majelismuda  

[M3B] Haji Akbar

arief dani
Sat, 30 Dec 2006 00:18:21 -0800

  Haji Akbar  Mawlana Syaikh Nazim al-Haqqani qs
  Dari buku The Path to Spiritual Excellence
  www.rabbani-sufi.blogspot.com
   
   
  Bismillah hirRohman nirRohim
   
  Ibadah Haji adalah mempersiapkan diri mereka hari ini untuk mendaki Gunung 
Arafat dan besok insya Allah, mereka akan berada di Hadirat Ilahi, berdiri dan 
memohon kepada Allah I untuk membersihkan mereka dari segala dosa, memohon 
untuk dianugerahkan berkah dari Samudra Rahmat-Nya yang tak bertepi.
   
  Barangkali sejak awal hingga sekarang belum pernah ada ibadah haji yang 
begitu padat.  Hanya tahun ini hal itu akan terjadi, dan ini sangat penting 
karena ini adalah ibadah haji terakhir sebelum berakhirnya milenium kedua.  
Selain itu, tahun ini juga adalah Haji Akbar yang menurut tradisi Islam, 
dimuliakan tujuh puluh kali daripada haji biasa.
   
  Grandsyekh ‘Abd Allah Þ berkata bahwa setiap tahun mereka yang telah 
dianugerahi undangan untuk berhaji datang dari segala penjuru di dunia.  Di 
Hari Arafat, mereka mengucapkan Labbayk, Allaahumma labbayk, yang artinya:
   
  Wahai Tuhan kami, dengan seluruh jiwa kami, fisik dan spiritual, kami 
memenuhi panggilan-Mu, sebagaimana Engkau telah memanggil kami untuk berhaji, 
mengunjungi Rumah Suci-Mu, Baytullah.  Kami memenuhi panggilan-Mu dengan segala 
kerendahan hati kami.  Labbayk.  Kami datang pada-Mu.  Kami meninggalkan 
segalanya dan kami penuhi panggilan-Mu: Labbayk, Labbayk, Allaahumma labbayk, 
labbayka laa syariika laka, labbayk.  Tak ada yang dapat menjadi sekutu 
bagi-Mu.  Kami tidak mendengarkan mereka, kami tidak hiraukan mereka, kami 
tidak menerima perintah mereka.  Kami hidup hanya untuk-Mu, dan kami datang 
pada-Mu.  Kami adalah hamba yang lemah, yang berasal dari umat hamba sejati-Mu. 
 Labbayk, allaahumma labbayk, labbayka laa syariika laka labbayk, innal hamda 
wa ni’mata laka wal mulk, laa syariikalak.
   
  Innal hamda.  Segala pujian, segala rasa syukur yang dapat disampaikan 
kepada-Mu oleh hamba-hamba- Mu, itu semua adalah untuk-Mu, hanya untuk-Mu.
   
  Wa ni’mata.  Apa yang Engkau berikan kepada kami, hamba-Mu, dari setiap 
nikmat adalah hanya berasal dari-Mu.  
   
  Laka wal-mulk.  Mulk, segala sesuatu yang ada, termasuk diri kami adalah 
milik-Mu.  Laa syariika laka.
   
  Tak ada yang dapat mengatakan bahkan satu atom terkecil pun, atau kurang dari 
itu bahwa itu adalah miliknya.  Jika seseorang bisa mengatakan, “Atom itu 
adalah milikku,”  Allah I akan mengatakan kepadanya, “Bawa partikel kecil yang 
menjadi milikmu itu, dan pergilah!”  
   
  Atau jika ada yang mengatakan, “Galaksi yang berukuran raksasa itu adalah 
untukku,”  Allah I bisa mengatakan, “Ambil dan pergilah, pergi dari 
Teritori-Ku!”  Kepada siapapun yang mengklaim memiliki ini atau itu, Dia dapat 
mengatakan kepada mereka untuk membawanya kemudian pergi.  Allaahu Akbar, jalla 
jalaluhu.
   
  Jadi besok, ketika orang-orang tengah menunaikan ibadah hajinya, memanggil 
Tuhan mereka, Hijab Kebesaran akan terbuka dan Tuhan akan melihat mereka, 
dengan pandangan yang seperti sinar matahari, atau bahkan kurang dari itu, 
datang dan membersihkan, membersihkan, membersihkan, sampai mereka bersih 
sepenuhnya.  Rahmat ini datang dan membungkus manusia.  Grandsyekh berkata 
bahwa ketika terjadi Haji Akbar (haji di mana wuquf di padang Arafat jatuh pada 
hari Jumat-red) dan Tuhan memandang hamba-hamba- Nya, anugerah itu akan datang 
para mereka tujuh puluh kali, oleh sebab itu Haji Akbar setara dengan tujuh 
puluh kali ibadah haji.
   
