mayapadaprana  

Re: Bls: [Mayapada Prana] Praktik Homoseksual di Pesantren

Wal Suparmo
Thu, 04 Mar 2010 23:15:47 -0800

Salam,
Kalau hanya meng-elus-2 alat kelamin oleh orang lain, masih bisa dianggap 
kelainan saja meskipun tidak normal.Tetapi anak kawan2 saya TERPAKSA di bawa ke 
dokter dan terbuktui ada kerusakan pada duburnya.Tidak berbeda dengan kerusakan 
otak orang pesantren yang membinanya.Dan in i terdapat DISEMUA agama,terlebih 
yang SILEBAT seperti Kristen/Katolik dan  Budha.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Kam, 4/3/10, H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id> 
menulis:


Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
Judul: Re: Bls: [Mayapada Prana] Praktik Homoseksual di Pesantren
Kepada: mayapadaprana@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 4 Maret, 2010, 10:54 AM


  



 
Iskandar Dzulkarnain wrote:
Bahwa dalam ruang-ruang tertentu, para santri agama Islam melakukan praktik 
homoseksual .
############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### #
HMNA:
Itu bukan praktek homoseksual, melainkan alaq dalaq yang secara hukum sama 
dengan hukum beronani (dosa kecil). Kalau praktek homoseksual alat kelamin 
dimasukkan ke dalam dubur lawan (dosa besar), sedangkan beronani mengelus alat 
kelamin dilakukan sendiri, namun dalam alaq dalaq mengelus kelamin dilakukan 
oleh orang lain. Dosa kecil itu dilakukan untuk mencegah dosa besar yaitu zina.
############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### #
 
 

----- Original Message ----- 
From: Wal Suparmo 
To: mayapadaprana@ yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, March 02, 2010 01:06
Subject: Re: Bls: [Mayapada Prana] Praktik Homoseksual di Pesantren






Salam,
Di pesantren  di Sumatera Barat.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sen, 1/3/10, Red <red_conjurer@ yahoo.com> menulis:


Dari: Red <red_conjurer@ yahoo.com>
Judul: Re: Bls: [Mayapada Prana] Praktik Homoseksual di Pesantren
Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 1 Maret, 2010, 4:50 PM


  

di pesantren mana aza mbah Wal? jangan2 penelitian Iskandar adalah fenomena 
gunung es, seperti pelecehan seksual oleh para pastor kepada bocah2 lelaki di 
Belanda

--- In mayapadaprana@ yahoogroups. com, Wal Suparmo <wal.suparmo@ ...> wrote:
>
> Salam,
> Saya  kenal  3(tiga) orang kawan yang MENARIK putra2nya dari pesantren 
> karena tidah tahan mengalami  persoalan homosesualitas ini.Tetapi oarang 
> takut membukanya.Sekali lagi TEORINYA AGAMANYA SETINGGI LANGIT.
> Wasalam,
> Wal Suparmo
> 
> --- Pada Sab, 27/2/10, Red <red_conjurer@ ...> menulis:
> 
> 
> Dari: Red <red_conjurer@ ...>
> Judul: [Mayapada Prana] Praktik Homoseksual di Pesantren
> Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com
> Tanggal: Sabtu, 27 Februari, 2010, 8:03 PM
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> 
> Bila mendengar praktik homoseksual dikecam oleh para pemimpin agama, hal ini 
> mungkin sudah lumrah lagi bagi kebanyakan orang. Karena homoseks, seolah 
> tidak punya hak seksual sama sekali. Namun penelitian Iskandar Dzulkarnain, 
> justru menunjukkan bahwa dalam ruang-ruang tertentu, para santri agama Islam 
> melakukan praktik homoseksual ini. Thesis yang dirampungkan Iskandar di 
> program sosiologi Universitas Gadjah Mada, berjudul Perilaku Homoseksual di 
> Pondok Pesantren, juga menjadi bahan diskusi pada seminar bulanan GAYa 
> NUSANTARA baru-baru ini. 
> Iskandar sempat mondok di dua pesantren di Sumenep, yang terkenal cukup 
> kental ke-Islamannya. Salah satu pondok yang dikunjunginya adalah pesantren 
> tradisional bernama An-Naqiyah. Yang ditemukan di sana adalah, praktik 
> homoseksual dengan mudah dapat dijumpai dan bahkan dilakukan dengan cukup 
> terbuka di dalamnya. Sedangkan pesantren lain yang dikunjungi Iskandar adalah 
> pondok modern, Al-Amanah. Di sini perilaku homoseksual amat tertutup, tapi 
> praktiknya masih dilakukan.
> Pondok Pesantren An-Naqiyah dan perilaku homoseksual
> Kebanyakan pondok pesantren amat ketat membatasi pergaulan antara lawan 
> jenis. Kedekatan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya dianggap 
> tabu. Pondok Pesantern An-Naqiyah di Sumenep tidak terkecuali. Menurut 
> Iskandar, mereka memisahkan setiap santri laki-laki dengan santri perempuan 
> di dalam pondokannya, bahkan para santri laki-laki tidak diperbolehkan 
> sembarangan untuk memasuki wilayah nyai-nyai atau putri para kiai.
> Kamar-kamar di bagi para santri di pondokan ini lebih ditetapkan sesuai 
> dengan keinginan santri. Tapi, pada umumnya santri paling seniorlah yang 
> menjadi ketua kamar tersebut. Setiap kamar yang berukuran sekitar 5 x 5 
> meter, dijejali 20 hingga 30 orang. Jadi, kamar itu fungsinya amat terbatas: 
> hanya untuk beristirahat, menyimpan barang, atau berganti pakaian. Kegiatan 
> lainnya seperti belajar dan tidur biasa dilakukan di depan kamar 
> masing-masing atau di beranda masjid. Kamar mandi yang juga amat terbatas, 
> membuat para santri mempunyai kebiasaan untuk mandi bertelanjang 
> bersama-sama. Di sinilah keakraban sesama pria semakin menemukan lahannya. 
> Obrolan, gurauan dan diskusi terbuka tentang hasrat seksual para santri 
> bukanlah hal yang aneh.
> Lewat observasi, wawancara, atau percakapan sehari-hari dengan para penghuni 
> pondok ini, Iskandar menyimpulkan bahwa ada tiga pola relasi homoseksual di 
> antara para santri di pondok pesantren An-Naqiyah. Pertama: relasi dengan 
> ikatan, kedua: relasi tanpa ikatan, dan terakhir: relasi seksual untuk 
> kenikmatan.
> Pola relasi homoseksual dengan ikatan biasanya melibatkan santri senior 
> dengan santri yang baru saja mendaftar. Ketika baru masuk, beberapa pendaftar 
> yang muda (berumur 12-13 tahun), telah diincar oleh santri yunior yang 
> menerimanya. Seringkali di saat pendaftaran itu, terjadilah kesepakatan di 
> antara kedua santri tersebut. Biasanya kedua santri tersebut akan menempati 
> kamar yang sama, karena kesepakatan di antara mereka untuk saling membantu, 
> saling menjaga, dan saling memberi, dan saling mengasihi. Santri senior dalam 
> hal ini adalah ketua kamar yang disegani oleh penghuni kamar yang lain, 
> sehingga tidak ada santri-santri penghuni kamar lain yang berani melawannya.
> baca artikel selengkapnya di blog saya 
> http://annunaki. wordpress. com/2010/ 02/27/praktik- homoseksual- di-pondok- 
> pesantren/













      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer