jamaah  

Re: [Ar-Royyan-5908] Umar Bin Abdul Aziz

FPS Indonesia \(Jkt\) - Mr. Jaerony S
Thu, 01 Mar 2007 00:24:46 -0800

Pak Diran,

Buku yang pernah saya baca adalah "Karakteristik Perihidup Khalifah Rasul" 
terbitan CV Diponegoro, Bandung. Buku ini berisi kisah 4 Khulafaur Rasyidin 
ditambah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. Di buku ini antara lain diceritakan 
masa-masa Islam jaman Khalifah termasuk bagaimana hebatnya isue dan 
fitnah-fitnah di kalangan umat Islam khususnya di masa akhir Khalifah Ustman 
terus sampai kepada Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Umat Islam yang setia kepada 
Ali r.a. di kemudian hari menjadi golongan syi'ah yang sampai dengan sekarang. 
Sementara seterunya adalah dari Golongan Abu Sofyan (dari Bani Umayyah) yang 
belakangan ternyata adalah nasab dari Umar Bin Abdul Aziz itu sendiri (dari 
sisi Bapak).

Dan, munculnya Umar Bin Abdul Aziz bagaikan setetes embun yang meskipun 
memerintah dalam waktu sebentar tapi ditulis dalam tarikh Islam sebagai sebuah 
kebangkitan. 

Jadi, kadang saya berpikir demikian hebatnya umat Islam ini sudah berselisih 
sejak jaman akhir Khulafaur Rasyidin. Moga-moga jika kita "harus" berhadapan 
dengan sebuah konflik dengan saudara seiman mampu melihatnya dalam batas-batas 
yang proporsional dan tidak bias. Wallaahu a'lam.

Wassalam / Jaerony.-

  ----- Original Message ----- 
  From: Diran 
  To: jamaah@arroyyan.com 
  Sent: Thursday, March 01, 2007 2:37 PM
  Subject: Re: [Ar-Royyan-5908] Umar Bin Abdul Aziz


  AWW

  pak Jaeroni, klo boleh tahu ada gak buku ceritanya ttg Umar bin abdul Aziz 
ini ? di toko mana kalo mau beli?

  diran


    ----- Original Message ----- 
    From: jaerony 
    To: jamaah@arroyyan.com ; info@rw14.web.id 
    Sent: Wednesday, February 28, 2007 5:05 PM
    Subject: [Ar-Royyan-5908] Umar Bin Abdul Aziz


    Asslmkm.Wr.Wb.

    Pengantar :
    Saya sangat takjub dengan kisah sahabat Nabi yang satu ini dan menjadi 
barometer bagi seorang Pemimpin yang sering dihadapkan pada pilihan : 
Mempertahankan Kekuasaanya atau Mempertahankan Rasa Keadilannya. Umur 
pemerintahannya sangat singkat : 2 1/2 tahun tapi siapa yang tidak kenal dengan 
jaman keemasan Islam yang kedua itu?

    Maka untuk kita jadilah Umar Bin Abdul Aziz masa kini.

    Wass / Jaerony.-

    **********************************
    Umar Bin Abdul Aziz 29 November 2006
    Posted by AlMaidani in www.mediamuslim.info, Siroh, Siroh Islam, Nabawiyah, 
Ulama Islam, Kisah Islam, Sholeh, Kisah, Muslim, Ulama, Kisah teladan, Sejarah 
Islam, Islam. trackback 
    MediaMuslim.Info - Seorang Tabiin terhormat. Dia mendapat gelar Khalifah 
Rasyid yang ke lima karena memerintah sesuai dengan sistem Khulafaur Rasyidin. 
Dia naik tahta setelah Sulaiman bin Abdul Malik. Muhammad bin Ali bin Husain 
mengatakan tentang dirinya, "Kalian tahu bahwa setiap kaum memiliki orang yang 
yang menonjol? Yang menonjol dari Bani Umaiyah adalah Umar bin Abdul Aziz. Saat 
dibangkitkan di hari kiamat kelak, merupakan satu kelompok tersendiri."

    Menuntut ilmu
    Umar bin Abdul Aziz menuntut ilmu pada saat usia masih kecil. Walapun 
begitu dia sudah bergaul dengan para pemuka ahli fikih dan ulama. Pada masa itu 
juga pernah menjabat gubernur Madinah sebentar.

    Dibaiat menjadi khalifah
    Dia dibaiat menjadi khalifah setelah wafatnya Sulaiman bin Abdul Malik, 
sedang dia tidak menyukainya. Oleh karena itu dia mengumpulkan orang-orang di 
mesjid untuk salat berjamaah lalu berpidato. Setelah menyampaikan pujian kepada 
Alloh dan bersalawat kepada Nabi, dalam pidatonya dia mengatakan, "Wahai 
manusia! Saya telah diuji untuk mengemban tugas ini tanpa dimintai pendapat, 
permintaan dari saya, atau musyawarah kaum Muslimin. Maka sekarang ini saya 
membatalkan baiat yang kalian berikan kepada diri saya dan untuk selanjutnya 
pilihlah khalifah yang kalian suka!" Tetapi orang-orang yang hadir dengan 
serempak mengatakan, "Kami telah memilih engkau wahai Amirul Mukminin. 
Perintahlah kami dengan kebahagiaan dan keberkatan!" Setelah itu dia lalu 
menyuruh semua orang untuk bertakwa, untuk tidak menyukai dunia dan menyukai 
akhirat, kemudian berkata, "Wahai manusia! Barang siapa menaati Allah, wajib 
ditaati, siapa yang mendurhakai-Nya tidak boleh ditaati oleh seorangpun. Wahai 
manusia! Taatilah saya selama saya menaati Alloh dalam memerintamu dan jika 
saya mendurhakai-Nya tidak ada seorangpun yang boleh mentaati saya." Lalu dia 
turun dari mimbar.

    Percakapan antara dia dengan putranya setelah menjadi khalifah
    Sesampainya di rumah, Umar pergi ke tempat tidur untuk istirahat. Tetapi 
belum sempat membaringkan badannya, putranya, Abdul Malik datang 
menghampirinya. Ketika itu berumur 17 tahun. Dia mengatakan, "Apa yang hendak 
engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?" "Oh putraku, aku hendak istirahat 
sebentar, dalam tubuhku tidak ada kekuatan lagi." jawab Umar. Abdul Malik 
berkata lagi, "Apakah engkau istirahat sebelum mengembalikan hak yang dirampas 
dengan jalan curang kepada yang punya?" Umar menjawab, "Putraku, tadi malam 
saya bergadang untuk mengurus pamanmu, Sulaiman dan nanti waktu Zuhur saya akan 
salat bersama orang-orang dan insya Allah akan mengembalikan hak-hak yang 
diambil secara curang itu kepada yang punya." Abdul Malik berkata lagi, "Siapa 
yang bisa menjamin dirimu akan hidup sampai Zuhur wahai Amirul Mukminin?" Serta 
merta Umar berdiri, lalu mencium dan merangkul anaknya, serta mengatakan, 
"Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari tulang rusukku seseorang 
yang menolongku dalam beragama." Seketika itu juga dia memerintahkan untuk 
menyeru semua orang, bahwa barang siapa pernah dicurangi oranglain, agar 
melapor. Umar pun mengembalikan hak-hak yang dirampas dengan curang itu kepada 
yang punya.

    Keadilannya
    Umar pernah mengumpulkan sekolompok ahli fikih dan ulama dan mengatakan, 
"Saya mengumpulkan tuan-tuan ini untuk meminta pendapat mengenai hasil tindak 
curang yang berada pada keluargaku." Mereka mengatakan, "Itu semua terjadi 
sebelum masa pemerintahanmu. Maka dosanya berada pada yang merampasnya." Umar 
tidak puas dengan pendapat itu dan mengambil pendapat kelompok lain, di 
dalamnya termasuk putranya Abdul Malik yang mengatakan kepadanya, "Saya 
berpendapat, hasil-hasil itu harus dikembalikan kepada yang berhak, selama 
engkau mengetahuinya. Jika tidak dikembalikan engkau telah menjadi patner 
mereka yang merampasnya dengan curang." Mendengar itu Umar puas dan langsung 
berdiri untuk mengembalikan hasil-hasil tindak kecurangan itu.

    Wafatnya
    Masa pemerintahannya hanya berlangsung sebentar. Hanya dua tahun setengah. 
Dia menemui Tuhan dalam keadaan adil kepada rakyatnya.



    sumber : //kisahislam.wordpress.com

    ************************************************



    __________ NOD32 2072 (20070220) Information __________

    This message was checked by NOD32 antivirus system.
    http://www.eset.com
Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.
 

Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.