keluarga-islam  

[keluarga-islam] Re: “Orang Pintar”

dodindra
Wed, 06 Feb 2008 01:40:45 -0800

Kemarin ada PERAMAL, bicara banyak hal, dan ramalannya, setiap hari
dimuat diberbagai media, baik cetak maupun televisi...

Beliau ini adalah Peramal CUACA....nah, lhoooo....

wassalam,
dodi

--- In keluarga-islam@yahoogroups.com, "Kartika, Bambang"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Coba di telaah yang lebih mendalam
>  
> 
> -----Original Message-----
> From: keluarga-islam@yahoogroups.com
[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Pagi Cerah
> Sent: Tuesday, February 05, 2008 4:00 PM
> To: keluarga-islam@yahoogroups.com
> Subject: Bls: [keluarga-islam] “Orang Pintar”
> 
> 
> 
> 
> 
> hmmmm pak.. apa ini ungkapan yang sesuai yah pak?
> 
> 
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: "Kartika, Bambang" <[EMAIL PROTECTED]>
> Kepada: keluarga-islam@yahoogroups.com
> Terkirim: Selasa, 5 Febuari, 2008 11:17:17
> Topik: RE: [keluarga-islam] “Orang Pintar”
> 
> 
> 
> 
> 
> Ke dukun, kedokter tidak beda dengan Anda menggunakan sepatu bood
kemudian ada ular kobra mematuk kaki Anda bagai mana respon anda?
>  
> Tinggal pilih
>  
> 1. Alhamdulillah
> 2. Untung aku pakai sepatu bood, kalau tidak wah bagai mana
nasibku..... .
>  
> Silahkan
>  
> 
> -----Original Message-----
> From: keluarga-islam@ yahoogroups. com [mailto:keluarga-
[EMAIL PROTECTED] s.com]On Behalf Of kadis kadis
> Sent: Tuesday, February 05, 2008 8:30 AM
> To: Cut Mhutia Alkaff
> Cc: keluarga-islam@ yahoogroups. com
> Subject: Bls: [keluarga-islam] “Orang Pintar”
> 
> 
> 
> 
> 
> he.he.he. tempat saya ada dukun pijet... dukun bayi... dukun
sepatu.. dukun bola... dukun computer.. dukun..televisi. terakhir
namanya mbah dukun. boleh nggak minta tolng ma mereka... 
> makasih infonya..
> salam.. 
> kadis_btg
> 
> 
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Ummu Hanif <[EMAIL PROTECTED] com>
> Kepada: keluarga-islam@ yahoogroups. com; syiar-islam <syiar-islam@
yahoogroups. com>; [EMAIL PROTECTED] s.com
> Terkirim: Senin, 4 Febuari, 2008 4:37:07
> Topik: [keluarga-islam] “Orang Pintar”
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> "Orang Pintar"
> 
> Oleh: Buletin Jum'at Al-Atsariyyah
> 
> Manusia zaman modern memang aneh, teknologi semakin maju, namun
kepercayaan terkadang terbelakang. Mereka masih mempercayai para dukun
untuk menentukan nasibnya. Tak terbatas pada orang awam dan primitif
saja, namun juga artis pengusaha, pejabat, bahkan orang akademik yang
setiap hari melahap ilmu pengetahuan pun ikut-ikutan. Padahal si dukun
sendiri kehidupannya biasa-biasa saja. Anehnya si dukun sering disebut
"Orang Pintar". Dia memang orang pintar, tapi pintar membohongi orang.
Inilah yang diistilahkan dengan "Pintar-pintar Bodoh"
> 
> Dalam keseharian, banyak para gadis yang ingin mendapatkan jodoh
datang meminta petuah dukun yang kebetulan "buka praktek". Banyak pula
yang justru ditipu oleh dukun, ada yang direnggut kegadisannya; harta
bendanya diperas, bahkan ada yang dibunuh dengan dalih menyempurnakan
ilmu sang dukun. Orang sakit parah, orang yang ingin cepat naik
pangkat, cepat kaya, ingin mencelakakan orang atau ingin selamat dari
gangguan orang lain, eh juga datang ke orang pintar ini. Seolah-olah
orang yang disebut "orang pintar" alias dukun itu adalah orang yang
serba bisa dan serba mampu mengatasi segala persoalan.
> 
> Seorang muslim dilarang keras untuk mendatangi para normal alias
dukun sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah -Shollallahu 'alaihi
wasallam-,
> 
> "Barang siapa yang mendatangi peramal, kemudian menanyakan kepadanya
tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama emapat
puluh hari." [HR. Muslim (2230)
> 
> Al-Imam Abu Zakariya An-Nawawiy -rahimahullah- berkata, "Adapun
arrof (peramal), sungguh telah lewat penjelasannya, dan bahwa ia
adalah termasuk golongan para dukun". [Lihat Al- Minhaj Syarh Shohih
Muslim (14/227)]
> 
> Bahkan Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- bersabda,
> 
> "Barang siapa yang mendatangi dukun atau arraf (peramal) lalu
membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah kafir terhadap apa yang
diturunkan kepada Muhammad." [HR. Ahmad dalam Musnad-nya
(2/429/no.9532) , Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (1/8/no.15), Al Baihaqi
(7/198/no.16274) , dan di-shahih-kan oleh Syaikh Al Albaniy dalam
Shohih At-Targhib (3047)
> 
> Maksudnya, ia telah mengingkari ayat yang diturunkan kepada Muhammad
-Shollallahu 'alaihi wasallam- berikut ini,
> 
> "Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak
mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. " (QS. An-Naml: 65) [Lihat
Al-Qaul Al- Mufid (hal.33), cet. Darul Aqidah].
> 
> Hadits ini menunjukkan kafirnya orang yang membenarkan para dukun
dan peramal, jika ia meyakini bahwa dukun atau peramal mengetahui
perkara ghaib. Adapun hadits yang sebelumnya, menunjukkan tidak
kafirnya orang yang membenarkan dukun atau peramal, jika ia tidak
meyakini demikian, tapi ia meyakini bahwa itu adalah berita dari jin
yang dicuri dengar dari malaikat. Perlu diketahui bahwa sekalipun ia
tak kafir, namun membenarkan dukun adalah dosa besar yang menyebabkan
pahala sholat tertolak !!
> 
> Abdur Ra'uf Al-Munawiy -rahimahullah- berkata, "Hadits ini dengan
hadits yang sebelumnya tak ada kontradiksi, karena maksudnya, orang
yang membenarkan dukun jika ia meyakini bahwa si dukun mengetahui
perkara ghaib, maka ia kafir; jika ia meyakini bahwa jin membisikkan
kepada si dukun sesuatu yang ia curi dengar dari malaikat, dan bahwa
hal itu melalui wangsit (dari jin), lalu ia (orang yang datang ke
dukun) membenarkan dukun dari cara seperti ini, maka ia tak kafir."
[Lihat Faidhul Qodir (6/23/no.10883) ]
> 
> Sebagian besar masyarakat kita yang tidak berpegang teguh kepada
aqidah islam yang benar, selalu menjadikan "orang pintar" alias para
normal dan dukun sebagai tempat bertanya, mengadu, tempat mencurahkan
segala keluh kesah, dan tempat bersandar. Fenomena ini nampak jelas,
saat pemilu, pertandingan sepak bola, pembangunan rumah dan gedung
bertingkat, saat turunnya bala', pernikahan, kehamilan, baca-baca
(kenduren) dan sebagainya. Bahkan ketika Orde Baru digulirkan dan
reformasi ditegakkan, para dukun atau para normal naik daun. Muncullah
sejumlah ramalan tentang masa depan bangsa dan negara dikemukakan.
Media masa dan televisi pun menjadikan mereka sebagai pengamat politik
dan ekonomi. Mereka lebih mempercayai ucapannya para dukun dari pada
ucapan Allah dan Rasul-Nya. Padahal tidak ada satu pun ucapan yang
dilontarkan oleh sang dukun, kecuali ia campurkan dengan seratus
kebohongan. Masih segar dalam benak kita peristiwa meluapnya lumpur
panas dan ganas Lapindo sehingga memaksa masyarakat berkerut dahi
sampai mereka melibatkan dukun dan para normal yang tidak mendatangkan
hasil. Ini adalah musibah dan kejahilan !! La haula walaa quwwata illa
billah..
> 
> Para dukun dan para normal tidaklah mengabarkan perkara ghaib,
kecuali ia akan berdusta. Jika ia benar -tapi ini jarang-, maka
mungkin itu hanya kebetulan atau mendapatkan wangsit dari jin yang
dicuri dari para malaikat.
> 
> A'isyah -radhiyallahu 'anhu- berkata,
> 
> "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah -Shollallahu 'alaihi
wasallam- tentang dukun (para normal). Beliau bersabda, "Mereka tidak
ada apa-apanya." Para sahabat bertanya,"Wahai Rasulullah, mereka
terkadang mengucapkan sesuatu yang kemudian betul-betul terjadi?
