banganut
Fri, 18 May 2007 09:40:49 -0700
Kenapa ngak diuji coba dulu ? Kalau membawa manfaat, terusin Kalau membawa mudhorat, stopin
Ibu saya rajin senam massal untuk usia senja di halam masjid dekat rumah, beberapa waktu yang lalu ikut lomba senam massal, tapi kalah. Selain senam massal sekarang setiap pagi hari ibu rajin jalan-jalan di lapangan bersama teman-temannya. Sementara ini, ibu saya belum mengeluh ada laki-laki iseng menggodanya. He...he.. maklum sudah tua Begitu juga istri, setiap hari jum'at ke sekolah selalu berpakaian olahraga muslimah karena ia seorang wali kelas di salah satu sekolah dasar swasta milik yayasan Organisasi Islam. Sampai saat ini tidak ada keluhan ada yang mengganggunya. Anak-anak MAN setiap jum'at sering lewat di depan rumah, berjalan kaki ramai-ramai sementara ini masih aman saja. Betapa banyak orang menginginkan sehat itu, sehat itu penting. Tentang musik, Banyak hal-hal yang bukan nilai ajaran Islam, tetapi bisa diterima oleh Islam, Dan dari sekian banyak yang bisa di terima oleh Islam, sering dianggap oleh ummat Islam menjadi bagian dari Islam. wassalam anut --- In keluarga-islam@yahoogroups.com, Ananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > hmmm... > > jawaban ustadz sarwat masih ngambang neh... > boleh apa tidak ya? > > salam, > ananto > > > On 5/14/07, Baz [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > > Olahraga di Tempat Umum Bagi Muslimah > > > > Assalamu 'alaikum wr wb. > > > > Saya ingin menanyakan bagaimana hukumnya seorang muslimah olah raga di > > tempat umum? Saat ini sering diadakan senam bersama dengan menggunakan > > musik yang Islami dan menggugah semangat kita dan tempatnya terpisah > > antara laki laki dan wanita. Apakah boleh seorang muslimah ikut? > > > > Bolehkah muslimah memakai baju olahraga (celana panjang dan atasan kaus > > selutut, longgar) untuk berolahraga di luar ruangan. > > > > Terima kasih > > > > Wassalamu'alaikum > > > > Lis Mintarti > > lis_mintarti at eramuslim.com > > > > Jawaban > > Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > > > Permasalahan seperti ini memang seringkali mengundang banyak beda > > pandangan, mulai dari yang agak longgar hingga yang sangat ketat. > > > > Opini Pertama > > > > Opini ini lahir dari para ulama yang berpandangan agak longgar. Mereka > > biasanya berangkat dari tidak adanya pelanggaran yang fatal atas hal > > itu. Sebab para wanita sudah mengenakan busana yang menutup aurat, > > tempatnya sudah terpisah antara laki-laki dan perempuan, sehingga tidak > > akan ada kekhawatiran untuk timbulnya fitnah. > > > > Mereka memandang, bahwa haram itu harus dikembalikan kepada nash-nash > > yang sharih dan qath'i. Bila terdapat nash-nash yang tegas melarang, > > bukan merupakan perluasan dari inti masalah, serta nash itu mencapai > > derajat yang kuat dalam periwayatan, barulah kita bisa mengeluarkan > > vonis haram atas sesuatu. > > > > Padahal, kita tidak menemukan satu ayat atau hadits yang bisa dijadikan > > dasar sebagaidalil yang mengharamkan senam massal, termasuk untuk para > > wanita. Hadits yang mengharamkan wanita berlenggak-lenggok berpakaian > > seperti telanjang, tidak bisa dijadikan dasar untuk melarang. Karena > > senam masal wanita ini tidak dilakukan di hadapan para lelaki. > > > > Rasulullah SAW bersabda: > > > > ????? ?? ??? ???? ???? ?????? ?????? ? ??? ?????? ?????? ????? ? ??????? > > ????? ??????? > > > > "Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi > > telanjang, kepala mereka seakan-akan punuk unta, laknatlah mereka karena > > sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat!" > > > > Ada dua tafsiran dalam hadits ini tentang maksud berpakaian tapi > > telanjang. Pertama adalah wanita yang berpakaian tebal akan tetapi ketat > > sehingga menggambarkan lekuk-lekuk tubuhnya. Kedua adalah wanita yang > > memakai pakaian lebar akan tetapi transparan sehingga terlihat tubuhnya. > > > > Namun ketika pakaian senam yang nyaris memenuhi gambaran hadits di atas > > menjadi tidak berlaku, lantaran dikenakan di area yang tidak ada > > laki-laki. > > > > Namun kalangan ini sepakat mengharamkan bila pakaian seperti ini > > dikenakan di arena yang terbuka, di mana ada begitu banyak laki-laki > > ajnabi bisa mengaksesnya. > > > > Opini Kedua > > > > Sedangkan opini lain tentang masalah ini lahir dariberpandangan para > > ulama yang agak ketat. Mereka mengharamkan, atau setidaknya memakruhkan, > > tidak menganjurkan dan sejenisnya. > > > > Biasanya hujjah mereka berangkat dari kekhawatiran fitnah yang muncul > > dari senam masal wanita. Di mana senam ini akan membuat para wanita > > muslimah berlenggak-lenggok, padahal ada hadits yang melarangnya. > > > > Hujjah mereka untuk melarang senam masal wanita ini juga didasari dari > > pandangan mereka tentang hukum musik. Mereka biasanya berpandangan bahwa > > tidak ada konsep musik Islami, sebagaimana tidak ada konsep zina Islami, > > pelacuran Islami dan sebagainya. Bagi mereka, apapun jenis musiknya dan > > apapun alatnya, semua haram. > > > > Jadi kita berhadapan dengan beragam cara pandang dari para ulama. Tentu > > masing-masing datang dengan pandangan subjektifnya. Selain juga > > dipengaruhi oleh faktor lingkungan, adat, kebiasaan serta latar belakang > > lingkungannya. > > > > Namun semua ulama sepakat bahwa olah raga adalah bagian dari perawatan > > kesehatan. Dan kesehatan itu penting untuk dijaga, bahkan agama > > mewajibkan kita untuk hidup sehat. > > > > Mereka kurang sepakat dalam masalah senam sebagai bagian dari jenis olah > > raga yang boleh dikerjakan.Sebagian dari mereka adayang mengharamkan > > senam, karena dianggap senam itu sama dengan tarian. Dan tarian itu > > dianggap sesuatu yang haram. > > > > Ditambah lagi senam itu diiringimusik, maka semakin haramlah hukum senam > > musik itu dalam pandangan mereka. > > > > Semakin parah lagi, karena senam itu dilakukan oleh para wanita muslimah > > di tempat umum, meski dipisah antar laki-laki dan perempuan, namun tetap > > saja masih ada kemungkinan orang yang bukan mahram datang melihat. > > > > Maka jangan kaget kalau ada pihak-pihak tertentu dari elemen umat ini > > yang masih agak keberatan dengan adanya senam masal muslimah. Minimal, > > kita masih akan bertemu dengan banyak pandangan yang saling berbeda. > > > > Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > > > Ahmad Sarwat, Lc > > ************************************* > > Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik > > disini : [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > >