Gani Kurnia
Wed, 17 Mar 2010 21:37:28 -0700
Dosa itu istilah perbuatan salah bagi orang yg mempercayai ada pembalasan atas hal tersebut, bukan hanya dalam agama, tapi dalam kehidupan masyakat. "Merasa Berbuat Salah", itu ada pada setiap orang yg masih memiliki timbangan dalam hati. Seperti mencuri sesuatu dari orang lain tanpa satu orangpun tahu. Jika kita tidak merasakan apa2 atas perbuatan kita tersebut, ini berarti kita sudah kehilangan pandangan dalam hati kita. Istilah Dosa diajarkan dari Dogma, Norma Agama dan Masyarakat , dan tentu saja dengan syarat kita setuju dan mengikuti aturan2 tersebut. Semua ajaran, pengaruh, perintah dan godaan luar yang kita ikuti dalam hati kita, sebenarnya tidak pernah ada interfensi, semua keputusan itu murni muncul atas kehendak pikiran kita. Kita sendirilah yg lebih tahu manfaat dari aturan2 itu baik untuk diri kita atau orang lain. Contohnya Sex Bebas, dia suka, saya suka, dan ga ada yang tahu, ini berarti tidak ada dosa, tidak ada yg tersakiti. Namun tiba2, telat angkat, jadilah sebuah kehidupan janin baru. Kita bisa bunuh janin tersebut, kita lahirkan kemudian kita buang, atau kita urus anak tersebut tanpa jaminan status hidup, terlantar, atau tumbuh tanpa didikan moral. Orang yg merasa dosa melakukan sex bebas, dalam hati mereka terbersit konsekwensi dan hancurnya sebuah kehidupan, meski mereka tidak bisa menjelaskan perasaan dosa tersebut. Bener ga... Kita tidak perlu menghapalkan aturan2 dalam hidup, namun kita cukup menggunakan hati kita dan sering2 menyatu dengan alam, ada keseimbangan dan keharmonisan dalam gerak teratur di alam. Seperti atom2 yang bergerak berputar berlawanan jarum jam, seperti planet2 yg mengelilingi tata surya, mereka teratur dan menjadi kuat. Menyatulah dengan alam saat mereka berdiri dan mengingat, ruku dan taat, duduk dan pasrah, sujud dan menghormat, ini adalah bahasa yg bisa kita terjemahkan saat menyatu dengan komponen2 di alam. Lakukan sekitar 5 kali dalam sehari, di waktu2 dimana kimia tubuh manusia tepat pada saat kuat2nya... Saat kita merasa kuat untuk bergerak, saat kita merasa ingin makan dan berjalan-jalan, saat aktifitas sepertinya telah diselesaikan, saat hati puas dengan perubahan hari, saat badan merasa enak untuk dilelahkan.. 2010/3/18 Sony H Waluyo <ason...@gmail.com> > > > Mang Ucup, > Dosa itu hanya konsep... dan konsep bisa dihapus... sama spt dg mudahnya > dosa dihapus dg maaf/pengampunan.... yg bisa memaafkan tentunya pihak yg > dirugikan... bukan tuhan kan.. tapi orang lain... jadi minta maafnya juga > gak ke tuhan dong.... > So, tamat sudah riwayat neraka... hahaha.... > Gitu aza kok refot... > > Sony H Waluyo > * You are what you think about. Beware of your mind. > (Catatan: Anda bebas menyimpulkan apa yg anda lihat dan rasakan. > Sulit mendefinisikan rasa garam dengan kata2, tapi dg dirasa di lidah semua > orang sepakat itulah rasa garam, asin itu pasti asin, pahit itu pasti > pahit. > Demikian juga saat diroso di hati, kasih itu pasti kasih. Olah roso ). > ================== > > > -----Original Message----- > From: mayapadaprana@yahoogroups.com <mayapadaprana%40yahoogroups.com>[mailto: > mayapadaprana@yahoogroups.com <mayapadaprana%40yahoogroups.com>] > On Behalf Of MANG UCUP > Sent: Thursday, March 18, 2010 1:13 AM > To: maya; Zaman > Subject: [Mayapada Prana] Dosa itu Ora Ono alias Tidak Ada - Bag. 3 > > Akhir-akhir ini mang Ucup mendapatkan banyak sekali komentar yang > benadakan kritikan sampai segala macam sumpah-serapah atas artikel > yang saya tulis sekarang ini. Mereka menilai bahwa mang Ucup bukan > saja sedang mabok, tapi sudah jadi gelo beneran, moso sih pembacanya > dianjurkan untuk berbuat dosa. Saya pribadi merasa senang dengan > adanya kritikan-kritikan tersebut, sebab dengan demikian terbuktikan, > bahwa masih banyak orang yang peduli akan dosa. Dengan adanya banyak > kritikan tersebut berarti misi saya telah berhasil mengajak Anda untuk > turut merenungkan mengenai masalah Dosa. > > Memang kalau direnungkan orang jaman dahulu masih merasa menyesal akan > dosa-dosanya, tetapi