jamaah  

[Ar-Royyan-5925] Fw: [kamisetembang] CAP : "Hati-Hati dengan Dosa Syirik!"

Wardi Bintang
Thu, 01 Mar 2007 18:35:49 -0800

Mudah2an bermanfaat.

> "Hati-Hati dengan Dosa Syirik!"
>
> Senin, 08 Januari 2007
>
> Umat Islam diperintahkan bermuamalah, termasuk agama lain. Tetapi,
diperintahkan menjauhi dosa syirik. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian
Husaini ke-177.
>
> Oleh: Adian Husaini
>
> Beberapa hari lalu, melalui dua orang menteri kabinetnya, saya mengirim
pesan singkat kepada Presiden SBY: "Ada dua dosa yang cepat mendatangkan
azab Allah SWT, yaitu dosa syirik dan meninggalkan amar makruf nahi munkar."
>
> Semoga pesan itu sampai kepada Presiden SBY. Masalah tauhid dan dosa
syirik, seperti kita sebutkan pada catatan yang lalu, merupakan masalah yang
paling serius dalam kehidupan manusia. Syirik adalah kezaliman yang sangat
besar, karena manusia yang diciptakan Allah, diberi rizki oleh Allah, diberi
kehidupan oleh Allah, kemudian justru tidak tahu berterimakasih dan membuat
sekutu yang lain bagi Allah.
>
> Karena itu, Rasulullah saw mengajarkan sebuah doa untuk terhindar dari
dosa syirik: "Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari perbuatan
menyekutukan Engkau dengan sesuatu, sedangkan aku mengetahui hal itu. Dan
aku meminta perlindungan kepada Engkau dari tindakan menyekutukan-Mu dengan
sesuatu dan aku tidak tahu." (Allahumma inni a'udzubika min an usyrika bika
syaian wa ana a'lamu; wa a'udzubika min an usyrika bika syaian wa ana laa
a'lamu).
>
> Dalam buku berjudul Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafii karya Dr. Muhammad
Abdurrahman al-Khumais (diterjemahkan oleh Prof. Ali Musthafa Ya'qub)
disebutkan sejumlah definisi syirik menurut sejumlah ulama mazhab Syafii.
>
> Menurut al-Raghib al-Asfahani, "Syirik yang dilakukan manusia dalam agama
itu ada dua macam. Pertama, syirik besar, yaitu menetapkan adanya sekutu
bagi Allah, dan ini merupakan kekafiran yang terbesar. Kedua, adalah syirik
yang samar (tidak jelas) dan kemunafikan."
>
> Al-allamah Ali as-Suwaidi al-Syafii berkata: "Ketahuilah, bahwa syirik itu
adalah terjadi di Rububiyah, dan adakalanya terjadi di Uluhiyyah. Yang kedua
ini dapat terjadi di dalam I'tiqad (keyakinan), dan juga dapat terjadi di
dalam mu'amalat khusus dengan Allah."
>
> Imam Ahmad bin Hajar Ali Buthami al-Syafii mengingatkan bahwa iman itu
bercabang-cabang, demikian juga dengan kekafiran dan kemusyrikan. Apabila
orang menjalankan cabang-cabang iman tetapi juga menjalankan cabang-cabang
kemusyrikan, maka ia disebut musyrik. Iman seseorang tidak akan diterima
oleh Allah apabila hanya separuh-separuh; separuh iman, separuh kafir. Ia
wajib tunduk seraya meyakini terhadap apa yang disebutkan oleh Al-Quran dan
dibawa oleh Rasulullah saw, serta mengamalkannya. Orang yang beriman kepada
sebagian ajaran Al-Quran dan tidak beriman kepadasebagian yang lain, maka
dia termasuk kafir. Allah memperingatkan tentang orang-orang seperti ini:
>
> "Orang-orang kafir itu mengatakan: "Kami beriman kepada sebagian dan kami
kafir terhadap sebagian (yang lain), serta bermaksud (dengan perkataan itu)
mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman dan kafir). (QS
An-Nisa : 150).
