keluarga-islam  

[keluarga-islam] (Ngaji of the Day) Agama Kau Jadikan Untuk Menumpuk Uang

Ananto
Tue, 26 Jan 2010 00:51:38 -0800

*Agama Kau Jadikan Untuk Menumpuk Uang*



Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany- Hari Jum’at Pagi tanggal 5 Rajab 545 H. di
Madrasahnya, Rasulullah Saw Bersabda: “Jenguklah orang yang sakit, dan
iringilah jenazah mereka, karena sesungguhnya hal demikian bisa
mengingatkanmu akan akhirat.” (HR. Ahmad).


Rasulullah Saw, bermaksud agar kalian mengingat akhirat, sementara
menghindari mengingat akhirat, lebih cinta  pada dunia. Padahal dalam waktu
dekat segala apa yang anda miliki akan diambil oleh Allah tanpa ada yang
bisa menghalangi. Padahal anda sedang bersenang-senang dengan dunia, hingga
yang muncul adalah rasa sakit hati sebagai ganti dari riang gembiramu.


Hai orang yang alpa, yang sedang berpuas-puas dengan dunia, anda diciptakan
bukan untuk dunia. Anda diciptakan untuk akhirat.


Hai orang alpa, apa yang seharusnya anda lakukan dari Allah itu? Sedangkan
hasratmu hanya demi menuruti syahwat dan kenikmatan-kenikmatan. Agama kau
jadikan untuk menumpuk dinar. Engkau sibuk dengan permainan-permainan,
padahal sudah di ingatkan akan kehidupan akhirat dan kematian. Namun anda
mengatakan , “Aku masih susah hidupku dan masih berutang sekian dan sekian.”
Padahal peringatan maut telah datang melalui ubanmu, sementara anda mencukur
atau menyemir dengan warna hitam, ketika ajalmu tiba, mana amalmu?


Ketika Malaikat maut tiba dengan perangkatnya, dengan cara apa anda
menolaknya? Jika rezeki-mu sudah habis dan usiamu sudah selesai, dengan cara
bagaimana anda merekayasa?


Tinggalkan dirimu dari kerumitan ini. Dunia dibangun untuk kepentingan amal
perbuatan baik, jika anda beramal akan ada pahala. Jika tidak apa yang akan
diberikan padamu? Dunia adalah negeri amal dan negeri kesabaran atas
bencana. Dunia negeri kepayahan dan akhirat negeri santai. Orang beriman itu
menyibukkan dirinya, jelas akan ada istirahatnya. Sedangkan anda
tergesa-gesa untuk santai, tetapi menunda-nuda taubat, berlarut-larut hari
demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, hingga selesai ajalmu. Dalam
sekejap jadi penyesalan.


Bagaimana anda menerima nasehat, bagaimana anda sadar dan benar, sedang anda
tak pernah membenarkan? Hati-hati,  atap rumah kehidupanmu telah terbelah.
Hai orang yang tertipu, bengkak-bengkak tubuhmu kehidupanmu telah tiba.
Negeri ini, dimana anda telah roboh, mestinya anda beralih ke akhirat.
Carilah negeri akhirat dan langkahkan kakimu ke sana. Langkah apakah itu?
Langkah amal yang saleh. Langkahkah apa yang anda punya menuju akhirat
hingga bertemu denganNya.


Hai orang yang terpedaya dunia, hai orang yang terus berburu tanpa
mendapatkan sesuatu. Hai orang yang meninggalkan pasukan, malah sibuk dengan
pembantu-pembantu dunia. Hati-hati, akhirat itu tidak mau berpadu dengan
dunia, karena akhirat tidak ingin menjadi pembantu dunia.


Keluarkanlah dunia dari hatimu, engkau akan melihat akhirat, bagaimana
akhirat datang dan menguasai hatimu. Jika sudah sempurna maka dengarkan
panggilan taqarrub dari Allah Azza-wa-Jalla, maka pada saat itulah lepaskan
akhirat dan carilah Allah Swt. Disanalah kemudian qalbu menjadi benar dan
rahasia qalbu menjadi bening.


Jika hatimu benar, maka Allah menyaksikannya, begitu juga para malaikat dan
mereka yang diberi ilmu oleh Allah, yang menyaksikan kebenaran hati anda.
Jika sudah demikian anda menjadi kokoh seperti bukit tak  akan runtuh oleh
badai, tidak pernah sirna karena gempuran dan di dalam hatimu tidak lagi
terpengaruh oleh pandangan makhluk, tidak terpengaruh oleh pergaulan. Tidak
ada haru biru di hatimu juga tidak ada kotoran yang merusak kebeningan
rahasia jiwamu.


Hai kaumku, awas! Siapa yang beramal demi dipandang dan diterima makhluk
maka dia adalah hamba yang minggat dan sekaligus musuh Allah Azza wa-Jalla.
Ia telah mengkafiriNya dan telah terhijab dari nikmat, terkena dendam dan
laknatNya.