Beliau -Shollallahu 'alaihi wasallam- menjawab, "Itu adalah kata-kata
yang benar, dicuri oleh jin (dari langit), lalu dibisikkan kepada
wali-walinya (para dukun), lalu para dukun itu memcampurkannya dengan
seratus kebohongan." [HR. Al Bukhariy dalam Shohih-nya (5762), Muslim
(2228)].
> 
> Al-Imam Abu Sulaiman Al-Khoththobiy -rahimahullah- berkata, "Para
dukun itu sebagaimana yang diketahui berdasarkan fakta eksperimen
adalah kaum yang memiliki perasaan yang peka, hati yang buruk, dan
tabiat yang panas. Mereka selalu meminta bantuan kepada jin dalam
segala urusannya, dan bertanya kepada jin tentang kejadian-kejadian.
Lalu jin pun membisikkan wangsit-wangsit kepada si dukun." [Lihat Fath
Al-Bari (10/219), cet. Darul Ma'rifah]
> 
> Trik-trik kalimat yang sering mereka gunakan seperti: "inikan hanya
ikhtiar, yang menentukan kan Tuhan." Trik-trik itu sangat "jitu" dan
sangat "efektif" untuk menipu orang-orang awam muslim yang jahil
(bodoh). Cukuplah bukti-bukti yang terjadi di sekitar kita menjadi
pelajaran yang berharga. Berapa banyak wanita-wanita yang dicabuli,
berapa banyak orang yang dikuras hartanya, berapa banyak orang yang
sakit, justru bertambah parah setelah mendatangi dukun tersebut?
> 
> Dengan fakta seperti ini, masihkah kita mau mendatangi dan
mempercayai para dukun? Padahal kebutuhan dirinya sendiri saja tidak
dapat dia penuhi, apalagi kebutuhan orang lain. Andaikata mereka (para
dukun itu) mengetahui hal-hal yang ghaib, niscaya mereka akan
mengambil harta yang tersimpan di dalam perut bumi ini, sehingga
mereka tidak lagi menjadi orang fakir yang kerjanya meminta-minta dan
mengelabui orang lain, karena hanya sekedar mencari sesuap nasi dengan
cara yang batil.
> 
> Namun kini paradukun sudah ganti wajah. Mereka tidak mau lagi
disebut "dukun". Padahal mereka tetap melakukan perdukunan, namun
bersembunyi di balik sorban atau jubah mereka. Maka bertebaranlah
dukun-dukun yang berkedok sebagai "kiyai" atau "ustadz", dan "orang
pintar" sehingga muncullah istilah "dukun islami". Sungguh mereka
adalah racun di dalam Islam. Mereka mengelabui kaum muslimin dengan
lahiriah mereka, sehingga masyarakat menyangka hal itu termasuk bagian
dari syariat islam. Padahal Islam sangat jauh dari hal tersebut.
> 
> Bagaimana mungkin kita mempercayai orang-orang seperti ini; dia
mengaku mengetahui perkara ghaib dan mampu menolak bala, padahal orang
yang paling mulia di muka bumi ini, sekaligus Rasul yang paling mulia
tidak mengetahui perkara tersebut. Apakah mereka (para dukun) lebih
baik daripada Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam-? Allah
-Ta'ala- memerintahkan Rasul-Nya untuk menyatakan kepada ummatnya,
> 
> "Katakanlah, "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan
tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan
sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan
sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak
lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi
orang-orang yang beriman." (QS. Al A'raf: 188)
> 
> Ahli Tafsir Negeri Syam, Al-Imam Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy
-rahimahullah- berkata, "Allah -Ta'ala- memerintahkan Nabi
-Shallallahu 'alaihi wa sallam- untuk mengembalikan segala urusan
kepada-Nya, dan mengabarkan tentang dirinya bahwa ia (Nabi
-Shallallahu 'alaihi wa sallam-) tidaklah mengetahui perkara ghaib di
masa akan datang. Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- tidaklah
mengetahui sedikitpun diantara hal ghaib itu, selain perkara yang
Allah singkapkan baginya." [Lihat Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim (2/363)]
> 
> Allah -Ta'ala- telah menyatakan bahwa tidak semua para rasul Allah
