mayapadaprana  

Re: Bls: [Mayapada Prana] Praktik Homoseksual di Pesantren

Wal Suparmo
Mon, 01 Mar 2010 09:37:14 -0800

Salam,
Di pesantren  di Sumatera Barat.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sen, 1/3/10, Red <red_conju...@yahoo.com> menulis:


Dari: Red <red_conju...@yahoo.com>
Judul: Re: Bls: [Mayapada Prana] Praktik Homoseksual di Pesantren
Kepada: mayapadaprana@yahoogroups.com
Tanggal: Senin, 1 Maret, 2010, 4:50 PM


  



di pesantren mana aza mbah Wal? jangan2 penelitian Iskandar adalah fenomena 
gunung es, seperti pelecehan seksual oleh para pastor kepada bocah2 lelaki di 
Belanda

--- In mayapadaprana@ yahoogroups. com, Wal Suparmo <wal.suparmo@ ...> wrote:
>
> Salam,
> Saya  kenal  3(tiga) orang kawan yang MENARIK putra2nya dari pesantren 
> karena tidah tahan mengalami  persoalan homosesualitas ini.Tetapi oarang 
> takut membukanya.Sekali lagi TEORINYA AGAMANYA SETINGGI LANGIT.
> Wasalam,
> Wal Suparmo
> 
> --- Pada Sab, 27/2/10, Red <red_conjurer@ ...> menulis:
> 
> 
> Dari: Red <red_conjurer@ ...>
> Judul: [Mayapada Prana] Praktik Homoseksual di Pesantren
> Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com
> Tanggal: Sabtu, 27 Februari, 2010, 8:03 PM
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> 
> Bila mendengar praktik homoseksual dikecam oleh para pemimpin agama, hal ini 
> mungkin sudah lumrah lagi bagi kebanyakan orang. Karena homoseks, seolah 
> tidak punya hak seksual sama sekali. Namun penelitian Iskandar Dzulkarnain, 
> justru menunjukkan bahwa dalam ruang-ruang tertentu, para santri agama Islam 
> melakukan praktik homoseksual ini. Thesis yang dirampungkan Iskandar di 
> program sosiologi Universitas Gadjah Mada, berjudul Perilaku Homoseksual di 
> Pondok Pesantren, juga menjadi bahan diskusi pada seminar bulanan GAYa 
> NUSANTARA baru-baru ini. 
> Iskandar sempat mondok di dua pesantren di Sumenep, yang terkenal cukup 
> kental ke-Islamannya. Salah satu pondok yang dikunjunginya adalah pesantren 
> tradisional bernama An-Naqiyah. Yang ditemukan di sana adalah, praktik 
> homoseksual dengan mudah dapat dijumpai dan bahkan dilakukan dengan cukup 
> terbuka di dalamnya. Sedangkan pesantren lain yang dikunjungi Iskandar adalah 
> pondok modern, Al-Amanah. Di sini perilaku homoseksual amat tertutup, tapi 
> praktiknya masih dilakukan.
> Pondok Pesantren An-Naqiyah dan perilaku homoseksual
> Kebanyakan pondok pesantren amat ketat membatasi pergaulan antara lawan 
> jenis. Kedekatan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya dianggap 
> tabu. Pondok Pesantern An-Naqiyah di Sumenep tidak terkecuali. Menurut 
> Iskandar, mereka memisahkan setiap santri laki-laki dengan santri perempuan 
> di dalam pondokannya, bahkan para santri laki-laki tidak diperbolehkan 
> sembarangan untuk memasuki wilayah nyai-nyai atau putri para kiai.
> Kamar-kamar di bagi para santri di pondokan ini lebih ditetapkan sesuai 
> dengan keinginan santri. Tapi, pada umumnya santri paling seniorlah yang 
> menjadi ketua kamar tersebut. Setiap kamar yang berukuran sekitar 5 x 5 
> meter, dijejali 20 hingga 30 orang. Jadi, kamar itu fungsinya amat terbatas: 
> hanya untuk beristirahat, menyimpan barang, atau berganti pakaian. Kegiatan 
> lainnya seperti belajar dan tidur biasa dilakukan di depan kamar 
> masing-masing atau di beranda masjid. Kamar mandi yang juga amat terbatas, 
> membuat para santri mempunyai kebiasaan untuk mandi bertelanjang 
> bersama-sama. Di sinilah keakraban sesama pria semakin menemukan lahannya. 
> Obrolan, gurauan dan diskusi terbuka tentang hasrat seksual para santri 
> bukanlah hal yang aneh.
> Lewat observasi, wawancara, atau percakapan sehari-hari dengan para penghuni 
> pondok ini, Iskandar menyimpulkan bahwa ada tiga pola relasi homoseksual di 
> antara para santri di pondok pesantren An-Naqiyah. Pertama: relasi dengan 
> ikatan, kedua: relasi tanpa ikatan, dan terakhir: relasi seksual untuk 
> kenikmatan.
> Pola relasi homoseksual dengan ikatan biasanya melibatkan santri senior 
> dengan santri yang baru saja mendaftar. Ketika baru masuk, beberapa pendaftar 
> yang muda (berumur 12-13 tahun), telah diincar oleh santri yunior yang 
> menerimanya. Seringkali di saat pendaftaran itu, terjadilah kesepakatan di 
> antara kedua santri tersebut. Biasanya kedua santri tersebut akan menempati 
> kamar yang sama, karena kesepakatan di antara mereka untuk saling membantu, 
> saling menjaga, dan saling memberi, dan saling mengasihi. Santri senior dalam 
> hal ini adalah ketua kamar yang disegani oleh penghuni kamar yang lain, 
> sehingga tidak ada santri-santri penghuni kamar lain yang berani melawannya.
> baca artikel selengkapnya di blog saya 
> http://annunaki. wordpress. com/2010/ 02/27/praktik- homoseksual- di-pondok- 
> pesantren/
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
> Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
> http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer
>









      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com