Santoso
Thu, 18 Nov 2004 19:57:04 -0800
Aku Forward dari axic nya Adjie
Rangkuman dari DETIK.COM
--------------------------------------------------
SBY Turut Belasungkawa 5 Korban Tewas Tol Jagorawi
--------------------------------------------------
Reporter: Suwarjono
detikcom - Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan rasa
turut berbelasungkawa atas 5 korban tewas tabrakan beruntun di Tol Jagorawi.
"Presiden sudah mendapat laporan mengenai hal ini. Beliau mengatakan turut
berbelasungkawa dan menyatakan simpati yang sedalam-dalamnya. Beliau
berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali."
Demikian kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, didampingi Wakasatpatwal
Herry Ardiyanto, yang menggelar jumpa pers mendadak di Kantor Presiden jalan
Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2004).
Presiden akan menyampaikan simpati secara terbuka dan sumbangan? "Presiden
sedang sidang kabinet. Nanti akan segera mengambil tindakan lebih lanjut.
Tapi sudah menginstruksikan agar korban segera dirawat agar mendapat
perawatan yang sebaik-baiknya. Kita baru mendapat laporan lisan. Belum
tertulis secara lengkap. Sekarang telah diinstruksikan kepada rumah
sakit-rumah sakit agar memberikan perawatan secara baik," urainya.
Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Jagorawi
sekitar pukul 07.50 WIB. Akibatnya 5 orang tewas dan 7 orang luka. Insiden
ini terjadi sekitar 10 menit sebelum rombongan Presiden melewati lokasi
kejadian. Sesuai prosedur, kendaraan yang berada di lintasan yang akan
dilalui Presiden dihentikan sementara. Namun kemudian terjadi tabrakan
beruntun. (sss)
Baca juga:
--------------------------------------------------
SBY Lewat, 7 Mobil Tabrakan di Tol Jagorawi, 5 Orang Tewas
--------------------------------------------------
Reporter: Shinta Shinaga, Suwarjono
detikcom - Jakarta, Tabrakan beruntun terjadi di Tol Jagorawi yang
melibatkan 7 kendaraan saat rombongan kendaraan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono mau lewat. Akibatnya 5 orang tewas di lokasi kejadian, dan
beberapa orang terluka.
Insiden terjadi sekitar pukul 07.50 WIB, Rabu (17/11/2004). Penyebab
kecelakaan belum dapat dikonfirmasi.
Namun menurut kesaksian warga, kejadian berawal saat rombongan Presiden SBY
masuk tol Cibubur. Petugas memberhentikan mobil dari arah Bogor secara
mendadak, sehingga terjadi tabrakan beruntun.
"Kita belum dapat konfirmasi mengenai penyebab kejadian. Tapi memang benar
ada kecelakaan tabrakan beruntun 7 kendaraan," kata Ahmadi, petugas jaga Tol
Jagorawi saat dihubungi detikcom melalui telepon pukul 10.00 WIB.
Menurut dia, 5 korban tewas telah dievakuasi dari lokasi kejadian ke RSCM.
Namun belum diperoleh rincian identitasnya. Sedangkan korban luka belum
diketahui jumlahnya maupun identitasnya. Namun semua korban luka sudah
diangkut ke RS UKI.
Dituturkan Ahmadi, 7 kendaraan yang terlibat dalam tabrakan beruntun adalah
bus Garuda B 7707 AD, Suzuki VP minibus B 1964 BM, Toyota Kijang minibus B
7044 EA, Suzuki Futura pick up B 9465 AS, Toyota Kijang minibus B 8546 BD,
Toyota Kijang minibus B 2834 JD, dan Suzuki VP minibus V 1987 BS. (sss)
--------------------------------------------------
Andi: Protap Benar, Tabrakan di Tol Jagorawi Human Error
--------------------------------------------------
Reporter: Suwarjono
detikcom - Jakarta, Prosedur tetap (protap) untuk menghentikan kendaraan
saat rombongan Presiden akan lewat dinilai sudah benar dilakukan. Sehingga
tabrakan beruntun di Tol Jagorawi yang menewaskan 5 orang dinilai terjadi
karena human error.
"Dalam protap, sebelum iring-iringan Presiden lewat, 15 menit sebelumnya
dilakukan pengamanan. Semua jalan-jalan yang akan dilewati atau yang akan
dituju segera ditutup. Tampaknya polisi telah melakukan tindakan sesuai
dengan protap."