  Kaum Wahhabi tidak menerima hal ini.  Mereka tidak percaya bahwa ada yang 
dinamakan Haji Akbar.  Jadi kita mengambil berkahnya sedangkan mereka 
meninggalkannya.  Besok hari itu akan tiba, insya Allahu Rahmaan.  
   
  Ada satu masalah atau satu hal, yang kita dapat bicarakan.  Saya mendengar 
bahwa pemerintah Wahhabi bersama kaum Wahhabi tengah gemetar sekarang, karena 
begitu ramainya jemaah yang menunaikan haji di Mekah al-Mukarramah.  Mereka 
gemetar karena menghitung lebih dari enam juta orang sekarang, tetapi Allah I 
Mahatahu, mungkin ada tujuh juta orang atau lebih.  Mazhab Wahhabi adalah 
aliran materialis, tidak pernah menerima spiritualitas dalam Islam.  Mereka 
adalah orang-orang yang materialistis yang tumbuh dalam Islam, yang berpikir 
dan menulis tentang segala sesuatu dengan pandangan materialistik mereka, 
menghitung dan menyeimbangkan segala sesuatu.
   
  Setelah Perang Dunia Kedua, 1946, di mana pada tahun itu juga terjadi Haji 
Akbar, pertama kali terjadi setelah damai, saya berada di sana dengan 
Grandsyekh kita.  Karena perang itu, tidak terlalu banyak orang yang bisa 
datang, di mana-mana tertutup.  Saya ingat bahwa ada lebih dari dua juta jemaah 
berada di sana, dan pada saat itu masih ada bangunan-bangunan tua di Mekah 
al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah yang dibangun oleh Kekaisaran Utsmani.  
   
  Saya ingat bahwa ketika kami selesai melaksanakan salat Jumat terakhir di 
Masjidil Haram, syarafaha Allah, semoga Allah I lebih memuliakannya, paling 
tidak ada satu juta orang atau lebih yang salat di sana, dan menurut ukuran 
Masjidil Haram asy-syarif, hanya seratus lima puluh ribu orang yang dapat 
memasukinya, tak lebih dari itu.  Saya salat di dalam masjid, dan saya lihat di 
sekeliling Kabah masih ada tempat yang kosong untuk beberapa orang.  Saya 
berada di sana.
   
  Kaum Wahhabi mengatakan bahwa mereka harus menolong orang-orang, dan dalam 
hal ini mereka sungguh-sungguh mengklaim bahwa mereka harus menolong Allah I.  
Astaghfirullah, mereka membuat perluasan di Mekah al-Mukarramah agar 
orang-orang dapat beristirahat di sana, agar mereka bisa masuk dengan bebas, 
melaksanakan tawaf (mengelilingi Kabah-red) dengan bebas, salat dengan bebas, 
dan tanpa berdesak-desakan.  Mereka mulai melakukan renovasi.  Tetapi semakin 
banyak mereka membuat perluasan, semakin banyak orang yang datang.
   
  Saya pergi ke sana tahun demi tahun—1980 adalah haji terakhir bagi saya di 
mana tubuh fisik saya juga berada di sana—dan saya tidak pernah bisa lagi salat 
Jumat di dalam gedung itu.  Saya selalu salat di luar, salat dengan yang 
lainnya di jalanan.
   
  Dan sekarang mereka membuatnya sedemikian besar sehingga mereka menyadari, 
“Oh, kita telah menghancurkan Mekah, tetapi orang-orang masih saja tidak bisa 
salat dengan nyaman di Masjidil Haram.”  Mereka juga menghancurkan Madinah 
al-Munawwarah, tetap saja itu belum cukup besar untuk jemaah.
   
  Lalu Setan mengajari mereka dengan mengatakan, “Buatlah kuota, batas.”  Itu 
artinya sekarang mereka melakukan sesuatu yang lain yang bukan Rahmani, tetapi 
Setani, karena Setanlah yang mengajari mereka untuk membuat kuota bagi mereka 
yang mau menunaikan ibadah haji, memasuki tempat-tempat suci.
   
  Mereka membuat banyak terowongan di bawah pegunungan di Saudi, jalan untuk 
mencapai Mina dan kemudian Arafat.  Makin banyak mereka berusaha melakukan 
sesuatu, semakin majnun (gila) mereka, mereka semua.  Padahal begitu sederhana 
resepnya: jangan sentuh apapun!  Itu adalah undangan dari Tuhan bagi manusia.  
Siapapun yang diundang untuk datang mengunjungi Rumah Suci-Nya, Allah I 
menanggung segalanya untuk para tamu-Nya, bukan manusia!
   
