Denny Teguh Sutandio
Fri, 16 Jan 2009 17:02:19 -0800
…Dapatkan segera… Buku SUPREMASI ALLAH DALAM KHOTBAH oleh: Rev. John Stephen Piper, D.Theol. Penerbit: Momentum Christian Literature (Fine Book Selection), 2008 Penerjemah: Andri Kosasih Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio: Apa itu khotbah? Tidak sedikit orang Kristen yang menyepelekan makna khotbah di gereja. Mereka berpikir bahwa khotbah itu mirip seperti pidato yang tidak ada gunanya. Akibatnya, di dalam kehidupan mereka sehari-hari pun, apa yang mereka dengarkan dari khotbah yang bertanggung jawab tidak pernah mereka aplikasikan. Di sisi lain, banyak pemimpin gereja hari-hari ini pun juga menyepelekan khotbah. Mereka berpikir bahwa khotbah itu sesuatu hal yang biasa. Khotbah bagi mereka tidak ada bedanya dengan training psikologi atau pemuasaan telinga jemaat (bdk. 2Tim. 4:3-4) demi mengeduk keuntungan pribadi sang pemimpin gereja. Benarkah khotbah seperti demikian yang dikehendaki Allah? TIDAK. Dengan bahasa yang sederhana, tegas, dan aplikatif, Rev. Dr. John S. Piper di dalam bukunya Supremasi Allah dalam Khotbah memaparkan pentingnya khotbah yang harus dikaitkan dengan supremasi dan kedaulatan Allah. Di dalam kata pengantar edisi revisi buku ini, Dr. Piper memaparkan bahwa khotbah bukan menjadi suatu sharing atau tempat memublikasikan seseorang atau sesuatu secara berlebih-lebihan (seperti iklan), tetapi, “Khotbah adalah penyembahan atas Firman Allah – teks Kitab Suci – dengan penjelasan dan kegembiraan yang meluap.” (hlm. ix). Selain itu, karena khotbah merupakan bagian dari ibadah, maka ibadah memiliki dua bagian yang simultan, yaitu melihat Allah dan menikmati Allah. Oleh karena itu, “Khotbah secara unik cocok untuk menggugah penglihatan akan Allah dan penikmatan akan Allah. Allah telah menetapkan Firman Allah datang dalam suatu bentuk yang mengajar akal budi dan menjangkau hati.” (hlm. x) Dengan dasar inilah, di dalam tiga bab pertama bukunya, Dr. Piper memaparkan tiga unsur khotbah yang dikaitkan dengan Allah Trinitas, yaitu: Pertama, Tujuan Khotbah: Kemuliaan Allah. Artinya khotbah bertujuan untuk memuliakan Allah “yang ditujukan untuk membentuk ketaatan dalam sukacita kepada Kerajaan Allah” (hlm. 13). Kedua, Dasar Khotbah: Salib Kristus. Khotbah yang beres bukan berdasarkan ide-ide psikologis atau humanisme manusia berdosa yang atheis, tetapi hanya berdasar salib Kristus. Dr. Piper memaparkan dua arti dari pernyataan ini, yaitu Salib Kristus adalah Dasar Validitas Khotbah (artinya kita mengkhotbahkan berita pengharapan kepada orang berdosa tanpa menghilangkan kebenaran dan kemuliaan Allah yang tanpa cela) dan Salib Kristus adalah Dasar Kerendahan Hati Khotbah (artinya “salib adalah kuasa Allah untuk menyalibkan kesombongan baik pengkhotbah maupun jemaat.”—hlm. 21). Ketiga, Karunia Khotbah: Kuasa Roh Kudus. Karena tujuan khotbah adalah kemuliaan Allah di dalam ketaatan umat-Nya dengan sukacita, maka ketika berkhotbah, si pengkhotbah harus menyampaikan firman Allah dengan terus bergantung pada kuasa Allah. Agar tujuan khotbah ini tercapai, maka si pengkhotbah harus mengkhotbahkan Firman Allah yang diinspirasikan oleh Roh Allah dengan kuasa dan urapan Roh Kudus. Hal inilah yang kurang ditekankan oleh banyak pengkhotbah di gereja Protestan. Selain itu, di Bab 4, Dr. Piper memaparkan tentang bagaimana khotbah itu harus disampaikan dengan serius namun juga tetap sukacita. Dengan meneladani khotbah dari Rev. Jonathan Edwards, Dr. Piper memaparkan bahwa khotbah yang disampaikan dengan serius adalah khotbah yang menerangi akal budi dan menyentuh afeksi manusia. Khotbah bukan hanya disampaikan dengan serius, tetapi juga dengan sukacita. Artinya, khotbah bukan dimaksudkan untuk membebani jemaat, tetapi untuk menyediakan kekuatan sukacita untuk menolong mereka untuk taat kepada Allah dan firman-Nya. Bab ini ditutup dengan 7 saran praktis memadukan keseriusan dan kesukacitaan dalam khotbah. Bagian 2 buku ini terdiri dari 3 bab khusus uraian dari Dr. Piper tentang kehidupan, theologi, dan khotbah dari Rev. Jonathan Edwards, A.M. yang terkenal dengan Great Awakening-nya di Amerika Serikat. Di akhir bagian 2 ini, yaitu di bab 7, Dr. Piper memberikan 10 karakteristik khotbah dari Rev. Jonathan Edwards yang membuat khotbah Jonathan Edwards sangat berkuasa dan berdampak pada pertobatan orang-orang yang menghadiri kebaktian yang dipimpinnya. Biarlah melalui buku ini, para