mentransfer uang dan menjenguk ke RSCM); dan telpon ke kantor 
Ancol untuk mencari Bag.Keuangan.  Begitu adik saya dimintai tolong, sempat 
cross-check menelpon ke HP saya, namun tidak nyambung.  

 

Di pihak lain, sekitar jam 14 kurang, istri menelpon ke kantor Ancol (6906586) 
dan diangkat oleh suara laki-laki, mengaku karyawan baru.  Ditanyakan ada Bu 
Tanti? dijawab Bu Tanti tadi keluar, sedang ke RSCM bersama pak Yanto dan 
Wahyu, karena Pak Yuwono kecelakaan.  Jawaban ini membuat istri makin yakin 
saya kecelakaan, dan harus diatasi sendiri dahulu.

 

[Belakangan, saya dapat info dari Mas Wahyu (IT), bahwa sebelumnya ada telpon 
dari pak Bambang Purnomo yang mengaku dari Divisi I TELKOM, bidang perbaikan 
jaringan telpon, meminta agar saluran telpon dimatikan selama 30 menit karena 
ada perbaikan.  Mas Wahyu lantas minta Mas Nugi (GA) untuk mematikan saluran.   
Belum lagi dilakukan, Mas Wahyu ditelpon lagi 5 menit kemudian oleh orang yang 
sama. "Koq, belum dimatikan juga, Pak ? Nanti pulsanya akan membengkak kalau 
tidak diperbaiki".  Lantas, Mas Nugi segera matikan saluran pokok telepon.  
Saat itulah, nomor 690-6586 "dialihkan" sehingga sewaktu istri saya telpon yang 
menerima rupanya salah satu anggota sindikat mereka.  Jelas bahwa 'resepsionis 
baru' tadi adalah karyawan gadungan....]

 

Rupanya untuk memastikan apakah transfer sudah masuk, dr. Handoko telpon lagi 
ke Bogor sambil mengulang bahwa bila tidak ada alat, saya tidak akan tertolong. 
 Istri pun menjawab bahwa yang urus sudah dialihkan kepada Adik di Pasar Minggu 
dan diberi nomor HP-nya.  Sementara Adik saya yang satu, bawa motor pergi ke 
RSCM.  (Pikirnya, kalaupun harus bayar, langsung saja ke apotiknya, tidak usah 
ditransfer).  Dia pun didesak juga oleh dr.Handoko.

 

Sedangkan Adik yang satu lagi --yang kebetulan seorang dokter-- mulai ragu, 
secara etika kedokteran, tidak boleh seorang dokter sampai mendesak agar 
keluarga pasien segera bayar.  Lantas dia cek katalog Apotik, ternyata Kimia 
Farma tidak ada yang terletak di Jl. Raden Saleh.   Segera saja dia ulang bel 
HP saya, namun berulangkali tidak bisa nyambung.

 

Alhamdulillah, pkl. 14:06 HP-saya berhasil dihubungi -dugaan saya waktu 
pemblokiran sudah berakhir.  Begitu Adik saya tahu kondisi saya baik-baik saja 
dan ada di kantor Atrium, terbongkarlah penipuan ini, dan segera memberitahu 
Adik satu lagi yang sudah sampai di IGD RSCM.  Saya pun menelpon ke Bogor, tapi 
tidak nyambung.  Lantas saya bel HP-istri dan segera saya sampaikan bahwa ini 
penipuan.  Adik yang di IGD-RSCM tidak jadi bayar/transfer....he3x.

 

Temans.....meskipun ini bukan modus operandi baru (pernah saya baca di e-mail), 
setidaknya teknik block-out ini benar-benar terjadi terhadap HP-saya dan nomor 
kantor.  Silakan diforward ke yang lain, karena modus ini sudah dan akan 
diulang kepada korban-korban lain, di Cabang/kantor lain.....

 

Yang jelas, ketika sorenya kami laporkan ke BCA tentang penipuan menggunakan 
Rekening BCA ini, pihak BCA menyatakan bahwa memang ada keanehan di rekening 
tadi.  Seringkali ada sejumlah besar transferan masuk, tapi tak lama saldonya 
langsung NOL.  Artinya, si pemilik sengaja langsung tarik uang begitu berhasil 
menipu korbannya.  Saat kami datang, katanya posisi saldonya sudah NOL, 
meskipun baru saja ada saldo Rp 17 juta !  Nah....siapa itu yang kena tipu 
?!....hanya berselang sekitar 2 - 3 jam ?!  BCA merespon positif dan memblokir 
rekening itu.  

Kira-kira kepolisian dan operator seluler mau merespon positif, nggak ya.......



Wass.wr.wb.



PG


  • [Ar-Royyan-5655] Awas !! Penipuan dengan mem-block telpon (HP, telp kantor, telp rmh) FPS Indonesia \(Jkt\) - Mr. Jaerony S