>
> Menurut Imam Ahmad bin Hajar, mengucapkan dua kalimat syahadat saja tidak
akan ada gunanya bagi mereka, sampai mereka mau mengamalkan isi maksud dari
dua kalimah syahadat, yaitu melepaskan diri dari menyembah selain Allah dan
hanya beribadah kepada Allah saja. Namun, beliau mengingatkan, agar tidak
terburu-buru menuduh seseorang yang melakukan tindakan syirik sebagai kafir
atau musyrik, sebelum menjelaskan kepada mereka tentang kekeliruan mereka
tersebut. Barangkali mereka tidak memahami masalah tersebut karena
kebodohannya. Apabila sudah dijelaskan tentang masalah syirik, tetapi tetap
menjalankannya, maka barulah diperbolehkan menyebut mereka sebagai musyrik.
>
> Peringatan Rasulullah saw dan para ulama tentang kemusyrikan ini sangat
perlu kita camkan benar-benar, demi keselamatan keimanan kita masing-masing.
Jangan sampai kita terjebak ke dalam dosa syirik, baik yang kita ketahui
atau yang tidak ketahui, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah saw.
Sebab, syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah, kecuali orang itu
benar-benar meninggalkan dosa syirik tersebut. Allah memperingatkan kita
semua: "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka
pasti Allah akan mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka.
Tidak ada orang-orang zalim itu seorang penolong pun." (QS al-Maidah: 72).
>
> QS al-Maidah ayat 72 ini diawali dengan penegasan Allah SWT: "Sungguh
telah kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Allah ialah al-Masih Ibnu
Maryam, padahal al-Masih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah,
Tuhanku dan Tuhanmu."
>
> Pandangan Tauhid Islam ini sangat jelas, yakni tidak menjadikan manusia
mana pun - termasuk Adam atau Isa a.s.- sebagai Tuhan atau anak Tuhan. Nabi
Muhammad saw diutus oleh Allah SWT untuk meluruskan pandangan dan
kepercayaan kaum Nasrani tersebut. Doktrin trinitas yang mengakui Ketuhanan
Yesus secara resmi diformulasikan dalam Konsili Nicea tahun 325 M. Bahkan,
dalam konsili ini, pandangan Arius yang menyatakan bahwa Tuhan anak tidak
sehakekat dengan Tuhan Bapak, ditolak oleh mayoritas peserta Konsili.
Bahkan, dalam dekrit Nicea tersebut, Arius secara resmi dikutuk oleh Gereja.
Konsili menerima pandangan Athanasius yang menyatakan bahwa Tuhan anak
sehakekat (homoousios) dengan Tuhan Bapak.
>
> Posisi Al-Quran memang sangat berbeda dengan Bibel. Sebagai kitab yang
diturunkan Allah kepada Nabi terakhir, Al-Quran memberikan kritik-kritik
yang tegas dan jelas terhadap kepercayaan Yahudi dan Kristen. Posisi ini
tentu tidak bisa sebaliknya. Karena Bible ditulis dan dirumuskan sebelum
kedatangan Islam. Ibnu Taymiyah menyebut kaum Yahudi dan Kristen (Ahlul
Kitab) sebagai kaum musyrik bil-fi'li, tetapi bukan musyrik bil-ismi. Dalam
pandangan Islam, mereka disebut kafir ahlul kitab.