pengkhotbah disadarkan akan pentingnya menyampaikan berita Firman Tuhan dengan bertanggung jawab dengan berpusat pada supremasi Allah! Pujian terhadap buku ini: “Obat kuat bagi pengkhotbah yang lelah – sebuah buku yang menggali begitu dalamnya sampai pada theologi, strategi, dan spiritualitas dari pelayanan mimbar.” Prof. J. I. Packer, D.Phil. (Emerius Professor of Theology di Regent College, Canada; Master of Arts—M.A. dan Doctor of Philosophy—D.Phil. dari University of Oxford, U.K.) “Memanggil kita agar kembali kepada standar yang alkitabiah dalam berkhotbah, yang telah dicontohkan oleh banyak pengkhotbah besar, khususnya Jonathan Edwards dan Charles Spurgeon.” Rev. Dr. Warren W. Wiersbe (penulis dan pembicara seminar; lulusan: Indiana University, Roosevelt University, and the Northern Baptist Theological Seminary) “Alkitab bukan buku yang berisi saran-saran praktis untuk hidup yang lebih nyaman. Alkitab adalah penyataan Allah. Supremasi Allah dalam Khotbah mengingatkan para pengkhotbah akan apa yang begitu mudah kita lupakan sehingga membahayakan kehidupan kita sendiri maupun kehidupan jemaat yang kita gembalakan.” Prof. Haddon W. Robinson, Ph.D. (Harold John Ockenga Distinguished Professor of Preaching di Gordon-Conwell Theological Seminary; Master of Theology—Th.M. dari Dallas Theological Seminary, U.S.A.; M.A. dari Southern Methodist University; dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dari University of Illinois) “John Piper dengan sepenuh hati memanggil semua pengkhotbah untuk menyatakan supremasi Allah dalam setiap khotbah yang diberitakan. Seruan ini tidak mungkin bisa diabaikan oleh seorang pengkhotbah yang setia.” Prof. Bryan Chapell, Ph.D. (Rektor dan Profesor Theologi Praktika di Covenant Theological Seminary, U.S.A.; B.S.J. dalam bidang jurnalisme, English literature, sejarah Amerika dari Northwestern University, Evanston, IL; Master of Divinity—M.Div. dalam bidang studi pastoral dari Covenant Theological Seminary, St. Louis, MO, U.S.A.; dan Ph.D. dalam bidang speech communication dari Southern Illinois University, Carbondale, IL) “Supremasi Allah dalam Khotbah adalah salah satu buku yang wajib diperhatikan dalam pelayanan Firman.” Rev. Philip Graham Ryken, D.Phil. (gembala sidang Tenth Presbyterian Church, Philadelphia, U.S.A.; Bachelor of Arts—B.A. dari Wheaton College, IL; M.Div. dari Westminster Theological Seminary, PA; dan D.Phil. dari University of Oxford, UK. “Terkadang di tengah begitu banyak buku yang tersedia bagi para hamba Tuhan, muncul satu karya yang begitu luar biasa bagi pelayan Firman, sehingga tidak salah jika buku tersebut disebut: ‘Buku wajib baca.’ Supremasi Allah dalam Khotbah adalah buku demikian.” Rev. Prof. Sinclair B. Ferguson, Ph.D. (Profesor tamu bidang Theologi Sistematika di Westminster Theological Seminary, U.S.A., anggota dewan dari Alliance of Confessing Evangelicals, dan Pendeta Senior di First Presbyterian Church of Columbia, South Carolina, U.S.A.; Ph.D. dari University of Aberdeen) “Buku ini wajib dibaca terus oleh setiap pengkhotbah setiap tahun. Buku ini memberikan penawar yang paten bagi banyak khotbah masa kini yang tidak berimbang dan berpusat pada diri.” Rev. Erwin W. Lutzer, Ph.D., LL.D. (HC), D.D. (HC) (Pendeta senior di The Moody Church, Chicago, U.S.A.; Bachelor of Theology—B.Th. dari Winnipeg Bible College; Master of Theology—M.Th. dari Dallas Theological Seminary, Dallas, Texas, U.S.A.; M.A. dalam bidang Filsafat dari Loyola University Chicago; Ph.D. dari Loyola; menerima gelar kehormatan: Doctor of Lawss—LL.D. dari Simon Greenleaf School of Law dan Doctor of Divinity—D.D. dari Western Conservative Baptist Seminary) Profil Rev. Dr. John S. Piper: Rev. John Stephen Piper, B.D., D.Theol. adalah Pendeta Senior di Bethlehem Baptist Church dan seorang penulis yang sangat produktif dari perpektif Calvinis. Beliau menyelesaikan gelar Bachelor of Divinity (B.D.) di Fuller Theological Seminary di Pasadena, California pada tahun 1968-1971. Beliau melakukan studi doktoralnya di dalam bidang Perjanjian Baru di University of Munich, Munich, Jerman Barat pada tahun 1971-1974. Disertasinya, Love Your Enemies, diterbitkan oleh Cambridge University Press dan Baker Book House.
""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di
depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
(1Sam. 16:7b)
---------------------------------
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!