Sony H Waluyo
Sun, 14 Mar 2010 20:36:02 -0700
[Humor] Single Parent Seorang ibu dengan 3 orang anak curhat dengan kawan sekantornya. T: mas, boleh bicara sebentar? J: wah, buat kamu berjam-jam juga boleh. T: ah. gitu deh, serius nih. J: mosok gak kenal aku sih, kapan aku gak serius sama kamu. T: idih malah genit. J: sudah, sini duduk yang santai. T: makasih mas. (segera duduk berhadapan) Begini, mas kan sudah tahu kalau suamiku punya anak anak lagi dari istri barunya. J: ya, apa kamu juga pengin yang sama? Bisa diatur.. T: idih, gitu deh.. serius nih. J: iya, ini juga serius.. terus...gimana.? T: aku kan pernah cerita, klo suamiku itu sudah jarang pulang, dan kalaupun pulang ia hanya sebentar dan bagiku sudah tak ada gunanya selain demi anak-anak saja. J: maksudmu? T: namanya anak-anak kan butuh ayah. J: yang aku tanyakan, ayah yang bagaimana? T: ya pokoknya ada ayah bagi anak-anak walaupun ia jarang di rumah. J: wah kalau itu kan hanya status saja. T: ya, setidaknya anak-anak bisa bilang ke teman-temannya bahwa ayah mereka sedang kerja. J: kau yakin bahwa itu cukup baik bagi dirimu? T: dih, makanya aku ajak mas bicara. J: oke, bicara doang ya. T: iya deh, emangnya mau apaan. J: lah kalau ada lainnya asal enak mau-mau saja..(sambil kedip-kedipin mata kanan). T: tuh mulai lagi genitnya deh. J: lah iya dong, masak mau yang pahit-pahit hehe. kan situ juga ogah yang pahit to. trus ngajak ngomongin yang pahit-pahit nih. Yang manis-manis dah habis di bulan madu sama orang lain.giliran sepetnya kesini... T: tuh kan, nih bener-bener mau dengerin gak? J: oke, jadi pendengar saja ya. Ini kan prinsip. Kamu tahu kan bahwa setiap keputusan ada di tanganmu sendiri, dan setiap akibat dari keputusan, juga ada di tanganmu sendiri. T: baik mas, dan oleh karena itu aku minta pertimbanganmu karena aku merasa mas yang paling baik dalam memberikan masukan. J: mulai deh rayuannya lagi, tapi aku gak rugi kok. Cukup dengan senyum manismu siap dengerin curahan hatimu yang terdalam.. hehe.. T: loh kok cuma dengerin.. J: jangan kawatir, yang lainnya juga selalu siap.. T: a..ah. kalau becanda mulu, kapan aku bisa mulai curhatnya nih.. J: ya..ya..ya. aku dengerin deh. T: mas, kalau aku minta cerai saja sama suamiku, bagaimana menurut pendapat mas.? J: loh. katanya masih perlu dia sebagai ayah anak-anakmu? T: iya juga sih.. J: gini. aku hanya jadi kawan ngomong doang ya. kalaupun aku kasih saran, selalu anggap sebagai saran saja, hanya sekedar suatu sudut pandang lain, dan sudut pandangku tidak selalu cocok untukmu. Pertama aku laki-laki, sedang kamu perempuan. sudah pasti beda kan barangnya. T: Busyet. masih sempet saja mampir kesitu lagi. J: Loh. ini kan bicara tentang asset kebanggaan. dan karena perbedaan itukan kita saling membutuhkan. T: tapi klo aku dan suamiku, assetnya beda tapi kok jadi begini.. gimana dong.? J: itu namanya bias dalam mengelola asset. T: loh. kok jadi bias dalam mengelola asset.? Istilah apa lagi ini.? J: gini. aku gak mau saling menyalahkan dan mencari pembenaran diri..kalian menikah itu keputusan kalian sendiri ya toh. wong terbukti dulu kalian juga gak minta restu aku sebelum menikah. T: lah. kita saling kenal saja kan belum to mas.. J: nah, itulah. banyak orang yang sudah menikah, merasa sudah saling kenal. padahal belum tentu setelah sekian tahun menikahpun benar-benar saling kenal. ya kan? T: selama sebelum suamiku kena PHK aku merasa cukup mengenalnya dengan baik, tidak terlalu sempurna, tetapi aku rasa ia cukup baik bagiku. J: ya betul. tidak ada manusia yang sempurna. semua punya kelemahannya dan kelebihannya masing-masing. T: iya dong. hanya Tuhan semata yang sempurna. J: ups. aku tidak mau bicara tentang Tuhan, kalau lari ngomongin tentang Tuhan, yo sudah. aku sarankan berdoa saja. Tuhan pasti nolong.. beres to. T: loh.loh.terus. lah tapi kan tetap aku yang mesti ambil tindakan to. sampai saat ini toh aku juga tidak diceraikannya, namun jarang pulang, dan kalaupun ia pulang dan bicara tentang rencana-rencana proyeknya, lagi-lagi ia selalu minta dukungan keuangan untuk rencana-rencana