Ferli Iskandar
Wed, 19 Jan 2000 04:09:34 -0800
Jadi Anda percaya bahwa ada satu interpretasi yg benar di antara banyak interpretasi? Apakah ini berarti ketika kita melihat gambar yg bisa dilihat sbg nenek2 atau gadis cantik, maka salah satu cara pandang itu lebih benar dari yg lain? Manusia, peristiwa, jauh lebih kompleks dari sekedar gambar. Interpretasi berdasarkan logika? Setiap interpretasi pasti ada logikanya, tapi itu tetap tidak mengurangi aspek relativitas interpretasi itu. Soal "To be great is to be misunderstood", saya sedang me-refer ke tokoh2 besar spt Amien Rais, atau Gus Dur, atau Mega, yg sering disalahartikan dan dgn demikian dihujat (ini juga menjawab klarifikasi soal 'pribadi2 tertentu'). Anda masih yakin dgn interpretasi (Anda inkonsisten waktu bilang 'tidak ada interpretasi') bahwa kutipan di atas 'out of context'? -----Original Message----- From: Marto Blantik [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, January 19, 2000 3:15 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] amien lagi ----- Original Message ----- From: "Ferli Iskandar" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, January 19, 2000 1:57 PM Subject: RE: [Kuli Tinta] amien lagi > Mas Marto (IF this is your real name), > > Good point. Anda sangat berhak untuk berinterpretasi. Saya juga tidak > melarang Anda berinterpretasi sebebas apa pun. Jadi: saya, Anda, James, > Goenawan, para wartawan, adalah para penyampai interpretasi. Yang menjadi masalah khan interpretasi itu benar atau tidak khan ? Sebenarnya semua orang dinilai (kalau boleh aku sebut diinterpretasikan) oleh orang lain berdasarkan tingkahnya atau omongannya. Apalagi kalau orang itu pemimpin bangsa. Mega jarang ngomong, bisa diinterpretasikan bisu, enggak tau apa-apa. GD kluyuran keluar negeri bisa diinterpretasikan enggak punya sense of crisis. > > Ini perlu ditekankan kembali, karena dlm interpretasi saya ;), aura milis > ini sudah penuh dgn keyakinan2 tertentu atas pribadi2 tertentu (silakan > interpretasikan sendiri maksud 'tertentu' di situ), sepertinya ruang dan > semangat self-skepticism atau reality-check itu sudah begitu kecil. Kelihatannya anda punya interpretasi yang lain mengenai pribadi" tertentu itu. Beberkan disini dong, biar kita ,minimal aku, tahu bahwa interpretasiku salah. Jangan nggrundel saja dan dipendam di ati. Kadang2, > kita begitu yakin bahwa interpretasi kita berdasar, tanpa sadar bahwa dasar > itu sendiri adalah sebentuk interpretasi lagi. Kalau interpretasinya logis dan masuk akal apa salahnya kalau itu dijadikan dasar. > > Btw, kata Ralph Waldo Emerson (kalo nggak salah): 'To be great is to be > misunderstood.' Interpretasikanlah sendiri maksud kalimat itu dlm konteks > kita ;). Tidak ada interpretasi lha out of context gitu. -=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===- Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!