Bachtiar Liem
Mon, 01 Mar 2010 14:13:40 -0800
Salam, Mas Sony... tulisan anda bagus sekali, Terus terang membaca tulisan anda saya jadi merasa satu langkah lebih dalam memahami makna kesadaran dalam rasa diri saya.
banyak sekali kita melihat klaim kesadaran telah dicapai oleh teman-teman,
namun dari beberapa tulisan rasanya kok masih jauh sekali dari klaim-klaim
mereka.
apakah kesadaran itu memang harus benar-benar disadari..? bukan di klaim......
dan keasadaran itu tujuannya tentu agar kita mengenal diri ( baca : TAU DIRI )
lebih dari itu, Saya jadi lebih mengerti mengapa ada satu kalimat dalam sebuah
Ketetapan maha karya yang menuliskan
" ALM, Inilah Satu Ketetapan, yang tidak ada keraguan didalamnya, dan menjadi
petunjuk bagi orang-orang yang sadar / menyadari"
dan rupan-rupanya, sang nabi2 sejak jaman komputer belum ada, internet belum
ada, kampus-kampus belum ada listrik belum ada bahkan masih pake obor, mereka
sudah mengajarkan kita agar menjadi manusia yang sadar dan menyadari, bukan
manusia takut ( ditakut2i) seperti kebanyakan ajaran yang kita temui sehari-
hari.
dan akhirnya kita memang menjadi sangat maklum ketika ada satu kalimat yang
mengatakan " sesungguhnya manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling
sadar / menyadari ( Taqwa) "
sekali lagi terimakasih tulisannnya Mas,
Salam Alaykum
Pada Kam, 25/2/10, Sony H Waluyo <ason...@gmail.com> menulis:
Dari: Sony H Waluyo <ason...@gmail.com>
Judul: [Mayapada Prana] Pikiran dan Kesadaran
Kepada: "Sony H Waluyo" <ason...@gmail.com>
Tanggal: Kamis, 25 Februari, 2010, 3:20 AM
Sekedar mencoba menyadari pengalaman2 batin... yg saat saya coba
ekspresikan, saya selalu kesulitan utk mengatakannya. .. seolah tak ada kata2 yg
tepat utk menjelaskannya. .. Mungkin beberapa rumusan ajaran mampu mendekati
makna kesadaran itu, dg sedikit polesan sana
sini, atau kombinasi sana-sini... tetapi tetaplah gagal merumuskan apa arti
kesadaran itu sendiri...
Jika saya diam, apakah saya benar-benar telah sadar?...
Saya hanya bisa mulai mengukurnya saat saya ekspresikan dlm bentuk
kata2 dan perbuatan...
Namun nampaknya satu potong kalimat atau satu bentuk perbuatan sama
sekali tdk mewakili kesadaran saya itu... dan celakanya setiap ekspresi dlm
kata2 harus keluar melalui pikiran....
Apakah saya harus diam atau bicara... utk sebuah rumusan kesadaran dan
mengukur kesadaran saya sendiri?...
Bila Sang Pencipta itu memiliki kesadaran, apa wujudnya?...
Bila setiap ciptaan adalah ekspresi kesadaranNya… dan setiap
ciptaan adalah percikan dari diriNya, apakah setiap ekspresi kesadaran
ciptaanNya mjd bagian dari kesadaranNya? ...
Akhirnya saya sering hanya bisa menerima setiap penjelasan satu demi
satu...keping- demi-keping. .. melihat sisi baik-buruk dari setiap rumusan
kesadaran dan pikiran...hanya itu sampai saat ini yg bisa saya lakukan...
Love & light always be with you...
Sony H
Waluyo
* You
are what you think about. Beware of your mind.
[kesadaran ada
di rasa, sulit utk memahaminya dg pikiran. Kita bisa bebas menyimpulkan apa yg
kita lihat dan rasakan. Namun tetaplah sulit mendefinisikan rasa garam dengan
kata2, tapi dg rasa di lidah semua orang sepakat itulah rasa garam, asin itu
pasti asin, pahit itu pasti pahit. Demikian juga saat dirasa di hati, kasih itu
pasti kasih.
Olah rasa akan dg jelas mendefinikan kesadaran. Olah rasa...olah
kesadaran... intuisi yg akan bermain...menyalurk an cahaya... cahaya adalah ilmu
pengetahuan dan pengetahuan mjd landasan utk bertindak bijaksana dlm mengolah
alam dan kehidupan].
============ ======
"Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com"