mayapadaprana  

Re: [Mayapada Prana] Dosa itu Ora Ono alias Tidak Ada !

Hadi Rachman
Thu, 11 Mar 2010 02:13:00 -0800

Pak Ucup
kenapa yg selingkuh itu kebanyak laki2 ? apakah emang para wanita lebih setia 
atau gimana ya ?
  ----- Original Message ----- 
  From: MANG UCUP 
  To: maya ; Zaman 
  Sent: Thursday, March 11, 2010 1:43 PM
  Subject: [Mayapada Prana] Dosa itu Ora Ono alias Tidak Ada !




  Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan di Belanda, ternyata lebih dari 60% 
merasa dirinya tidak berdosa, 25% ragu2, jadi hanya 15% saja yang merasa 
dirinya berdosa. Bahkan hanya 10% saja dari responden yang bisa menyebutkan 
dengan benar kesepuluh hukum Allah. Jadi bisa disimpulkan bahwa kata DOSA itu 
sudah kadaluarsa alias sudah tidak perlu diomongin lagi, mungkin dirumah ibadah 
saja orang yang masih mau memikirkan masalah dosa. Yang berdosa itu hanya orang 
lain tapi bukan diri sendiri. Sedangkan orang yang merasa dirinya berdosa 
adalah orang yang sakit jiwa alias rada gelo githu.

  Orang jaman dahulu merasa ngeri bahkan takut berbuat dosa, tetapi pada jaman 
sekarang ini bahkan kebalikannya jadi ketagihan dan ngebet sekali ingin berbuat 
dosa misalnya dalam soal perselingkuhan. Masalahnya selama ini tidak ketahuan, 
selama itu pula tidak berdosa misalnya Tiger Woods, ia baru merasa berdosa 
bahkan mengaku bersalah setelah ketahuan, bahwa ia berselingkuh. Padahal kalau 
direnungkan bagaimana kurang cantik istrinya Tiger Woods, tetapi kenyataannya 
masih tetap saja ingin jajan. Mungkin ada benarnya juga ungkapan: “Coba makan 
tu jangan hanya sama ikan asin terus-menerus kali-kali coba makan dengan ikan 
tongkol”.

  Tidak bisa dipungkiri bahwa jutaan ibu rumah tangga ketagihan nonton orang 
berbuat dosa baca sinetron, semakin besar dosa yang dilakukan semakin seru pula 
jalan ceritanya. Maka dari itulah film yg menarik untuk ditonton adalah film 
mempunyai unsur SMS (Sadis, Mistik dan Sex). Kenapa kasus Antasari begitu 
menarik perhatian publik, karena ada masalah perselingkuhannya. Bagi mereka 
yang belum pernah berselingkuh, apa salahnya coba icip-icip toh buku panduannya 
sudah ada silahkan klik: http://selingkuh.blogspot.com/

  Tidak bisa dipungkiri berbuat dosa itu menyenangkan, nikmat dan enak. Dosa 
itu seperti juga makanan, kita tahu bahwa makanan yang tidak sehat itu pada 
umumnya adalah makanan yang enak-enak. Bahkan Shakespeare sendiri pernah pernah 
bilang waktu terindah yang pernah kita rasakan adalah disaat kita melakukan 
dosa! Kalau berbuat dosa itu tidak enak, kenapa begitu banyak orang terjerumus 
dalam dosa. Menurut pendapat seorang psikolog: ”Setiap orang berpotensi untuk 
selingkuh?” Kagak percaya lihat saja berapa banyak orang berselingkuh 
dilingkungan Anda, atau baca tuh koran setiap hari pasti ada berita 
perselingkuhan.

  Orang boleh melantunkan lagu ”Cobalah untuk setia” ataupun khotbah bahwa 
selingkuh itu haram dan dosa, tetapi pada umumnya antara teori dan praktek itu 
beda seperti juga bumi dan langit. Tanyalah sendiri berapa banyak sudah para 
pembimbing agama yang berselingkuh ataupun melakukan pelecehan seksuel, hal ini 
sudah merupakan santapan berita harian. Doesn't everybody do it? Jadi enggak 
ada yang aneh githu!

  Ketika pertama kali Adam jatuh dalam dosa ia merasa malu, sehingga ia 
berusaha untuk menyembunyikan diri. Beda dengan manusia jaman sekarang, dimana 
setiap orang bahkan merasa bangga bisa berbuat dosa dimana mereka pamer di 
BLOG, Facebook atau jejaring sosial lainnya. Mulai dari anak ABG sampai pejabat 
tinggi seperti misalnya Bupati yg mentayangkan adegan film maupun foto 
esek2nya. Acara-acara televisi pun seakan berlomba-lomba ‘mengajarkan’ 
penontonnya untuk ikut mencobanya. Bahkan anak-anak remaja sudah dianjurkan 
untuk berselingkuh misalnya di MTV dalam X Factor ataupun reality show Big 
Brother. Atau situs video Youporn yang di klik lebih dari 35 juta kali.

  Sebutkanlah satu saja tindakan yang masih bisa dibilang atau dikategorikan 
sebagi dosa pada jaman sekarang ini. Yang masih bisa disebut dosa itu; kalau 
anda melanggar aturan lalu-lintas, sebab ini bisa ditilang. Selain dari itu 
tidak ada lagi hal yang bisa disebut sebagai dosa. Maka dari itu tidaklah heran 
kalau harga properti di Neraka jadi anjlok turun drastis, karena hingga 
kapanpun juga tidak akan penghuninya.

  Memang penjara itu penuh napi, tapi lebih dari dua pertiga diisi oleh para 
dealer atau yang nge-drugs dan ini tidak termasuk dalam dosa atau dasatitah, 
sedangkan para koruptor yang ditahan disana juga bukanlah orang yang berdosa 
melainkan hanya korban politik atau orang yang iri sama mereka saja.

  Cobalah jawab dengan jujur apakah Anda merasa sebagai orang berdosa?

  Mang Ucup
  Email: mang.ucup<at>gmail.com
  Homepage: www.mangucup.org