shabrun
Fri, 28 Jul 2006 22:08:17 -0700
|
Assalamu alaikum, Wr Wb.
Judul diatas mengelitik benak saya untuk sekedar
menuliskan sedikit tentang PNS. Pada dasarnya PNS begitu diminati dengan
berbagai macam alasan, bahkan begitu banyak orang rela berlama-lama menjadi SPN
(seperti pegawai negeri) alias tenaga honorer lengkap dengan baju yang mirip
PNS. Sungguh sangat miris rasanya jika kita baca peran seorang Margareth
Thatcher yang kita kenal sebagai 'wanita besi', yang begitu terkenal keras
saat memerintah. Saking kerasnya beliau memangkas ribuan posisi dalam
pemerintahan di Inggris ditahun 1976, setelah itu beliau teruskan lagi dengan
rayenism dengan merekrut para ahli efiesiensi, dan akhirnya berbuah pelayanan
publik yang cukup sempurna ... Inggris berbenah begitu jauh dalam sektor publik,
seiring dengan pengembangan akuntansi sektor publik dalam bentuk
tekhnologi
Menjadi PNS di Indonesia? hhhmm suatu hal yang
begitu banyak diminati orang mendaftar berjubel, pakai protes segala jika tidak
diterima, pakai sujud syukur jika berhasil diterima, sebegitu perlukah kita
membuka keran pendaftaran PNS? atau hanya perwujudan dari janji-janji politik
saat kampanye dalam penyediaan lapangan kerja. Begitu banyakkah pekerjaan yang
ada dalam tubuh pemerintahan, sehingga setiap tahun membutuhkan tenaga pengganti
bagi mereka yang pensiun? pertanyaan-pertanyaan diatas tidak sendiri muncul,
melainkan akibat dari tidak terurusnya pelayanan sektor publik yang diberikan
oleh rekan-rekan PNS. Bahkan sampai iklan rokokpun mengkritisi kinerja PNS yang
tentunya ini tidak bisa digeneralisasi,namun cukup memberikan fenomena
tersendiri untuk lebih mengkoreksi kinerja entity-entity terutama yang masuk
dalam kategori pelayanan sektor publik.
Adalah penting untuk dimengerti bahwa TAX
adalah revenue terbesar dalam memberikan sumbangsih kepada 'goverment
expenditure', dengan bahasa yang lebih mudah pajak yang dipungut dari rakyat
itulah yang mengcover biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah termasuk
dalam hal ini gaji PNS. Dengan pemahaman tersebut, masih adakah kesempatan untuk
'SANTAI' bagi seorang PNS. PNS harus lebih bekerja keras... harus lebih melayani
masyarakat.... dengan demikian jadilah mereka Pegawai Negeri Sipil
dan menjauhkan mereka dari kesan Pegawai Negeri Santai.....
PNS dan institusi tentunya tidak hanya diam tanpa
berbenah, harus kita akui berubahnya sistem anggaran berimbang menjadi sistem
anggaran kinerja adalah suatu pertanda bahwa PNS dan institusinya mengalami
perubahan. Sejak awal tahun 2004 disetujuinya Standar Akuntansi Pemerintahan
untuk diimplementasikan, adalah suatu kemajuan mengingat sejak
merdeka kita tidak pernah punya Standar Akuntansi Pemerintahan. Pembenahan yang
dilakukan didunia akademisi dalam hal ini PTN menjadi Badan Hukum Pendidikan,
demikian juga dibidang medis dengan tidak mem-plot posisi direktur/rektor harus
dari tenaga medis/akademisi, semakin membuka kacamata kita akan pentingnya
pelayanan sektor publik yang selama ini kurang terurus.Mari kita terus
memberikan dorongan pada para PNS untuk terus memberikan pelayanan public yang
sempurna, setidaknya dengan memberi pemahaman pentingnya pelayanan public bagi
mereka yang ingin menjadi PNS
Wassalam
Shabrun
Tulisan ini hanya sebuah renungan, trims pada
moderator yang mengizinkan tulisan ini lewat.
__._,_.___
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |
No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.375 / Virus Database: 268.10.5/403 - Release Date: 7/28/2006
[keluarga-islam] PNS : Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Negeri Santai (maaf OOT) shabrun