mencintai-islam  

[mencintai-islam] Sampaikan dan laksanakan kebenaran walau satu ayat

Mujiarto Karuk
Fri, 06 Feb 2009 04:38:09 -0800

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
  
 
SAMPAIKAN KEBENARAN WALAU HANYA SATU AYAT



“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika 
tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak 
menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. 
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. 
QS.Al-Maaidah [5] : 67
 

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada 
yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. 
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara 
mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." 
QS.Ali-Imran [3] : 110

Pada suatu hari saya berkunjung ke salah satu kampung di daerah Keranji Bekasi 
tepatnya di Bintara, kebetulan saya pernah tinggal di daerah tersebut lebih 
kurang 5 tahun, pada tahun 1986 s/d 1991.

 
Saya berkunjung di salah satu rumah seseorang yang pernah bertentangga, dan 
saya mengenal beliau sebagai pekerja harian dibangunan. 

 
Disela sela perbincangan saya bertanya kepada beliau, “Bang saya dengar 
sekarang abang dah jadi “Ustaz”.

 
Beliau tersenyum sambil mengatakan Alhamdulillah.

 
Saya sangat gembira mendengar perkembangan tetangga saya yang dulu saya kenal 
sebagai buruh harian bangunan, itupun tidak rutin beliau lakukan karena beliau 
juga harus merawat istrinya yang sakit sakitan dan ketika itu anak anaknyapun 
masih kecil kecil ada 5 orang.

 
Ketika saya pindah rumah dari rumah kontrakan di Kp. Bintara kerumah yang saat 
ini saya tempati di Jl. Raya Bekasi Timur KM.18 Pulogadung Jakarta Timur, 
beliaulah yang mengantarkan barang barang perabotan.

 
Saya juga sangat kagum mendengar cerita pengalaman beliau belajar menggali Ilmu 
Agama islam dan ketika itu saya tahu betul ekonomi keseharian beliau, walau 
saya sempat kecewa pada beliau, saya berpesan agar sering sering datang 
berkunjung kerumah saya, tapi justru malah sebaliknya beliau sejak 
mengahantarkan perabotan, tidak pernah datang berkunjung, dan secara kebetulan 
saya juga waktunya sangat sulit untuk ngatur berkunjung.

 
Saya mendengar beliau menjadi Ustaz dari saudaranya yang juga bekas tetetangga 
dekat saya dikampung tersebut.

 
Rasa penasaran saya keingintahuan tentang kebenaran cerita tersebut terjawab 
sudah, beliau menggali ilmu Agama dari seorang Ustaz yang dengan prakasanya 
membangun sebuah perguruan Islam, didaerah Bintara tidak jauh dari kediaman 
teman saya tersebut, siang hari beliau menjadi buruh bangunan perguruan Islam 
tersebut dan malam harinya beliau belajar dan mengkaji Islam dengan ustaz 
penggagas pembangunan yang sekaligus sebagai boss teman saya tersebut, selama 
lebih kurang 5 tahun beliau berguru dengan sang Ustaz yang berhati Mulia itu.
 
Dan kebetulan ketika saya menjadi siswa pesantren ahad di Pesantren Persis Jl. 
Kramat Asem,  Utan Kayu Jakarta Timur, ustaz tersebut salah satu ustaz yang 
mengajar dan membing saya dalam mengenal dan menjalankan perintah Islam.
 
Ketika saya mendengar bahwa kami satu sumber guru yang sama, hanya beda tempat 
dan waktu belajar, hati saya semakin berbunga bunga, dan sangat kagum bercampur 
terharu, saya sangat sering bertemu dengan ustaz saya tersebut dan 
mengunjunginya, yang secara kebetulan rumah beliau tidak jauh dari tempat 
tinggal saya sekarang, akan tetapi saya tidak pernah bertemu dengan teman dan 
bekas tetangga dekat saya tersebut.
 
Ketika sang ustaz mengajarkan dan menularkan ilmunya kepada saya ketika itu 
beliau selalu berpesan kepada murid muridnya, hilangkan dan jauhkan anggapan 
bahwa dakwah itu hanya patut disampaikan oleh orang - orang yang berprofesi 
sebagai juru dakwah seperti yang kita sebut ustadz / ustadzah, atau yang kita 
sebut da'i atau kiyai, guru agama Islam, atau siapa saja yang pernah mondok 
dipesantren, atau seorang yang kita sebut mubaligh dari sarjana-sarjana Agama 
Islam, atau lulusan perguruan tinggi Islam baik luar maupun dalam Negri.
 
Karena, bila kita meyakini bahwa dakwah itu hanya patut disampaikan oleh mereka 
mereka yang kita sebutkan tersebut diatas, maka kita cenderung akan hanya ingin 
mendengarkan pesan dakwah dari mereka saja, bila mereka yang menyampaikan kita 
berbondong bondong untuk mengunjungi, hal tersebut memang tidak salah, bahkan 
merupakan keharusan, akan tetapi bila kita hanya akan menghadiri bila mereka 
saja yang menyampaikan, secara tidak langsung kita telah terjebak dengan tipuan 
daya syeiton, dengan merendahkan dan menganggap remeh bila yang menyampaikan 
dakwah tersebut diluar kalangan mereka itu.
 