  Kaum Wahhabi bagaikan batu karang; kepala mereka bagaikan batu karang, tidak 
pernah mengerti tentang spiritualitas.  Itulah alasannya mengapa mereka gemetar 
sekarang, mereka bertanya, “Apa yang harus kita lakukan?”  Biarkan orang-orang 
bebas!  Mekah dan Madinah adalah untuk semua umat Muslim, mengapa membuat kuota 
yang bodoh untuk orang-orang?  Biarkan mereka datang berkunjung.  Jika mereka 
menyerahkan segala urusannya kepada Allah I, bahkan enam puluh juta orang dapat 
datang dengan mudah, karena malaikat akan meletakkan jalan di bawah mereka, 
jalan untuk bergerak bagi mereka, untuk datang dan pergi dengan lancar.
   
  Saya juga mendengar bahwa mereka juga menghancurkan segala sesuatu di dalam 
Masjidil Haram asy-syarif untuk memudahkan orang melakukan tawaf, tetapi 
sekarang orang-orang melakukan tawaf di luar, dalam lingkaran yang besar.  Apa 
itu?
   
  Saya berada di sana pada tahun 1946, dan di kedua ujung Safa dan Marwa (dua 
bukit suci yang termasuk dalam ritual haji-red) terdapat toko-toko, dan juga 
unta yang dapat berlalu-lalang di jalan dengan mobil-mobil dan orang-orang 
berjalan seperti ini, seperti itu, menyebrang jalan.  Kami, orang-orang yang 
sedang menunaikan ibadah haji, melaksanakan sa’i (salah satu ritual haji di 
mana orang berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa-red) dan bergerak 
dengan begitu mudahnya, dengan lebih dari dua juta orang.  Sekarang, jika 
mereka sanggup, mereka akan membuat tujuh lantai untuk orang-orang, tetapi 
walaupun mereka membuat tujuh puluh lantai, orang-orang tidak bisa melakukan 
sa’i semudah yang kami lakukan pada saat itu.
   
  Kadang-kadang kami berlari bersama unta, karena mereka juga melintasi jalan 
itu dan kami harus menuju tempat yang berada di sana.  Dan pada saat kami 
berlari, mobil-mobil lewat bersama keledai-keledai, sehingga kami tidak bisa 
melanjutkannya.  Tetapi kami sangat senang, melakukan sa’i.  sekarang 
subhanallah.  Angkat tangan kalian dari Rumah Suci, Masjidil Haram asy-Syarif!  
Tinggalkan pada Allah I, dan Madinah al-Munawwarah, tinggalkan pada Nabi 
Muhammad e!
   
  Para pejabat Wahhabi gemetar sekarang, “Bagaimana kami dapat mengontrol 
situasi?”  Tinggalkan saja, ada yang mengontrol di sana, Muhafiz-u-Makka 
(Pelindung Mekah—Allah I).  Itu bukan tempat biasa.  Mereka pikir itu adalah 
tempat biasa, karena tidak ada spiritualitas dalam diri mereka.  Segala sesuatu 
mereka hitung, mereka masukkan ke dalam rekening mereka.  
   
  Besok, insya Allah akan menjadi Haji Akbar yang menutup abad ini dan kemudian 
pembukaan yang lain akan datang, insya Allah.  Kami telah diberitahukan bahwa 
Shahib-uz-Zaman, Sayyidina Mahdi u, dan khulafa-nya dan 12.000 awliya yang 
semuanya memiliki kekuatan untuk sampai di sana dalam sekejap mata, akan berada 
di sana besok.  Dan akan ada sebuah munajat, doa yang sangat dahsyat yang akan 
mengubah segala sesuatu di tahun ini, insya Allah, kita harapkan demikian.
   
  Ini adalah haji yang sangat istimewa.  Bagi mereka yang tidak bisa datang ke 
sini tahun ini, tetapi telah mempersiapkannya namun karena pemerintah melarang 
mereka pergi, Allah I mengutus malaikat-malaikat untuk mewakili mereka.  Juga 
bagi orang-orang biasa yang mengatakan, “Jika saja kita sampai di Padang 
Arafat,” tetapi mereka tidak mampu, Allah I telah menciptakan malaikat-malaikat 
untuk berada di Arafat mewakili mereka, untuk menerima nikmat-nikmat itu 
dari-Nya.
   
  Besok, kalian harus berusaha untuk menyelesaikan:
  ·        1000 kali Surat al-Ikhlash
  ·        1000 kali laa ilaaha ill-Allah
  ·        1000 selawat: Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali 
Muhammadin wa sallim
  ·        100 kali laa ilaaha ill-Allah, wahdahuu laa syariika lah, lahul 
mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiit, wa Huuwa ‘alaa kulli syay’in qadiir
  ·        100 kali wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘Aliyyil Aazhiim
  ·        Dan pada setiap salat membaca takbiir: Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, 
laa ilaaha ill-Allah, w’Allaahu Akbar, Allaahu Akbar wa lillaahil hamd.
   