Makhluk telah merampas hati, kebajikan, agama dan membuat diri kalian jadi
musyrik, melupakan Tuhanmu Azza wa-Jalla. Mereka menginginkan kamu bukan
membahagiakanmu. Sedangkan Allah menginginkan kamu untuk kebahagiaan dan
keselamatanmu, bukan untuk mereka.


Carilah yang menghendakimu dan sibuklah bersamaNya. Karena sibuk bersamaNya
itu lebih utama dibanding sibuk dengan yang menghendakimu untuk dirinya.
Kalau toh anda harus mencari, maka carilah dari Allah, bukan dari
makhlukNya.


Sebab yang paling dibenci Allah manakala hambaNya mencari dunia dari
makhlukNya. Minta tolonglah kepada Allah, karena Allah itu Maha Kaya,
sedangkan semua makhluk itu miskin dan fakir. Bahkan para makhluk itu tidak
memiliki kekuasaan dan kemampuan terhadap dirinya sendiri, apalagi terhadap
makhluk lain, baik suka maupun dukanya.


Carilah kasih sayangNya, karena Dialah yang menghendakimu. Semula anda
menjadi murid (yang berkehendak padaNya) dan  Allah yang engkau kehendaki.
Akhirnya  anda menjadi Murod (yang dikehendakiNya) dan Allah yang
menghendakimu.



Seorang anak ketika kecil selalu mencari ibunya dan ia dicari oleh ibundanya
ketika besar. Jika Allah Tahu akan kebenaran hasratmu padaNya, pastilah Dia
menghendakimu. Jika Allah mengetahui kebenaran cintamu padaNya pastilah Dia
mencintaimu, meraih hatimu dan kedekatanmu. Bagaimana anda bahagia sedangkan
tangan nafsumu, kesenangan dan watak alamimu, syetanmu justru anda biarkan
di depan kedua matamu? Awaslah dengan penguasaan seperti itu, sementara anda
telah melihat banyak kenyataan. Lawanlah dirimu dengan perjuangan dan kontra
pada nafsumu. Buanglah kekuasaan mereka, hawa nafsu, kesenangan alamimu dan
syetanmu, pasti anda menemukan Allah.


Buanglah semua itu, karena hijab telah tersingkap antara dirimu dengan Allah
Azza wa-Jalla, hingga anda melihat segalanya dan selain Allah, bersama Allah
Azza wa-Jalla.


Anda melihat aib-aibmu, hingga engkau menghindarinya, dan anda melihat aib
selain dirimu dan engkau lari dari aib mereka. Bila semua sudah sempurna
padamu, itulah taqarrubmu dan Allah memberikan sesuatu yang tak pernah
terlintas pandangan, tak pernah terdengar dan tak pernah terbesit di hati
manusia. Allah membentengi pendengaran hatimu dan rahasia hatimu, serta
kedua matahatimu, meluruskan dan memberikan pakaian. Allah menghiaskan
pakaian padamu melalui pakaian kemuliaanNya yang dilimpahkan padamu dengan
kewalian dariNya. Memberikan penegasan nyata padamu, memberikan penguasaan
padamu, memberikan kekuasaan ruhani padamu untuk seluruh makhlukNya, hingga
engkau menjadi penjaga hatimu. Bahkan para malaikat pun menjadi pembantumu.
Allah pun memperlihatkan ruh-ruh para Nabi dan Rasul padamu, maka tak ada
yang tersembunyi padamu, sesuatu yang tersembunyi pada makhlukNya.


Anak-anak sekalian…Carilah posisi itu, berharaplah dan jadikanlah sebagai
hasratmu. Tinggalkan sibuk ria duniawi, karena dunia tak pernah memuakanmu,
apa pun selain Allah tak membuatmu kenyang. Maka sibuklah denganNya, Dia
akan memberikan kenyang padamu. Jika sukses, berarti anda telah sukses dunia
akhirat.


Hai orang yang alpa,kembalilah pada yang menghendakimu dan carilah yang
mencarimu. Cintailah yang mencintaimu. Sibuklah dengan Dzat yang rindu
kepadamu.


Dengarkan firmanNya:

“Dia mencintai mereka dan mereka mencintaiNya..” (Al-Maidah 54).


Maksudnya, “Aku lebih rindu untuk bertemu dengan kalian…” Allah telah
menciptakanmu untuk ibadah padaNya, karena itu jangan main-main. Dia
menghendakimu agar beserta denganNya, karenanya jangan sibuk dengan
selainNya.


Jangan mencintai siapapun selain mencintaiNya, cinta yang penuh kasih,
sayang dan lembut. Boleh mencintai selainNya hanya sebagai cinta nafsu. Tapi
cinta hati, tidak boleh selain kepadaNya, begitu juga cinta sirri (rahasia
hati paling dalam), tidak boleh kecuali kepadaNya.


Nabi Adam as, ketika mulai mencintai syurga dan posisi di syurga, tiba-tiba
ia berpisah denganNya dan ia dikeluarkan dari syurga, melalui cara memakan
buah (khuldi). Begitu juga ketika hatinya mulai cinta dengan Siti Hawa’,
tiba-tiba malah berpisah dengan Siti Hawa’ dalam jarak tiga ratus tahun
perjalanan. Adam as di Sarnadib sedangkan Siti Hawa di Jeddah.


Nabi Ya’qub as, ketika mulai sayang sekali pada puteranya Nabi Yusuf as,
maka Allah memisahkan keduanya. Begitu juga Nabi kita Muhammad Saw, ketika
ada sedikit pesona kepada isterinya Aisyah, tiba-tiba Allah memberlakukan
takdir cobaan berupa tuduhan dan berita bohong dari orang munafiq yang
menimpa Aisyah, berhari-hari Rasul Saw, tidak melihat Aisyah.


Maka sibukkah hatimu bersama Allah Azza wa-Jalla, bukan dengan yang lainNya.
Jangan merasa mesra dengan selainNya. Jadikan makhluk itu tetap di luar
hatimu, sebagai bagian dari upaya menuju kepadaNya.


Hai orang-orang yang bergelimang kebatilan, hai orang-orang pemalas, hai
orang-orang yang tak pernah datang kepadaku, jika anda menerima dariku dan
mengamalkan atas ucapanku, maka semua akan kembali bagimu. Jika kalian tidak
mengamalkan, maka itu juga resiko kalian akan mendapatkan amarah dan
keterhalangan dengan Allah.


Allah Ta’ala sudah berfirman:

“Baginya apa yang telah dilakukan, dan (resiko) pada apa yang
dilakukannnya..” (Al-Baqarah 286).


“Bila kalian berbuat baik, maka kebaikan itu kembali pada kalian. Bila
kalian berbuat buruk, juga kembali kepadamu.” (Al-Isro 7)


Itulah esok akan bertemu pahalanya amal di syurga, sedangkan siksaan amal
buruk akan bertemu di neraka.


Nabi saw, bersabda:

“Berilah makan pada orang-orang yang taqwa, dan berikanlah pakaianmu kepada
orang-orang beriman.”


Jika engkau memberikan sajian makan kepada orang yang taqwa dan anda
membantu urusan dunianya, berarti anda adalah kawan orang yang taqwa, dalam
hal amaliyahnya, dan bahkan sama sekali pahalanya tidak berkurang. Karena
anda telah ikut menolong dan meraih tujuannya dan ikut mempercepat jalannya
menuju Tuhannya Azza wa-Jalla.


Namun jika engkau menyajikan makanan pada orang munafiq, kepada orang yang
suka riya’, suka maksiat, dan menolong masalah dunianya, berarti anda adalah
kawannya dan keburukannya kembali padamu.


Hai orang bodoh, belajarlah. Jangan sampai anda beribadah tanpa ilmu. Tidak
ada kebaikan sedikit pun dalam keyakinan tanpa ilmu. Raihlah ilmu dan
amalkan, maka anda akan bahagia dunia dan akhirat. Kalau anda tidak sabar
untuk mencari ilmu dan mengamalkan ilmu bagaimana anda bahagia? Ilmu itu
ketika diberikan, justru kita akan mendapatkan keuntungannya padamu.


Sebagian Ulama – semoga Allah merahmatinya – ditanya, “Bagaimana anda meraih
pengetahuan yang anda miliki?” Ia menjawab, “Melalui upaya  seperti  bangau
di pagi hari yang sudah terbang, seperti kesabaran unta, seperti semangat
babi dan hasrat setia anjing. Sejak dini aku mendatangi pintu-pintu Ulama,
seperti semangat diniharinya bangau untuk terbang, aku bersabar terhadap
beban-beban seperti kesabaran unta memikul beban. Aku semangat mencari ilmu
seperti semangatnya babi  yang rakus pada makanan, dan aku dengan penuh
kesetiaan menghamba pada pintu  seperti anjing pada tuannya yang berharap
memberikan makanan.”


Hai pencari pengetahuan dengarkanlah makalah sang alim itu, amalkanlah, jika
engkau berkehendak terhadap ilmu dan kebahagiaan. Ilmu itu kehidupan, dan
kebodohan adalah kematian.


Orang alim yang mengamalkan ilmunya, yang ikhlas dalam beramal, yang sabar
dalam mengajar demi kebenaran Tuhannya azza wa-Jalla, tak akan pernah mati.
Karena kalau dia mati, ia bertemu Tuhannya Azza wa-Jalla dan abadi hidup
bersamaNya.


Ya Allah limpahilah kami rezeki pengetahuan dan ikhlas di dalamnya. []



*KH. Muhammad Luqman Hakim*
  • [keluarga-islam] (Ngaji of the Day) Agama Kau Jadikan Untuk Menumpuk Uang Ananto