wong ma'ruf
Fri, 18 May 2007 09:01:52 -0700
Tuhan itu tidak butuh apa-apa dari cipatan/makhlukNya, tetapi makhlukNya yang butuk Allah. Apakah anda butuh Allah ? Itu tergantung bagaimana sikap anda berniat mengimplermentasikan al Quran secara kaffah atau tidak.
banganut <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tuhan pada saat butuh, lalu
siapakah Tuhannya disaat ia tidak butuh ?
Sebenarnya Tuhan menjadi alat bagi kehendak manusia, atau manusia
menjadi alat bagi kehendak Tuhan ?
wassalam
anut
--- In keluarga-islam@yahoogroups.com, "kang nceps" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Pada suatu ketika ada sebuah kapal yang akan berlayar ke negeri yang
> jauh, dimana didalam kapal itu terdapat bermacam-macam orang dari
> berbagai golongan , ada yang kaya dan ada yang miskin dan ada juga
> yang jelek dan tampan,
> karena untuk menghilangkan kejenuhan perjalanan maka mereka memutuskan
> untuk mengadakan pesta dan nyanyian di atas kapal itu agar perasaan
> dari lamanya perjalanan itu mereka lupakan,
>
> lalu diadakanlah pesta - pesta di kapal itu lengkap dengan para wanita
> yang cantik dan para penari yang gemulai ,ditambah dengan para
> penyanyi bersuara merdu sehingga mereka semua lupa akan segalanya -
> galanya, diatas meja makan telah terhidang segala macam makanan yang
> nikmat dan minuman yang berharum semerbak, dan membuai,
>
> Tiba-tiba kapal yang sedang berlayar dengan tenang itu merasakan
> gelombang ombak yang semakin besar dan angin yang bertiup semakin
> kencang , ditambah dengan hujan deras dan petir yang memekakkan
> telinga, jangan kan untuk bergerak bahkan bersuara pun sangat sulit
> didengar, kegaduhan di mana-mana diantara sesama penghuni kapal
> sehingga dalam keadaan ketakutan tersebut ada seseorang yang berseru
> " Kita telah melupakan tuhan .....Kita telah melupakan tuhan
> ,,,,,,huuuu,,,hu,,,"
> "Benaaarr,,,,kita telah melupakan tuhan,,,kita harus berdoa,dan
> berjanji " jawab yang lainnya serentak
> "mungkin ini adalah hukuman buat kita ,,,mungkin ini adalah peringatan
> buat kita" pekik yang lainnya,,,
>
> dan mereka pun mulailah saling berdoa dan mengumbar janji , semua
> orang tidak terkecuali saling melempar janji kepada tuhan
> masing-masing ,bahkan seorang ibu pun menyuruh anaknya untuk mengumbar
> janji kepada tuhannya,
>
> ada yang berjanji akan menjadi orang baik,ada yang berjanji akan
> menyedekahkan hartanya bila selamat,ada yang berjanji akan
> meninggalkan kehidupan maksiat , dan ada yang berjanji akan
> memerdekakan budak dan hambanya, ada yang berjanji untuk kembali
> kepada jalan yang lurus,,,,,,dan semua janji pun diumbar dan diobral
> ibarat dagangan laku laris, terjual secara murah dan tanpa tawar
> menawar lagi kepada tuhannya masing-masing,,,
>
> tiba-tiba seseorang berteriak sekuat tenaga dari atas buritan tiang
> kapal yang paling tinggi ditengah gemuruhnya ombak dan badai, hujan
> yang deras dan dengungan doa berisi ribuan janji,,
> "Saudara- saudara sekalian,,,,jangan terlalu diobral doa dan janji
> kalian kita akan selamat,,,,,,daratan sudah dekat,...!!!"
>
> dan tiba-tiba seluruh penumpang kapal bersorak kegirangan,,,!!!
> padahal a mereka tidak sadar bahwa tuhan mereka hanyalah sebuah
daratan
>
> wassalam
> KnC
>
---------------------------------
Give spam the boot. Take control with tough spam protection
in the all-new Yahoo! Mail Beta.