Sony H Waluyo
Thu, 11 Mar 2010 23:05:39 -0800
Spiritual banyak menggunakan istilah2 dlm rupa personifikasi atau simbolisasi utk mempermudah atau hanya sbg jembatan saja utk memahami hal yg lebih rumit. Spt cakra2 tubuh fisik kita yg tak terlihat, wong yg dilihat jelas badan manusia, serta dunia materi (dunia kasar) dan mata kita telah terbiasa dg "penglihatan" semacam itu.
Pdhal dunia ini adalah lautan energi yg bisa dibilang kosong/suwung, namun terlihat sbg kebendaan oleh cara kerja indera kita tempat kesadaran kita berada. Jadi dunia materi ini hanyalah semu/ilusi yg dibentuk oleh indera fisik kita, hologram dunia (fisika kwantum) yg "diakui sbg benar2 ada" oleh energi2 yg membentuk tubuh fisik kita, sbg suatu kesadaran kolektif yg disebut kesadaran kolektif manusia. Dg kata lain, jika pikiran2 manusia serentak mengubah cara pikirnya yg berarti getaran pikirannya berubah pancarannya, maka akan membentuk hologram realita dunia fisik dlam bentuk lain. Kesadaran yg ada pd diri setiap manusia asalnya dr prima causa, yg scr terus-menerus membelah diri dan mewujud dlm setap unit kesadaran. Saat membelah atau memisahkan diri itulah yg disebut turun ke dunia di level bawahnya utk melihat atau mempelajari atau menangani kembali setiap bentuk ciptaan yg adalah juga tetap merupakan bagian dr diri sang prima causa. Turun ke dunia fisik, yg sebenarnya juga gak kemana2 itu, suatu tetesan unit kesadaran dlm konsep ruang & waktu ada waktu yg membatasi dan saat expired akan kembali sbg "partikel" pembawa archaic memory' yg menyatu dlm apa yg diistilahkan dg "pancer" atau kesadaran asal atau sang prima causa. Sang prima causa juga diistilahkan dg "pancer" (dlm sedulur papat kalimo pancer, yg merupakan cakra2 di luar tubuh fisik) dlm cara lain diistilahkan juga dg "jati diri" atau "higherself" atau lainnya, semuanya hanyalah istilah2 personifikasi... Kenyataannya kesadaran itu bertingkat2, krn saat turun sbg suatu unit kesadaran ia akan melakukan eksplorasi dan petualangan, yg bila terus2an melihat keluar dr diri akan bias oleh ilusi2 yg dibangunnya sendiri sesuai dg seberapa jauh ia mampu mengolah pengalamannya sbg suatu unit kesadaran dlm lingkungan dunia multidimensi yg scr kolektif dan berjenjang dibentuk oleh berbagai level kesadaran. Jailangkung sbg suatu permainan sederhana ternyata mengungkap banyak misteri cara kerja alam ini... sayang bhw mainan itu disebut mainan setan, shg kita dijauhkan dr pengetahuan mistari alam semesta... Sungguh unik bhw melalui permainan itu kita bisa melihat proses bagaimana suatu kesadaran bisa diinstal ke benda mati... Dari situ kita bisa melihat misteri meditasi yg juga menginstal kesadaran tinggi, yg disebut kesadaran "the higherself" atau kesadaran ilahi ke dlm diri sendiri... kesadaran2 itu dlm spiritual jawa disebut juga sbg sedulur papat kalimo pancer... pancer sbg pusat energi, kumpulan kesadaran kolektif di pusat alam semesta... saat masuk/diintal ke dlm diri pelaku meditasi membawa pengetahuan (kesadaran)... Dg pendekatan quantum, istilah yg digunakan bukan lagi roh tetapi partikel pembawa archaic memory (bank data di alam semesta)...... Dg demikian kita bisa melihat bhw permainan jailangkung bukanlah pemanggilan setan melainkan apa yg diistilahkan sbg roh, yg ternyata merupakan bentuk2 memory kehidupan yg pernah ada, yg bisa dipanggil kembali (diinstal ulang) spt juga pada praktek mediumisasi. Dan sejalan dg itulah mengapa simbah sangat menghargai & menghormati seksualitas, yg disimbolkan dlm rupa lingga-yoni, shg setiap kegiatan seksual & menginginkan anak, mereka akan mempersiapkan diri dg bijaksana utk memanggil "roh" atau "archaic memory" yg dikehendaki utk masuk atau diinstal dlm tubuh janin bayi. "Roh" yg baik, "roh" yg sudah matang, utk meneruskan generasinya.... [Jakarta, 12 Mar 2010] Sony H Waluyo * You are what you think about. Beware of your mind. [kesadaran ada di rasa, sulit utk memahaminya dg pikiran. Kita bisa bebas menyimpulkan apa yg kita lihat dan rasakan. Namun tetaplah sulit mendefinisikan rasa garam dengan kata2, tapi dg rasa di lidah semua orang sepakat itulah rasa garam, asin itu pasti asin, pahit itu pasti pahit. Demikian juga saat dirasa di hati, kasih itu pasti kasih. Olah rasa akan dg jelas mendefinikan kesadaran. Olah rasa...olah kesadaran...intuisi yg akan bermain...menyalurkan cahaya... cahaya adalah ilmu pengetahuan dan pengetahuan mjd landasan utk bertindak bijaksana dlm mengolah alam dan kehidupan]. ==================