Hal itu disampaikan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, didampingi
Wakasatpatwal Herry Ardiyanto, yang menggelar jumpa pers mendadak di Kantor
Presiden jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2004).
"Namun terjadi human error, sehingga sewaktu kendaraan sudah dihentikan
karena Presiden mau lewat, ada bus yang menabrak kendaraan yang sudah
berhenti," katanya.
"Jadi protap sudah benar. Petugasnya sudah menjalankan tugasnya dengan baik.
Tapi tampaknya ada human error. Inilah yang terjadi," ujar Andi lagi.
Benarkah tabrakan terjadi karena ada penyetopan mendadak dari petugas
Patwal? "Tidak ada penyetopan mendadak. Karena protap polisi yang mengawal
itu sudah menghentikan kendaraan sebelum iring-iringan akan lewat, dan
kendaraan sudah berhenti," katanya.
Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Jagorawi
sekitar pukul 07.50 WIB. Akibatnya 5 orang tewas dan 7 orang luka. Insiden
ini terjadi sekitar 10 menit sebelum rombongan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono melewati lokasi kejadian. Sesuai prosedur, kendaraan yang berada
di lintasan yang akan dilalui Presiden dihentikan sementara. Namun kemudian
terjadi tabrakan beruntun. (sss)
--------------------------------------------------
Korban Tewas Tol Jagorawi 2 Pria, 1 Ibu dan 2 Putranya
--------------------------------------------------
Reporter: Shinta Shinaga
detikcom - Jakarta, Korban tewas tabrakan beruntun di Tol Jagorawi berjumlah
5 orang. Antara lain 2 pria, 1 ibu dan 2 putranya. Namun identitas korban
belum lengkap.
Kelima jenazah masih berada di RSCM Jakarta, Rabu (17/11/2004). Baru satu
korban yang diketahui identitasnya, yakni Hidayat (50) warga jalan Babakan
RT 04 RW 03, Cilebut Barat, Sukaraja, Bogor.
Pria satunya lagi diperkirakan berusia 40 tahun, namun belum diketahui
identitasnya. Begitu juga dengan ibu dan kedua putranya yang diperkirakan
berusia 10 tahun dan 8 tahun. Para korban kebanyakan luka di bagian kepala
akibat benturan keras.
Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Jagorawi
sekitar pukul 07.50 WIB. Akibatnya 5 orang tewas dan 12 orang luka. Insiden
ini terjadi sekitar 10 menit sebelum rombongan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono melewati lokasi kejadian. Sesuai prosedur, kendaraan yang berada
di lintasan yang akan dilalui Presiden dihentikan sementara. Namun kemudian
terjadi tabrakan beruntun. (sss)
--------------------------------------------------
Pihak Bus Garuda Bungkam Soal Kecelakaan di Tol Jagorawi
--------------------------------------------------
Reporter: Djoko Tjiptono
detikcom - Jakarta, Buntut kecelakaan tragis di ruas tol Cibubur-Taman Mini,
polisi menangkap sopir Bus Garuda. Pihak Bus Garuda sendiri memilih tutup
mulut mengenai hal ini.
Hal tersebut terjadi ketika detikcom berusaha meminta konfirmasi mengenai
kecelakaan ini ke PO Garuda melalui telepon, Rabu (17/11/2004).
"Maaf, bagian operasional yang berhak menjawab masalah ini masih libur. Kami
tidak bisa memberikan komentar apa-apa. Pimpinan perusahaan memang masuk,
tapi dia juga tidak mau berkomentar," kata seorang petugas PO Garuda, yang
juga tidak mau disebutkan namanya.
Seperti diketahui, sekitar pukul 07.05 WIB, terjadi kecelakaan beruntun di
ruas Tol Cibubur-Taman Mini. Peristiwa ini terjadi sekitar 10 menit sebelum
Presiden SBY melintas di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian mengatakan, penyebab kecelakaan adalah bus Garuda. Bus ini
menabrak 7 kendaraan di depannya yang sudah berhenti. Kendaraan-kendaraan
tersebut memang dihentikan polisi untuk memberikan kesempatan rombongan SBY
melintas.(djo)
--------------------------------------------------
3 Orang Koma, 12 Korban Tol Jagorawi Dirawat di RS UKI
--------------------------------------------------
Reporter: Suwarjono
detikcom - Jakarta, Sebanyak 12 korban tabrakan beruntun di Tol Jagorawi
dirawat di RS UKI. Tiga di antaranya dalam kondisi koma dan belum diketahui
identitasnya.