yang tak pernah ada hasilnya itu. Dan aku sudah sebel banget dengan ulahnya, kalau tidak ingat anak-anakku. Kadang aku pengin bunuh diri. J: baguslah. bunuh diri juga tak akan menyelesaikan masalah.ya to? Suamimu tetap punya istri lain dan anak-anakmu nanti malah gak ada yang merawat. T: iya.. demi anak-anaklah aku mau bertahan sampai saat ini. J: wah. luar biasa itu.. T: terima kasih mas.. J: bener nih, aku salut sekali dalam satu hal ini.. T: bukan rayuan yang lain lagi to mas. J: ah. apakah aku perlu merayumu untuk datang kepadaku.? T: aduh-aduh. selalu saja mas bisa ada alasan buat ngelak. J: kalo kamu merasa kuat untuk menjadi single parent, sebagaimana kau lihat sendiri dalam perjuanganmu selama ini. selama suamimu tidak lagi produktif, selain kemampuannya yang satu itu sebagaimana teruji di kandang lain..adaohhh. kok nyubit loh.. T: cubitanku juga kuat to..? J: iya. ya.. aku ngakuin. kuat.. jangankan cuma nyubit. aku saja cuma sanggup 2 anak, lah kok situ sanggup nglairin 3 anak.. Klo gak benar-benar kuat mana tahan. T: aduhhh. kesitu lagi..tapi. ngurus surat cerai kan susah. J: oke. aku nanya deh. buat apa surat cerai..? T: ya supaya semua urusan lancar.. J: lancar yg bagaimana?... itu rumah atas nama siapa? T: ya.. atas namaku.. kan aku juga yang usahain ada terbeli.. J: trus ngapain kamu mesti urus cerai. emang mau bagi harta gono-gini?.. ya to? Modal dia saja gak ada selain yang satu itu. T: eee. iya. ya. J: nah.. loh. trus emang situ mo kawin lagi pa? T: maksudnya.? Kok lari ke situ.? J: lah orang perlu surat cerai kan supaya bisa kawin lagi. T: ya gak dong mas. boro-boro mikirin kesitu. kasihan anak-anak. J: baguslah.fokus ke anak saja.. ntar sering-sering saja nyayur terong.. T: apa hubungannya dengan terong.? J: ya udah, kalau gak mau dengan terong, ntar tak beliin alatnya. vibrattt.aaadaooohhh. T: ampun deh.. J: habis deh kalau gini terus.bengkak semua deh. T: habisnya mas nylonong kesana mulu. J: nah. itu tadi. tadi kan aku nanya. apa artinya ayah. kalau bisa disandingkan sama terong. haha.. T: ampunnn.. deh.. J: tapi ya. itu semua kamu mesti putusin dan jalani sendiri. kalau masih perlu ayah semacam itu, silahkan saja, kau tetap bisa bahagia dengan pengorbanan yg tulus bagi suami dan anak-anakmu. orang bisa saja anggap kau menderita, tapi kau bisa bahagia dengan cara itu. toh nyatanya banyak juga suami beristri lebih dari satu bahkan sampai empat istri dan nampak baik-baik saja . T: idihhh. ogah. J: baik sekali. kalau single parent jadi pilihan. yang penting selalu dorong semangat dan keyakinan pada diri sendiri dan. tentunya berikan semangat juang pada anak-anak dengan kelembutan sekaligus ketegaran seorang super mom yang sanggup memerankan single parent yang baik.toh banyak contoh orang-orang yang memilih jadi single parent dengan baik.dan tak perlu kawatir harga terong tidak pernah melonjak sedasyat cabe. T: wah mulai ngaco lagi. udah ah. makasih advisnya. ini sungguh ujian hidupku. J: sama-sama.dan ingat. apapun pilihannya. aku lebih suka mengatakan sebagai tantangan yang membuat kita semakin kuat dan tegar namun tetap lembut karena menyadari semuanya. Tuhan mau kita menjadi lebih dan lebih kuat dan sekaligus lebih lembut. T: aduh. makasih deh. mas bener-bener penuh pengertian. tak kecup sini.cup.. cup.. cup. J: yah. ini cap bibir gimana bersihinnya. bini bisa ngamuk dah. [Cibinong, 15 maret 2010] Sony H Waluyo * You are what you think about. Beware of your mind. [kesadaran ada di rasa, sulit utk memahaminya dg pikiran. Kita bisa bebas menyimpulkan apa yg kita lihat dan rasakan. Namun tetaplah sulit mendefinisikan rasa garam dengan kata2, tapi dg rasa di lidah semua orang sepakat itulah rasa garam, asin itu pasti asin, pahit itu pasti pahit. Demikian juga saat dirasa di hati, kasih itu pasti kasih. Olah rasa akan dg jelas mendefinikan kesadaran. Olah rasa...olah kesadaran...intuisi yg akan bermain...menyalurkan cahaya... cahaya adalah ilmu pengetahuan dan pengetahuan mjd landasan utk bertindak bijaksana dlm mengolah alam dan kehidupan]. ==================