gibril1
Mon, 31 Jul 2006 21:50:14 -0700
Sir Sayid Ahmad Khan Berdayakan Umat Muslim India
Dia menerima penghargaan dan gelar dari pemerintah Inggris, tapi ia
mengembalikan semua hadiah yang diberikan mereka padanya. Sir Sayid
Ahmad Khan dikenal sebagai seorang tokoh pembaru di kalangan umat
Islam India pada abad ke-19. Dia dilahirkan di India pada tahun 1817.
Nenek moyangnya berasal dari Semenanjung Arab yang kemudian hijrah ke
Herat, Persia (Iran), karena tekanan politik pada zaman dinasti Bani
Umayyah.
Dari Herat mereka hijrah ke Hindustan (India) dan menetap di sana.
Ayahnya bernama al-Muttaqi, seorang ulama yang saleh. Ahmad Khan
memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau
dari keturunan Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Talib. Karena itulah
dia bergelar sayid. lbunya seorang wanita cerdas dan pandai mendidik
anak-anaknya. Ahmad Khan memulai pendidikannya dalam pengetahuan agama
secara tradisional.
Di samping itu beliau juga mempelajari bahasa Persia dan bahasa Arab,
matematika, mekanika, sejarah dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya.
Beliau pun banyak membaca buku-buku ilmu pengetahuan dalam berbagai
bidang ilmu. Hal ini menjadikannya sebagai seorang yang luas ilmu
pengetahuannya, berpikiran maju, dan dapat menerima ilmu pengetahuan
modern. Sejak sang ayah meninggal tahun 1838, Ahmad Khan mulai bekerja
untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, karena ibunya enggan
menerima tunjangan pensiun dari istana.
la bekerja pada Serikat India Timur, kemudian ia pindah bekerja
sebagai hakim di Fatehpur (1841). Selanjutnya ia dipindahkan ke
Bignaur. Dan pada tahun 1846 ia kembali lagi ke Delhi. Masa delapan
tahun di Delhi merupakan masa yang paling berharga dalam hidupnya
karena ia dapat melanjutkan pelajarannya. Ketika terjadi pemberontakan
umat Hindu dan umat Islam terhadap penguasa Inggris pada tanggal 10
Mei 1857, Ahmad Khan berada di Bignaur sebagai salah seorang pegawai
peradilan.
Dalam peristiwa ini ia tidak ikut memberontak, bahkan banyak membantu
melepaskan orang-orang Inggris yang teraniaya di Bignaur. Atas jasa-
jasanya, pemerintah Inggris menganugerahkan gelar Sir dan memberikan
berbagai hadiah kepadanya. Ahmad Khan menerima gelar tersebut, tetapi
ia menolak hadiah-hadiah itu, kecuali kesempatan untuk berkunjung ke
Inggris pada tahun 1869. Kesempatan tersebut dimanfaatkan olehnya
untuk meneliti lebih jauh sistem pendidikan serta menyaksikan
perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Inggris.
Ahmad Khan pun menjelaskan kepada pemerintah Inggris bahwa dalam
pemberontakan di tahun 1857, umat Islam tidaklah memainkan peran
utama. Hal itu dijelaskan lewat buku yang berisikan catatan kronologis
pemberotakan tersebut (Tarikhi Sarkhasi Bijnaur/1858). Buku lainnya,
berjudul Asbab Baghawat-i Hind (1858) yang diterjemahkan dalam bahasa
Inggris, The Causes of the Indian Revolt (Sebab-sebab Revolusi India),
juga menceritakan hal yaang sama. Ahmad Khan berhasil mendamaikan umat
Islam dengan pemerintah Inggris.
Dia pun berusaha keras untuk memajukan umat Islam India dan kembali
menulis beberapa buku yang menyiratkan bahwa umat Islam hendaknya
bekerja sama dengan pemerintah Inggris untuk mencapai kesejahteraan,
ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukunya antara lain Risalah tentang
Orang-orang Saleh (Risalat Khair Khawahan Musulman) dan Hukum Memakan
Makanan Ahli Kitab (Ahkam Ta'am Ahl al-Kitab). Setelah berhasil
mendamaikan umat Islam dan pemerintah Inggris, Ahmad Khan mulai
memunculkan ide-idenya dalam rangka memajukan umat Islam.
Menurut Ahmad Khan, umat Islam terbelakang, bodoh, dan miskin, karena
mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi modern
sebagaimana yang dimiliki oleh negara Eropa lainnya. la berpendapat
bahwa ilmu pengetahuan modern dan teknologi adalah hasil pendayagunaan
akal yang maksimal. Sejalan dengan itu, Alquran sangat mendorong umat
Islam untuk mempergunakan akal dalam bidang-bidang yang sangat luas,
walaupun jangkauan akal tersebut terbatas. Sir Ahmad Khan kemudian
mendirikan lembaga pendidikan pertama yaitu Sekolah Inggris di
Mudarabad pada tahun 1861.
Untuk menunjang lembaga pendidikan tersebut, Sir Ahmad Khan pada tahun
1864 mendirikan The Scientific Society (Translation Society) sebagai
lembaga penerjemahan ilmu pengetahuan modern ke dalam bahasa Urdu. la
juga membentuk Panitia Peningkatan Pendidikan Umat Islam dan Panitia
Dana Pembentukan Perguruan Tinggi Islam. Pada setiap kesempatan, Sir
Ahmad Khan selalu mengemukakan pendapatnya bahwa satu-satunya cara
untuk mengubah pola berpikir umat Islam India dari keterbelakangannya
adalah melalui pendidikan.
Beliau pun mencurahkan segala perhatiannya pada bidang ini hingga
akhir hayatnya. Aligarh Muslim University yang berdiri tahun 1920
(sekarang masih eksis) adalah wujud karya nyata sang ulama. Menerobos
pakem di negaranya, sistem sekolah ini mengadopsi konsep pendidikan
modern bagi generasi muda. Kiprah perguruan tinggi inilah yang
membuatnya dijuluki sebagai bapak pendidikan modern India. Sejumlah
tokoh penting pernah mempunyai sangkutan sejarah dengan perguruan
tinggi ini.
Sebut misalnya tokoh pergerakan nomor satu India mahatma Gandhi dan
Ishwari Prasad. Mantan presiden India, Zakir Hussain dan presiden
Maldives, Abdul Ghayoom juga pernah tercatat sebagai siswa perguruan
tinggi ini. Perguruan tinggi ini memiliki 12 fakultas yang semuanya
diunggulkan, yaitu seni budaya, ilmu sosial, sains, Life Sciences,
bisnis, teknik dan teknologi, kedokteran, pengobatan tradisional,
hukum, pertanian, manajemen, dan teologi. Saat ini, mahasiswa di
Aligarh datang dari seluruh dunia, terutama Asia Barat, Asia
Tenggaram, dan Afrika. Para mahasiswa ini tinggal dalam asrama.
( yus )
(maaf baru tau ternyata ini sourcenya dari Republika : Khasanah)
==========================================
MILIS MAJELIS MUDA MUSLIM BANDUNG (M3B)
Milis tempat cerita, curhat atau ngegosip mengenai masalah anak muda dan Islam.
No Seks, No Drugs, No Violence.
Sekretariat :
Jl Hegarmanah no 10 Bandung 40141
Telp : (022) 2036730 , 2032494 Fax : (022) 2034294
Kirim posting [EMAIL PROTECTED]
Berhenti: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/majelismuda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/