keluarga-islam  

[keluarga-islam] Bersyukur Dalam Kesulitan

David Sofyan
Wed, 27 Jan 2010 01:25:14 -0800

Bersyukur Dalam Kesulitan

Setelah lama berputar-putar keliling Jakarta tanpa hasil, Taksi yang 
dikemudikan Pak Zumhari akhirnya di pesan seseorang dari komplek perumahan 
mewah, "Alhamdulillah, ternyata rezeki Allah tetap menghampiri hambanya" kata 
Pak Zumhari didalam hati. Menit berlalu dengan cepat berganti jam , tapi orang 
yang hendak menyewa belum keluar juga. Pak Zumhari tetap menunggu sambil 
sesekali menanyakan kepada penghuni rumah itu. Memasuki jam ke dua kesabaran 
Pak Zumhari hilang, dia meminta uang tunggu sebesar dua puluh ribu rupiah 
selama dua jam menunggu. Pihak rumah tidak ada yang mau memberi karena merasa 
belum membatalkan order. Pak Zumhari menunggu satu jam lagi dengan harapan 
orang tersebut keluar, tetapi kekesalan dan umpatan keluar dari mulut Pak 
Zumhari berbeda seratus delapan puluh derajat dengan syukur yang dipanjatkannya 
tadi.

Hari itu Pak Zumhari tidak bisa memenuhi setoran dan akibatnya dia bisa tidak 
membawa uang kerumah untuk belanja harian. " Ternyata Allah belum memberikan 
kita rezeki hari ini" keluh Pak Zumhari kepada istrinya. " Pak, si Amin sakit, 
dari kemaren panasnya tidak turun-turun, bahkan beberapa kali muntah, bawa 
kedokter Pak " sahut istrinya memberitahukan mengenai keadaan putra mereka. " 
Uang kita tidak cukup untuk biaya rumah sakit, sedangkan puskesmas malam begini 
mana buka bu " jawab Pak Zumhari. "Tapi bapak mau melihat kondisi anak kita 
begini terus ?, bawa sajalah Pak, masalah uang kita pikirkan nanti" kata sang 
istri mulai panik. Akhirnya mereka membawa anaknya kerumah sakit. Sesampainya 
di rumah sakit , mereka segera mendaftar untuk memasukan anak mereka keruang 
pemeriksaan tetapi mereka dihadang oleh kenyataan harus membayar jaminan 
sebesar satu juta rupiah. 

Perdebatan terjadi antara pihak rumah sakit dengan Pak Zumhari. Memberikan 
jaminan adalah salah satu dari peraturan rumah sakit dan Pak Zumhari tidak bisa 
berbuat apa-apa, rasa kemanusian sekarang hanya jadi barang dagangan yang di 
pertontonkan di tivi-tivi. Sewaktu Pak Zumhari akan membawa anaknya pulang, 
tiba-tiba pihak rumah sakit memanggil dan mempersilahkan mereka memasuki ruang 
pemeriksaan karena sudah ada yang menjamin biaya pengobatan. Tidak hanya uang 
muka tetapi seluruh biaya pengobatan tersebut di tanggung oleh seseorang yang 
tidak dikenal." Alhamdulillah ya Rob pertolonganMu telah datang" jerit hati Pak 
Zumhari.

Beberapa saat kemudian beberapa orang polisi mendatangi rumah sakit, 
mengabarkan bahwa salah satu perampok yang melakukan aksi kejahatan di dareah 
tersebut melarikan diri kearah rumah sakit. Ciri-ciri yang di sebutkan Petugas 
kepolisian sama dengan orang yang memberikan bantuan kepada Pak Zumhari, tentu 
saja khabar ini kembali mencemaskan hatinya. " Ya Allah mengapa rasa syukur 
hamba selalu di ikuti oleh rasa cemas "  kata Pak Zumhari dalam hati sambil 
menangis. Rumah sakit hendak membekukan dana yang telah di pergunakan untuk 
membiayai pengobatan anaknya sampai ada konfirmasi dari pemilik dana yang 
sebenarnya.

Keesokan harinya Perampok tersebut berhasil di tangkap dan kekantor polisi 
untuk mengurus segala keperluan dan mengambil dana yang tersisa , korban 
perampokan tersebut mendatangi rumah sakit, sehubungan dengan kejadian 
penggunaan dana yang salah arah. Setelah mendengarkan asal mula kejadian 
pemilik uangtersebut mengikhlaskan dananya untuk biaya pengobatan Pak Zumhari, 
tidak hanya itu Pak Zumhari diminta untuk menjadi supir pribadinya. 
Orangtersebut ternyata orangtua dari penumpang yang hendak menyewa taksinya 
tadi pagi, tetapi orang tuanya mendadak meninggal setelah pingsan beberapa 
saat. hal itulahyang menyebabkan Pak Zumhari harus menunggu lama dan akhirnya 
dibatalkan.

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang 
kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka 
ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan 
bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman 
bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya 
pertolongan Allah itu amat dekat." (Al Baqarah ayat 214)

Salam

David Sofyan
  • [keluarga-islam] Bersyukur Dalam Kesulitan David Sofyan