>
> Jadi, dalam masalah keimanan, memang terdapat pandangan dan keyakinan yang
sangat berbeda antara Islam dan Kristen. Sejak lahirnya Islam, masalah ini
sudah sering diperdebatkan. Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri beberapa kali
melakukan perdebatan dengan kaum Nasrani. Karena tidak mencapai titik temu,
maka Nabi Muhammad saw diperintahkan agar mengajak kaum Nasrani untuk
melakukan mubahalah (sumpah laknat), sebagaimana diceritakan dalam Surat Ali
Imran ayat 61:
>
> "Barangsiapa membantah engkau tentang (kisah Isa a.s.) itu, sesudah datang
kepada mereka ilmu (yang meyakinkan), maka katakanlah (kepada mereka):
Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami
dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita
bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah dijatuhkan
kepada orang-orang yang dusta."
>
> Soal perbebadaan keyakinan antara Islam dan Kristen ini haruslah diakui.
Bahkan diantara kaum Nasrani sendiri terjadi perbedaan yang sangat tajam
sehingga mereka membentuk sejumlah agama, seperti Katolik, Protestan,
Anglikan, atau Ortodoks. Tiap-tiap agama ada keyakinan masing-masing, yang
tidak sama satu dengan lainnya, bahkan saling bertentangan. Seperti
keyakinan umat Islam dan umat Kristen tentang posisi Nabi Isa a.s.
>
> Dalam pernyataan Natal bersama antara Konferensi Wali-wali Gereja
Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), tahun 2006,
dinyatakan: "Kelahiran Yesus mendatangkan sukacita besar. Sukacita itu
melekat dalam diri setiap orang beriman yang mampu menghayati hakikat dan
makna kelahiran Yesus. Ia lahir sebagai manusia, menjadi senasib dengan
manusia, dan terbuka menyambut semua orang yang datang kepada-Nya. Ia hadir
di dunia untuk mewujudkan kasih Allah kepada manusia (1Yoh. 4:9).
>
> Kasih Allah itu berpuncak pada kayu salib ketika Yesus menyerahkan nyawa
untuk menanggung dosa seluruh umat manusia." Selanjutnya dinyatakan: "Dalam
hubungan dengan sesama baiklah kita memandang setiap orang dalam iman kepada
Kristus. Dengan menyadari bahwa darah Kristus juga tercurah untuk mereka,
maka setiap orang yang mengaku diri sebagai pengikut dan murid Kristus akan
mengasihi orang itu, walaupun dalam kenyataannyaorang itu bersikap seperti
musuh."
>
> Umat Islam tidak pernah menerima kepercayaan bahwa Nabi Isa a.s. mati di
tiang salib, karena Al-Quran sudah menegaskan, "Mereka tidak membunuh Nabi
Isa dan mereka tidak menyalibnya, melainkan seseorang yang diserupakan
kepada mereka." (QS an-Nisa: 157).
>
> Perbedaan yang mendasar ini harus diakui. Dan Konsili Vatikan II
(1962-1965) juga menyatakan penghormatannya terhadap keyakinan umat Islam
terhadap Nabi Isa a.s.
>
> Dikatakan, meskipun umat Islam tidak mengakui ketuhanan Yesus, tetapi
menghormatinya sebagai Nabi. Umat Islam juga menghormati keyakinan kaum
Kristen tersebut, meskipun tentunya sangat berbeda secara mendasar dengan
keyakinan umat Islam sendiri. Karena itu, tidaklah masuk akal ada yang
menyatakan, bahwa semua agama adalah benar.
>
> Pernyataan semacam ini jelas-jelas membenarkan pandangan yang oleh
Al-Quran sudah dinyatakan sebagai pandangan kufur atau syirik.
>
> Banyak yang sekarang ini mencoba mengecilkan masalah iman dan kemusyrikan.
