media-dakwah  

[media-dakwah] Amal bisa dipake tawassul berulang2? (Was : Saqifah)

Iwal
Mon, 15 Jan 2007 18:30:07 -0800

Amiin...

Terima kasih atas doa dan perhatian saudara-saudara semuanya... mohon 
doanya agar kami selalu berada di jalan yang benar. Karena kami 
sebenarnya sangat takut akan satu hal,...kami takut jika "iman kami 
dicabut"... na'udzubillah...

Gapapalah harta melayang, tubuh luka-luka, kalo perlu nyawa melayang 
juga gpp, yang penting iman jangan hilang. Kami sadar iman dan amal kami 
tidak sebanding dengan dosa-dosa kami, jauuh lebih kecil dibanding 
dosa-dosa kami, tapi cuma itu yang bisa kami syukuri dan kami andalkan.

Sekali lagi mohon doanya dari saudara2 semua...


Ohya.... saya mau tanya satu hal...
Tentang tawassul,... katanya kita bertawassul dengan amal kebaikan kita.
Bolehkah kita bertawassul berulang2 dengan amal kebaikan yang sama?
Misalnya suatu hari kita bertawassul dengan amal kebaikan A, dan 
alhamdulillah keinginan kita dikabulkan Allah. Kemudian kita bertawassul 
lagi untuk hal lain juga dengan amal kebaikan A.
Apakah ada cara dan syarat khusus dalam bertawassul

WAssalam


handri yanto wrote:

> Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuhu,
> Ya sudahlah kalau Mas Iwal tidak tahu dan terima kasih atas kejujuran 
> anda, Mudah-mudahan mas Iwal diberikan Taufiq dan Hidayah oleh Allah 
> Tabaroka wa ta'ala agar bersungguh-sungguh dalam menjalankan Dien yang 
> benar dan diberikan semangat untuk menuntut ilmu agar tidak salah 
> dalam memahami Dien.
>
> Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
> Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan 
> tentang nya.Sesungguhnyá pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya 
> itu akan diminta
> pertanggungjawabannya. (QS. al-Isra’ [17]: 36)
>
> Al–Imam Bukhari berkata “Bab Ilmu sebelum berkata dan berbuat”, 
> kemudian beliau mengomentari ayat tersebut : “Maka Alloh Jalla 
> Jalaluhu telah memulai dengan ilmu sebelum berucap dan beramal.”
>
> Berikut juga nasehat para ulama tentang pentingnya ilmu sebelum beramal :
>
> # Janganlah kamu berkata tanpa ilmu. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/29. 
> Ini pendapat Ibnu Abbas radhiaLlahu anhu).
> # Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak tahu dalilnya atau 
> tidak ada gunanya bagimu. (Lihat Fathul Bari 13/282. ini pendapat Abu 
> Ubaidah radhiaLlahu anhu).
>
> # Janganlah kamu mengikuti keyakinan orang yang tidak bersandar dengan 
> ilmu. (Lihat Tafsir al-Baidhawi 3/442) .
>
> #Orang musyrik dilarang berbicara tentang ketuhanan dan kenabian 
> karena mereka taklid kepada nenek moyang dan hawa nafsunya. (Lthat 
> Tafsir al-Alusi 15/82) .
>
> # Jadilah saksi karena Alloh dan jangan jadi saksi palsu, dan jangan 
> bersumpah palsu. ini pendapat Imam’Syafi’i (Lihat al-Umm 7/90.)
>
> # Janganlah kamu berkata: “Saya mendengar padahal kamu tidak 
> mendengar, saya meithat padahal kamu tidak meithat.” (Lihat Fathul Ban 
> 13/282, lihat pula Abjadul Ulum 3/42. mi pendapat Qatadah Rahimahullah.
>
> Semoga dengan nasehat diatas kita hendaknya bisa menahan diri agar 
> tidak mengatakan hal-hal yang kita tidak mengetahuinya, dan hendaknya 
> sebelum beramal maka kita harus tahu ilmunya agar apa- apa yang kita 
> sampaikan tidak membuat kesalahan yang nantinya kita harus 
> mempertanggung jawabkan kepada Allah azza wa Jalla.
> Mudah-mudahan hati kita tidak menjadi keras atau menjadi kesombongan 
> dalam menerima kebenaran , karena hati yang keras dan sombong adalah 
> awal kebinasaan.
> mudah-mudahan ya mas :>)
>
> Itulah Syiah Rafidhah yang mengklaim bahwa Alqur'an kita tidak asli, 
> Sahabat Nabi adalah murtad, Istri Rasulullah telah meracuni beliau dan 
> sebagianya . Na'udzu billahi mindzalik..semoga kita berlepas diri dari 
> i'tiqod mereka.
>
>
> Berikut sedikit sepercik mengenai Suni dan Syiah semoga bisa 
> menjadikan tambahan ilmu tentang bagaimana syiah itu.
> Atau bisa diaccess di situs : http://www.syiah.blogspot.com 
> <http://www.syiah.blogspot.com>
> http://www.hakekat.com <http://www.hakekat.com>
> Wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuhu.
>
>
>
>
>
>
>  


                
___________________________________________________________ 
Try the all-new Yahoo! Mail. "The New Version is radically easier to use" – The 
Wall Street Journal 
http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html


Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [EMAIL PROTECTED] 
    [EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/