manusia jaman sekarang bukannya menyesali bahkan > menikmati dosa-dosa tersebut. Jawablah sendiri: "Berapa lama Anda > pernah merasa menyesal akan perbuatan dosa-dosa anda?" Mungkin tidak > lebih dari sehari dengan pemikiran, toh Argo Dosa tersebut nantinya > akan di Reset jadi Nol lagi oleh Tuhan, jadi buat apa Gw pikirin. > Disamping itu bukankah tugas utama dari Sang Pencipta itu untuk > mengampuni semua dosa-dosa kita! > > Akhir-akhir ini mang Ucup mendapatkan banyak sekali komentar yang > benadakan kritikan sampai segala macam sumpah-serapah atas artikel > yang saya tulis sekarang ini. Mereka menilai bahwa mang Ucup bukan > saja sedang mabok, tapi sudah jadi Gelo beneran, moso sih pembacanya > dianjurkan untuk berbuat dosa. Saya pribadi merasa senang dengan > adanya kritikan-kritikan tersebut, sebab dengan demikian terbuktikan, > bahwa masih banyak orang yang peduli akan dosa. Dengan adanya banyak > kritikan tersebut; berarti misi saya telah berhasil mengajak Anda > untuk turut merenungkannya sejenak mengenai masalah Dosa. > > Memang kalau direnungkan orang jaman dahulu menyesal akan > dosa-dosanya, tetapi manusia jaman sekarang bukannya menyesali bahkan > menikmati dosa-dosa tersebut. Jawablah sendiri: "Berapa lama Anda > pernah merasa menyesal akan perbuatan dosa-dosa anda?" Mungkin tidak > lebih dari sehari dengan pemikiran, toh Argo Dosa tersebut nantinya > akan di Reset jadi Nol lagi oleh Tuhan, jadi buat apa Gw pikirin. > Disamping itu bukankah tugas utama dari Sang Pencipta itu untuk > mengampuni semua dosa-dosa kita? > > Cobalah renungkan oleh Anda, apabila kita berselingkuh, kita akan > menyakitkan perasaan pasangan hidup kita bertahun-tahun, luka batin > mereka tidak akan begitu cepat dan mudah pulih kembali. Tetapi > kebalikannya berapa lama kita merasa menyesal akan perbuatan dosa > tersebut. Misalnya Tiger Woods saja; ia sudah tidak memikirkan akan > dosa-dosanya lagi, yang ia pikirkan sekarang ini adalah kehadirannya > dalam turnamen golf US Masters yang akan diselenggarakan bulan depan. > > Kita semua merasa peduli akan kehidupan Manohara yang glamor atau > masalah Bank Century yang telah menelan uang 6,5 triliun Rp., tetapi > pernahkah ada yang tahu atau peduli akan Teguh Miswadi dari Kabupaten > Magetan. > > Anak kelas 5 SD yang berusia 11 tahun, yang telah tega bunuh diri > karena LAPAR. Kalau ia bisa makan sehari sekali saja; hal ini pasti > tidak akan terjadi! Ia bunuh diri karena tidak bisa menahan lagi rasa > sakit yang terus-menerus menyerang perutnya. Rasa sakit ini sebenarnya > dengan mudah bisa diatasi oleh hanya sebungkus nasi saja per hari. > Hanya sayangnya neneknya mbah Gina yang sudah berusia 76 tahun dan > buta tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar ini, karena uang seribu rp > saja tidak ia miliki. Tetapi siapa sih yang masih peduli dan tertarik > akan masalah seperti beginian. Sambil berpikir: "Kapankah akan ada > koruptor gantung diri, karena kekenyangan?" > > Memang didalam banyak agama diberikan kemungkinan bagi umatnya untuk > bertobat, tetapi sebelumnya kita bisa bertobat, kita harus mau > mengakui terlebih dahulu dosa-dosa kita. Selama kita tidak merasa > berdosa bagaimana saya bisa mengaku dosa apalagi sampai mau bertobat. > Oleh sebab itulah dalam tulisan-tulisan yang terakhir ini saya ingin > mengajak para pembaca untuk merenungkannya sejenak akan makna dari > dosa itu. > > Disamping itu juga kita harus menyesal akan dosa-dosa kita. Mungkin > ada baiknya sebelum kita berdoa dan memohon ampun akan dosa-dosa kita, > terlebih dahulu mengingat akan dosa-dosa yang telah dilakukan oleh > kita sebelumnya. Sebab apabila kita dalam doa mengucapkan "Ampunilah > dosa-dosa (kesalahan) kami", tetapi diri sendiri kenyataannya tidak > merasa berdosa/bersalah, percuma saja kalimat tersebut diucapkan, > karena ini hanya berfungsi sebagai lip-service atau sekedar pemanis > bibir saja. > > Mang Ucup > Email: mang.ucup<at>gmail.com > Homepage: www.mangucup.org > > ------------------------------------ > > Iklan: > > Sister List: > > >