perlihatkan kepadanya perkara ghaib, tapi Allah memilih sebagian
rasul-rasul yang diridhoi-Nya saja. Allah -Tabaraka wa Ta'ala- berfirman,
> 
> "(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak
memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu, kecuali
kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya dia mengadakan
penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. " (QS. Al Jin:
26-27)
> 
> Jadi para dukun yang mengaku mengetahui perkara ghaib telah bersikap
lancang terhadap Allah Yang Maha Mengetahui Perkara Ghaib. Hanyalah
Allah yang mengetahui perkara ghaib. Tak ada makhluk yang mengetahui
perkara ghaib, baik ia malaikat ataupun nabi, apalagi selain keduanya.
Kalaupun ada nabi atau malaikat yang tahu perkara ghaib, maka itu
hanyalah setitik diantara perkara ghaib yang Allah wahyukan kepada
mereka. Jadi, pada asalnya mereka tak tahu perkara ghaib!! Nah,
tentunya paranormal dan dukun lebih tidak mungkin lagi mengetahui
perkara ghaib. Fa'tabiruu ya ulil albab…
> 
> Kami menasihatkan kepada kaum muslimin agar jangan mau tertipu oleh
para dukun. Tuntutlah ilmu syar'i dan kokohkanlah aqidah kalian,
karena sebab utama tersesatnya seseorang dan tertipunya dengan para
dukun, karena tauhid kita kepada Allah -Ta'ala- masih belum benar,
belum mantap atau belum ada sama sekali!!
> 
> Ingatlah! Allah -Azza wa Jalla- telah memperingatkan kita dalam
ayat-ayat di atas dan hadits-hadits nabi -Shollallahu 'alaihi
wasallam- agar kita jangan mendatangi dukun.
> 
> Namun jika kita tetap melanggarnya maka bacalah firman Allah -Ta'ala-,
> 
> "Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa
yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka..
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada
hari kiamat dalam keadaan buta".. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, Mengapa
Engkau menghimpunkan Aku dalam keadaan buta, padahal Aku dahulunya
adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, Telah
datang kepadamu ayat-ayat kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu
(pula) pada hari Ini kamupun dilupakan." (QS. Thohaa: 123-126).
> 
> Demikianlah tulisan ini kami tulis sebagai bentuk kepedulian kami
terhadap ummat Islam di Indonesia Raya, karena melihat maraknya
perdukunan, ramalan, dan paranormal dekade terakhir ini. Mudah-mudahan
risalah ini bisa menyadarkan ummat.
> 
> Sumber: Buletin Jum'at Al-Atsariyyah edisi 39 Tahun I. Penerbit:
Pustaka Ibnu Abbas. Alamat: Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te'ne
No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP:
08124173512 (a/n Ust. Abu Fa'izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab:
Ust. Abu Fa'izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi: Santri
Ma'had Tanwirus Sunnah - Gowa. Editor/Pengasuh: Ust. Abu Fa'izah Abdul
Qadir Al Atsary, Lc. Layout: Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan/
pemesanan hubungi: Ilham Al-Atsary (085255974201) . (infaq Rp. 200,-/exp)
> 
> Sumber: http://www.almakass ari.com/? p=187
<http://www.almakassari.com/?p=187> 
> 
> 
> 
>   _____  
> 
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo..com/>
 
> 
> 
> 
>  
> 
> This message (including any attachments) is only for the use of the
person(s) for whom it is intended. It may contain Mattel confidential,
proprietary and/or trade secret information. If you are not the
intended recipient, you should not copy, distribute or use this
information for any purpose, and you should delete this message and
inform the sender immediately. 
> 
> 
>   _____  
> 
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! 
<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/>
Answers
>


  • [keluarga-islam] Re: “Orang Pintar” dodindra