Ada yang menulis dalam bukunya, bahwa Thomas Alfa Edison akan masuk sorga
karena sudah berjasa bagi umat manusia dengan menemukan lampu. Padahal,
urusan sorga atau neraka adalah urusan Allah. Islam tidak berbicara kepada
perorangan Yahudi atau Kristen, tetapi memberikan kritik-kritik dan koreksi
terhadap kepercayaan mereka. Kita tidak tahu, apakah Edison benar-benar
orang baik. Kita tidak tahu persis perbuatan dia yang lain sepanjang
hidupnya, selain penemuan lampu. Kita juga tidak tahu, apakah Edison pernah
menerima risalah Nabi Muhammad saw secara benar, atau tidak pernah. Jika
kriteria masuk sorga adalah karena menemukan lampu, maka kriteria itu adalah
bikinan si penulis buku tersebut. Mungkin maksudnya sorga milik kakeknya
sendiri.
>
> Umat Islam diperintahkan untuk menghormati dan bermuamalah dengan baik
terhadap sesama manusia, termasuk dengan pemeluk agama lain, selama mereka
tidak menyerang umat Islam. Tetapi, umat Islam juga diperintahkan agar
menjauhi dosa-dosa syirik. Karena itulah, kita perlu pandai-pandai meniti
buih, agar selamat sampai ke seberang. Jangan sampai karena ingin dipuji
sebagai orang yang toleran, akhirnya justru mengorbankan prinsip-prinsip
keimanan. Mencampuradukkan keimanan atau ritual antar agama adalah tindakan
yang berbahaya dari segi keimanan.
>
> Tidak semestinya, hal ini dilakukan oleh umat Islam. Dalam perspektif
inilah, mestinya fatwa MUI tahun 1981 yang mengharamkan perayaan Natal
Bersama perlu diapresiasi. Fatwa ini bukan untuk merusak toleransi beragama,
tetapi merupakan satu upaya para ulama untuk melindungi aqidah Islam dari
kekufuran dan kemusyrikan, dalam pandangan Islam.
>
> Fatwa ini sama sekali tidak mengharamkan umat Islam untuk bergaul atau
bermasyarakat dengan kaum non-Muslim. Dan hal semacam itu tidak ada dalam
kamus Islam. Islam adalah agama yang sejak awal sudah mengakui dan
menghargai perbedaan. Seorang anak yang Muslim tetap diperintahkan berbuat
baik kepada orang tuanya, meskipun berbeda agama. Tetapi, jangan sekali-kali
bermain-main dalam masalah keimanan dan kemusyrikan.
>
> Sebab, pertaruhannya sangatlah mahal. Karena itu, sekali lagi, kita patut
berhati-hati jangan sampai terjatuh ke dalam kemusyrikan. Peringatan Allah
sangatlah jelas: bahwa Allah sangat murka jika diserikatkan dengan yang
lain. Dalam suasana bencana dan musibah yang tiada henti sekarang ini, kaum
Muslim, khususnya para pemimpin negara ini, patut merenungkan dengan
mendalam masalah kemusyrikan ini. Jangan hanya sibuk mengandalkan ilmu
geologi, meteorologi dan geofisika. Semuanya tidak mungkin terjadi kecuali
dengan izin dan kekuasaan Allah SWT. Allah berkuasa menghentikan gempa,
menghentikan lumpur panas, menenangkan gelombang lautan, dan memindahkan
turunnya hujan.
>
> Sekali lagi, kita mengimbau para pemimpin kita: Jangan bermain-main dengan
dosa syirik! Tugas dan kewajiban kita hanyalah menyampaikan nasehat.
Selanjutnya, terserah kepada mereka. [Depok, 5 Januari
2006/www.hidayatullah.com]
>
> Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara
Radio Dakta 107FM dan <http://www.hidayatullah.com/> www.hidayatullah.com.

Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A. bahwa Abdurrahman bin Shakhr berkata: 
Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, Apapun yang saya larang untuk 
kalian lakukan, jauhilah; dan apapun yang saya perintahkan untuk kalian 
lakukan, kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang membinasakan 
orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan perselisihan 
mereka terhadap nabi-nabi mereka. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

  • [Ar-Royyan-5925] Fw: [kamisetembang] CAP : "Hati-Hati dengan Dosa Syirik!" Wardi Bintang