  Semoga Allah I mengirimkan hamba ilahiah-Nya untuk menyingkirkan segala yang 
bertentangan dengan-Nya.  Semoga Dia mengutus singa-singa- Nya terhadap anjing 
liar, serigala, rubah, beruang, ular dan kalajengking (semuanya merupakan 
metafora dari karakteristik buruk manusia-red), untuk menyingkirkan mereka 
semua.
   
  Saya berdoa, “Wahai Tuhan kami, tak diragukan lagi bahwa Engkau memiliki 
singa-singa, dan bahkan satu saja sudah cukup.  Engkau mengirimkan para 
malaikat kepada hamba tercinta-Mu, Muhammad e di Perang Uhud dan Badr (dua 
pertempuran yang sangat penting di mana generasi Muslim pertama mempertahankan 
iman mereka melawan para penyembah berhala yang secara agresif berusaha 
menyingkirkan Nabi e dan para pengikutnya-red), bahkan satu malaikat pun sudah 
cukup untuk menyingkirikan seluruh pasukan orang-orang munafik; tetapi Engkau 
mengirim ribuan malaikat, sehingga orang-orang beriman melihat dan menyaksikan 
para malaikat bersama mereka dan mereka mendapatkan keyakinan bahwa mereka akan 
menang.  Oleh sebab itu, walaupun satu singa sudah cukup, kami tahu, lebih dari 
cukup, tetapi kami memohon agar singa-singa- Mu datang untuk menghancurkan 
kesultanan Setan dan melenyapkannya dari bumi!”  
   
  Jika Dia ingin menempatkan satu milyar orang di tempat ini, Dia dapat 
melakukannya, dan setiap orang bisa datang dan pergi dengan leluasa.  Satu 
milyar orang bisa berada di tempat yang kecil ini.  Dia dapat melakukannya; 
kalian harus percaya kepada Allah I, harus percaya pada kekuatan dan 
kemampuan-Nya yang tak terbatas, percaya pada kapasitas-Nya.  Bagi-nya segala 
kemungkinan dapat terjadi, hanya bagi-Nya.  Mengapa kalian mencoba untuk 
melakukan sesuatu?  Semakin banyak kalian melakukan perbuatan yang salah ini, 
semakin banyak kesulitan yang akan datang, semakin banyak masalah dan krisis.
   
  Haji pertama dan kedua begitu mudahnya, hingga mereka menghancurkan segala 
sesuatu, rumah-rumah tua, pada saat itu belum ada bangunan dari beton sama 
sekali, dan mereka menghancurkan setiap bangunan bersejarah, semuanya 
dihancurkan.  Mereka membuat bangunan dari beton yang berukuran raksasa, 
sehingga orang-orang tidak lagi mampu menghirup spiritualitas di Mekah 
al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah.  Orang-orang bahkan merasa bingung, 
dan mereka bertanya, “Ada di mana kita?”
   
  Insya Allah, ketika Imam Mahdi u datang, ia akan menata kembali apa yang 
telah menyimpang.  Itu adalah iradah, kekuatan tekad.  Ketika seseorang 
diberikan kekuatan tekad itu, ia dapat mengatakan, “Jadilah! (kun fa yakuun),” 
maka terjadilah.  Allah I berfirman, “Wahai hamba-Ku, patuhlah kepada-Ku, dan 
Aku akan menjadikanmu salah satu orang-Ku (rabbani), dan Aku akan memberimu 
kekuatan dan otoritas untuk mengatakan sesuatu: ‘terjadilah!  Maka terjadilah 
ia.” 
   
Oleh sebab itu, jika Imam Mahdi u memerintahkan gedung-gedung itu untuk 
dihancurkan dalam satu malam, mereka semua akan hancur, dan di malam kedua, 
ketika ia memerintahkan untuk mengembalikan kembali bangunan-bangunan tua yang 
telah dihancurkan sebelumnya di Mekah al-Mukarramah dan di Madinah 
al-Munawwarah, maka hal itu akan terjadi.  Orang-orang akan bergerak dengan 
mudah, melakukan tawaf dengan mudah, dan bergerak dengan mudah ke Mina dan 
Arafat, insya Allah, Fatiha. 
  

 
        “Oh Allah, I ask You to grant me the love of You and the love of those 
whom You love, and grant me, Oh my Lord,the love of those actions which lead me 
to the love of You."A saying of the Prophet Muhammad, S.A.W., in which he 
prayed to God: 
   
  Wassalam, arief hamdani
  www.mevlanasufi.blogspot.com
  www.rabbani-sufi.blogspot.com
  HP. 0816 830 748
  0888 133 5003




 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]