***********************
Your mail has been scanned by InterScan.
***********-***********





Selamat pagi rekan rekan di milist lensa,
Saya punya pengalaman menarik dan saya tulis di milist ini agar rekan rekan 
berhati hati sehingga tidak tertipu seperti saya. Walaupun nilainya relatif 
kecil tapi hal ini sangat menyakitkan. Mudah mudahan tidak terjadi pada rekan 
rekan.  Terutama rekan rekan yang membuka iklan jual toko, jual rumah atau jual 
mobil di suatu surat kabar umum.
Kalau dulu banyak yang menipu dengan mengirim "sms berhadiah", sekarang hal itu 
mungkin sudah usang.
Ceritanya begini :
Saya membuka iklan di salah satu surat kabar lokal, isinya saya ingin menjual 
toko, dengan kontak person istri saya.
Kemarin, tanggal 5 Juni 2006, ada seseorang yang telepon ingin membeli toko 
saya ke istri, yang mengakunya " dr.Sudarmaji dari RS Hasan Sadikin Bandung" ( 
entah darimana teleponnya karena memakai hp dengan nomor 085281026055.) yang 
katanya toko tsb untuk  istrinya di PERUMAHAN TAMAN CILEGON INDAH............ ( 
maaf tidak saya sebutkan ).
Setelah nego bolak balik, maka sepakat untuk membeli toko saya , maka 
"dr.Sudarmaji" ini akan memberi DP ( uang muka sebesar Rp. 10.000.000,- sepuluh 
juta rupiah ) yang akan ditransfer melalui rekening BCA, kebetulan kami memang 
memegang rekening BCA.
Beberapa saat kemudian telepon lagi ke istri, bahwa " dr.Sudarmaji"  sudah 
mentransfer Rp 10 juta , ia meminta istri saya segera mengecek di ATM BCA 
terdekat, ia mengatakan hal ini agar sama sama tahu bahwa dr.Sudarmaji sudah 
transfer, dan agar toko tidak dijual ke orang lain. Sesampainya di ATM, 
ternyata transfer belum masuk, maka istri telepon balik memberitahu.
Kemudian dr.Sudarmaji menelpon dan minta hp jangan dimatikan, karena akan 
telepon "HALO BCA", kemudian telepon beberapa saat kemudian kedengaran lagu 
lagu khas  BCA, seperti pembukaan telepon kalau kita telepon call center suatu 
bank. Nah laki laki yang mengaku "BCA OFFICER" inilah yang akan memandu orang 
yang akan ditipunya. Seolah olah ingin membantu memecahkan problem transfer 
yang terhambat, maka dengan dipandu melalui hp, istri membuka ATM, kemudian 
ditanya saldonya berapa??? Istri jawab cuman sekian ratus ribu. BCA officer 
gadungan ini, bilang pantesan transfer tidak masuk, karena saldonya cuman 
ratusan ribu. Kemudian tanya lagi apa punya kartu lain??? Nah ini asal 
muasalnya saya tertipu, disebutkan bahwa saya juga punya . Tak lama istri 
telepon saya, minta no rekening BCA saya untuk menerima " DP PALSU", saya 
sempet marah sama istri, saya bilang : besok saja sih, tidak perlu tergesa 
gesa. Dengan berbagai dalih istri saya ngotot, maka saya luluh , saya 
beritahukan nomor rekening saya
Kira kira 1 jam kemudian , "dr.Sudarmaji" dokter gadungan ini telepon saya 
mengatakan sudah transfer Rp 10 juta dan ia memohon agar segera dicek di ATM 
terdekat, ia juga tanya jam berapa sampai ke ATM, dan ia minta jangan lama lama 
segera cek apakah tansfernya sudah masuk, dan ia minta hp jangan dimatikan.
Setelah itu beberapa kali ia telepon lagi, sempat saya bentak : Saya sedang 
bekerja!!
Di jalan ia telepon lagi: " Jam berapa dicek di ATM ? ".
Sampai di ATM, saya ambil uang secukupnya, dari print out nya, transfer belum 
masuk. Kemudian saya telepon balik, eh telepon segera diputus dan ia yang 
telepon. Kemudian ia tanya saldo saya, pertanyaan itu tidak saya jawab. Karena 
ngapain tanya tanya saldo, pikir saya. Dan minta saya untuk menunggu sebentar, 
karena katanya ia kan telepon "HALO BCA".
Ia telepon lagi, katanya ia sudah tersambung ke " Halo BCA" , mula mula 
terdengar musik khas, kemudian suara telepon tersambung, "Officer BCA gadungan" 
inilah yang minta saya ke ATM lagi.
Karena saya ingat istri, sebenarnya sudah dari siangnya hati saya males 
meladeni " dokter gadungan ", Saya kemudian ikut antri lagi, kemudian saat 
giliran saya, saya telepon lagi , ehh diputus lagi , ganti dia yang telepon 
balik, kemudian disambungkan lagi ke "Halo BCA", nahh "officer gadungan inilah 
yang memandu saya".
Ia tanya saldo nya, saya ketika itu saya jawab sekenanya, sempat dua kali salah 
masukin perintah, sehingga transfer INVALID.
Selanjutnya, officer gadungan minta transfer balik guna mengecek masalah 
terhambatnya transfer "dr.Sudarmaji", saya diminta transfer ke sebuah rekening, 
disuruh mencoba transfer sejumlah angka, kemudian minta ke sebuah no rekenning, 
ketika saya pencet BENAR, muncullah nama ROMI GUNAWAN dengan A/C BCA 
2741355312. Saya tanya, loh kok muncul nama ROMI GUNAWAN, dijawab sama "officer 
BCA gadungan" : Ya, itu nama saya, sebagai "Penanggung Jawab BCA", jangan 
kuatir, saya sedang cek, nanti dananya saya transfer balik". Dalam hati, pengin 
tau, maka saya pencet tombol benar.
Kemudian , Officer gadungan itu tanya : apakah struk nya sudah keluar??, Saya 
jawab : Sudah!., Ia kemudian memberi perintah lagi : " Agar menyobek dan 
membuang struk transfer tersebut, agar tidak timbul masalah dikemudian hari ". 
Saya jawab : ya, sudah saya sobek. Padahal struk masih saya simpan. Ia 
melanjutkan agar saya menunggu 10 menit lagi akan ditransfer balik.
Setelah itu, saya telepon istri : " Kita baru saja tertipu ! ".
Dari pengalaman tadi, mudah mudahan rekan rekan milist bisa mengetahui modus 
penipuan pura pura memberi uang muka lewat transfer ATM. Jangan menerima 
telepon saat di ATM, tunda menerima telepon saat mengambil uang di ATM.
Jangan tergiur janji DP melalui transfer ATM.
Dan bagi "dr.Sudarmaji alias ROMI GUNAWAN" bertobatlah jangan kotori tanah air 
Indonesia ini dengan kegiatan tipu menipu seperti itu. Bila anda menemui saya 
langsung, dan minta maaf pada saya niscaya saya akan memaafkan anda, dan saya 
tidak minta uang saya dikembalikan. Semoga anda ( Romi Gunawan ) mau kembali ke 
jalan yang benar.

Salam saya.
Joko L

Kirim email ke