Padahal Allah SWT berfirman dalam Al - Qur’an Surat Luqman [31] : 17-19 

"Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan 
cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang 
menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan 
(oleh Allah)”.
 
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan 
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak 
menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.
 
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya 
seburuk-buruk suara ialah suara keledai”.

Jadi wahai saudaraku berdasarkan firman Alloh tersebut diatas, Dakwah merupakan 
kewajiban setiap orang yang disebut Muslim atau Muslimah, apapun profesi dan 
keahliannya kita memiliki kewajiban yang sama sebagai juru dan menjadi juru 
dakwah atau menyeru kepada kebaikan, dan mencegah terjadinya kehancuran.
 
Sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Rasulullah SAW, "Sampaikanlah dariku, 
walaupun hanya satu ayat."

Apa lagi pada saat sekarang ini umat Islam tengah menghadapi berbagai serangan 
ganas yang bertubi - tubi dari musuh  musuh Islam dan musuh Allah, dengan 
tujuan hendak mencabut dan merusak esensi dakwah Islamiyah, bila kita hanya 
beranggapan bahwa dakwah hanya diwajibkan orang orang yang kita sebut diatas, 
saya yakin Islam tidak akan pernah sampai pada tingkat pelaksanaan pada posisi 
orang orang yang jauh dari kalangan alim ulama tersebut, karena mungkin minder 
dan mungkin juga tidak punya sejumlah uang untuk ngundang mereka.
 
Dan akibatnya sama sama kita lihat dan kita saksikan serta kita dengar dari 
berita berita, sejujurnya saya sebagai Muslim yang tidak pernah mengenyam, 
Perguruan Tinggi yang berbasis Islam, sangat sedih bila mendengar melihat dan 
menyaksikan pelaku kejahatan justru dari kalangan yang ber Agama Islam, dengan 
menyandang nama Muhammad, dengan menyandang nama Ahmad, dan atau menyandang 
nama Abdullah, serta nama nama Islam lainnya.
 
Ini semua dampak prilaku umat Islam pada saat sekarang ini, salah menempatkan 
sesuatu yang dianggap benar padahal salah, dan menempatkan yang salah pada 
posisi pembenaran sebagai contoh, tidak sedikit orang yang menyebut dirinya 
sebagai Ustaz, atau Kiyai, akan tetapi mematok sejumlah uang bayaran yang 
sangat tinggi, agar dapat mendengarkan dakwah dan risalah yang disampaikannya 
tersebut.
 
Dan juga telah salah menempatkan anggapan bahwa yang berhak menyampaikan dakwah 
tersebut hanya dari kalangan dan pihak tersebut diatas, serta tidak mau 
mendengarkan serta melaksanakan juga tidak mau hadir bila diundang oleh panitia 
yang menyelenggarakan suatu kajian, sementara pihak panitia hanya dan baru 
mampu menempatkan nama yang mengisi kajian tersebut bukan dari kalangan yang 
telah disebutkan diatas.

Ini sangat bertentangan dengan Firman Allah SWT yang mengatakan bahwa 
sesungguhnya manusia itu hidupnya dalam keadaan merugi kecuali orang-orang yang 
berdakwah, mengajak kepada kebaikan dan bersabar dalam melakukannya.

"Demi masa”.
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian”
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat 
menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi 
kesabaran." 
QS Al 'Ashr [103] : 1-3

Rasulullah SAW juga bersabda :
 
"Wahai Ali, sungguh sekiranya Allah memberi hidayah kepada seseorang karena 
dakwahmu, itu lebih baik bagimu daripada onta merah."
(HR. Bukhari-Muslim)

Ketahuilah wahai saudaraku saudaraku dan mari kita saling menyadari bahwa 
hidayah Allah SWT, tidaklah ternilai harganya walau kita bandingkan dengan onta 
merah pada zaman Rasululloh dan mobil mewah pada zaman sekarang.
 
Betapa bahagianya bila kita mau mendengarkan serta mau melaksanakan apa apa 
yang telah disampaikan oleh saudara saudara kita sesama Muslim, atau Muslimah, 
jangan lihat siapa yang menyampaikan tapi lihatlah isi yang disampaikan pada 
kita tersebut.
 
Walaupun yang menyampaikan risalah Alloh tersebut seorang Muslim yang 
berprofesi sebagai buruh bangunan, atau mantan pembantu rumah tangga seperti 
saya.
 
Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua, benar datangnya dari Alloh 
SWT dan salah terletak dari saya pribadi saya mohon dibukakan pintu maaf yang 
seluas luasnya.
 
 
Dengan Harapan dan Do’a
 
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang 
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
 
"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian 
kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".
 
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah”. 
 
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat 
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami”. 
 
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami 
memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah 
Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
 
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan 
sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat 
dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."
 
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan 
telah kami ikuti rasul Mu, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan 
orang-orang yang menjadi saksi tentang keesaan Mu ya Allah”.
 
"Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang 
berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan 
tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
 
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia", dan kebaikan di akhirat, dan 
hindarkan kami dari siksa api neraka”
 
 
Amiin Yarobbal A’lamiin
 
 
Wassalamualaikum Wr Wb
 
 
 
Mujiarto Karuk
 


      
  • [mencintai-islam] Sampaikan dan laksanakan kebenaran walau satu ayat Mujiarto Karuk