Donny Kurnia
Fri, 27 Jan 2006 05:19:01 -0800
On 1/27/06, Sumitro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rekan2 Yth, > > Beritahu itu dealer ACER, semua yg baca cerita ini tidak akan beli PC ACER! > Mendingan PC lainnya atau buatan DN. > > > dekrit writes: > > > Seorang sahabat saya membeli Notebook Acer. > > Travelmate 4152NLMi. > > Melihat saya anteng dengan Fedora Core 4 > > tanpa pernah ada problem soal virus dan keamanan, > > dan juga karena Notebook itu hanya akan dipakai > > buat bisnis (Word Processor, e-mail, fax), beliau > > memutuskan untuk membeli Notebook Acer > > dengan OS Linux didalamnya. > > Dipesan lewat telepon, dengan Credit Card > > jadilah esoknya Notebooknya sudah di meja. > > Apa lacur, Linux-nya ternyata hanya text-base. > > Otomatis sahabat saya kelimpungan. > > Memanggil saya untuk melihat, kenapa notebook-nya > > baru dibeli langsung "rusak" (maklum, awam). > > Menurut nalar saya, mestinya yang pre-installed adalah > > Linux dengan GUI (apapun WM-nya). Kami mengontak > > dealer-nya, jawabannya: Memang yang terinstal hanya > > Linus BE alias Basic Edition yang lainnya harus diinstal > > oleh user sendiri. Info di Website acer sama. > > Dengan niatan mau membantu, saya instalkan FC 4. > > Masalahnya langsung kelihatan: Audio, modem, LAN, dan > > fasilitas Wi-fi semua tak terdeteksi. Graphic card hanya > > bisa memakai SVGA standar/Vesa. > > Saya katakan mungkin kita bisa atasi pelan-pelan dengan > > mencari di Web. (Seperti yang saya lakukan dengan PC saya). > > Tapi beliau tidak bisa menunggu lama (tanpa ada kepastian > > bisa berhasil atau tidak), maunya notebook dibeli langsung > > bisa dipakai. > > Akhirnya diputuskan untuk mengirim balik Notebook tersebut > > dan menggantinya dengan yang pre-installed Windows XP > > (yang kemudian datang standar juga tanpa Word Prosesor > > dll, tetapi "kelihatan sudah bisa dipakai", karena bisa klak-klik > > sana sini, ada suaranya, bisa internet, dll). > > > > Yang saya sesalkan disini adalah Linux ternyata hanya dipakai > > sebagai bemper. Sebab yang dijual tidak lain adalah sebuah > > PC kosong yang relatif non-fungsional (haree ginee untuk apa komputer > > yang tak bisa terhubung kemana-mana?). > > Dengan mencantumkan OS Linux sebagai OS yang terinstal > > pihak Acer seharusnya bertanggung jawab untuk menyediakan > > driver dari setiap hardware yang dipakai dalam Notebooknya. > > Kalau ternyata tidak ada support sama sekali, mohon Linux > > tidak dicantumkan sebagai OS pre-installed, karena lalu > > menjadi kampanye negatif > > yang menyempurnakan gambaran awam bahwa Linux > > "tidak bisa dipakai kerja". Padahal itu justru terjadi karena > > vendor yang hanya mengambil keuntungan komersial dari > > "free"-nya Linux, tanpa niatan untuk sungguh-sungguh > > memberikan Customer Service yang baik. > > > > > > dekrit. > > > > -- > > Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] > > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > > > > > Wassalam, > Sumitro R > Saat ini kalo main boikot-boikotan, justru kita yang bakal tertinggal. Mending hubungi Linpus Linuxnya aja, supaya meningkatkan fitur produknya. Linpus markasnya di Taiwan juga, dilihat dari domain webnya. Kalo bisa, kita juga ikut ngembangin perangkat lunak / driver agar laptop Acer dapat dimanfaatkan dengan maksimal, kan hebat tuh. Acer termasuk produsen yang mengeluarkan laptop dengan harga cukup murah, ketimbang produk sejenis produsen lain dengan spek yang sama. Kalo kita bisa memaksimalkan penggunaan laptop ini, kan bagus tuh :D -- Donny Kurnia http://hantulab.multiply.com/ http://hantulab.blogspot.com/ ------------------------------------------- At times the world can seem an unfriendly and sinister place. But believe us when we say there is much more good in it than bad. And what might seem to be a series of unfortunate events, may in fact, be the first steps of a journey. -- A Series of Unfortunate Events -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis