keluarga-islam  

[keluarga-islam] Isteri Haidh, Bolehkan Anal Seks?

Baz
Tue, 15 May 2007 21:08:47 -0700

Assalamualaykum warohmatullohi wabarokatuh

Isteri Haidh, Bolehkan Anal Seks?

Saya membaca satu artikel yang memboleh bersenggama dengan isteri semasa
haid melalui anus dan hukumnya makruh. Mohon ustaz ulas apakah ini
benar, sekiranya benar apa nasnya?

Rie

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Nash yang ada justru menyatakan bahwa seks lewat anus (anal) hukumnya
haram, bukan makruh seperti yang ditulis dalam artikel itu. Bahkan bukan
sekedar haram, tetapi mandapat laknat dari Allah SWT.

????????? ???? ????? ????????? ??? ?????????- ???? ?????? ????

Terlaknatlah orang yang mendatangi isteri dari duburnya (melakukan anal
seks) (HR Ahmad)

Namun bukan berarti hasrat seorang suami jadi tidak ada penyalurannya
saat isteri haidh. Yang diharamkan adalah melakukan penestrasi,
sedangkan percumbuan yang tidak sampai terjadinya hal itu tetap
dibolehkan, bahkan dilakukan oleh Rasulullah SAW dan isterinya saat
mendapat haidh.

Sebagaimana penjelasan dari Aisyah ra tentang hal itu

.?????? ????????? ???? ????? ??????? ??????: ????? ??????? ????? ???
???? ???? ???? ??????????? ???????????? ?????????????? ??????? ????????
????????? ????????

`Dari Aisyah ra berkata, "Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk
memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang
haidh." (HR Muslim)`.

Wanita yang sedang mendapat haid haram bersetubuh dengan suaminya.
Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

??????????????? ???? ?????????? ???? ???? ????? ?????????????? ?????????
??? ?????????? ????? ?????????????? ??????? ?????????? ???????
??????????? ???????????? ???? ?????? ?????????? ?????? ????? ??????
??????? ?????????????? ????????? ?????????????????

`Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah
suatu kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari
wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum
mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di
tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan
diri.(QS. Al-baqarah:222)

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya.

Azhab Hanabilah membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian
tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi
persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau
ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau
menjawab:

?????? ?????? ???? ????? ?????? ????? ????????? ????? ???? ???????
?????????? ???????? ???? ?????????????? ??????? ?????????? ??? ???? ????
????: ????????? ????? ????? ?????? ??????????? ??????? ????????

`Dari Anas ra bahwa Orang yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh,
tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukan segala yang
kau mau kecuali hubungan badan." (HR Muslim)`.

Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang haid ini tetap belangsung
sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak
cukup hanya selesai haid saja tetapi juga mandinya.

Sebab di dalam al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita
haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci
itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah,
itu adalah pendapat al-Malikiyah dan as Syafi`iyah serta al-Hanafiyah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Ahmad Sarwat, Lc
*************************************
Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik disini : 
[EMAIL PROTECTED]