Mira Wijaya Kusuma
Fri, 19 Mar 2010 13:18:13 -0700
Di sepanjang perairan pelabuhan tua, menampilkan warna-warni bersejarah. Transmisi dilintasan sinar matahari ada luka menganga berpapan nama.
Cahaya lilin,
Terbersit sukma
Pada sisa hidupnya
Meredup sirna
Leleh mengalir
Sumbu api mengapung
Apit apit meripit
Mengapkir fakir
Lahan dijarah
Musim dingin telah mengingatkan kita,
pada segala sesuatu yang datang akan pergi.
Setumpuk kertas lusuh diatas meja tua,
tergores serat-serat masa silam, pula
terekam dalam ingatan,
yang menjadi obsesi kenangan lama.
Ada kebebasan dalam dirinya,
biarpun hanya yang tersisa-tulang, angin dan cabang ranting.
Dalam dikedalaman
Kuncupnya bunga
Menyerpih serbuk
Benih bunga rosella
Menyemai jiwa juang
MiRa - Amsterdam, 19 Maret 2010