Demikian laporan tertulis singkat petugas protokol Istana Kepresidenan yang
stand by di Cibubur saat kecelakaan terjadi, Rabu (17/11/2004). Laporan itu
akan disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tertulis dalam laporan tersebut, 5 orang meninggal dunia, sekarang di RSCM.
Tiga orang koma, belum diketahui identitasnya, dua laki-laki, satu
perempuan, sekarang di RS UKI.
Kemudian 9 orang luka-luka dan berhasil diidentifikasi nama-namanya.
Sekarang di RS UKI. Mereka adalah Ilyas (27) sopir angkot, Dodi (23), Agus
(28), Shinta (8), Santi (8), Diki (9), Polilah (23), Onda Sukmana (40), dan
Nurdi (13).
Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Jagorawi
sekitar pukul 07.50 WIB. Akibatnya 5 orang tewas dan 12 orang luka. Insiden
ini terjadi sekitar 10 menit sebelum rombongan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono melewati lokasi kejadian. Sesuai prosedur, kendaraan yang berada
di lintasan yang akan dilalui Presiden dihentikan sementara. Namun kemudian
terjadi tabrakan beruntun. (sss)
--------------------------------------------------
Tabrakan Maut Tol Jagorawi
Andi: Sopir Bus Garuda Ditangkap
--------------------------------------------------
Reporter: Suwarjono
detikcom - Jakarta, Tabrakan beruntun di Tol Jagorawi yang menewaskan 5
orang berbuntut penangkapan terhadap sopir bus Garuda yang diduga mengantuk.
"Sopir bus Garuda kemungkinan ngantuk sehingga terjadi tabrakan beruntun.
Dia sudah ditangkap."
Hal itu disampaikan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, didampingi
Wakasatpatwal Herry Ardiyanto, yang menggelar jumpa pers mendadak di Kantor
Presiden jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2004).
Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan terjadi di Tol Jagorawi
sekitar pukul 07.50 WIB. Akibatnya 5 orang tewas dan 7 orang luka. Insiden
ini terjadi sekitar 10 menit sebelum rombongan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono melewati lokasi kejadian. Sesuai prosedur, kendaraan yang berada
di lintasan yang akan dilalui Presiden dihentikan sementara. Namun kemudian
terjadi tabrakan beruntun.
Andi menjelaskan kronologi insiden tabrakan tersebut. Diuraikan dia, terjadi
kecelakaan lalu lintas di sekitar lingkar Cibubur jalan masuk Tol Jagorwai
dari arah Cikeas yang merupakan lokasi kediaman pribadi SBY.
"Kejadian terjadi sebelum iring-iringan Presiden memasuki jalan tol.
Informasi yang kami dapat, ada sebuah bus Garuda B 7707 AD menabrak beberapa
mobil di depannya, ada 6 mobil," tuturnya.
Menurut data yang diterima Andi, 6 mobil lainnya adalah angkot suzuki
minibus F 1987 BS, kijang B 2834 BC, suzuki minibus B 1949 BM, kijang B 7044
BA, carry B 9465 KA, dan kijang B 8546 BO.
"Peristiwa ini menurut informasi, 5 orang tewas dan sudah dibawa ke RSCM.
Korban luka 7 orang dirawat di RS UKI. Informasi menyebutkan, ada bus
menabrak kendaran-kendaraan tadi 10 menit sebelum iring-iringan Presiden.
Jadi tabrakan bukan antara iring-iringan Presiden dengan kendaraan-kendaraan
tersebut," jelas Andi.
Sedangkan Herry mengaku berada pada rombongan paling depan. "Saya sudah
melempar pesan ke Polda sesuai dengan prosedur pada pukul 07.00 WIB,
rangkaian Krisna parkir," paparnya merujuk pada kode untuk iring-iringan
SBY.
"Kemudian pukul 07.30 WIB, persiapan pertama dan Krisna start, sehingga tak
lama setelah itu rombongan berangkat. Saya terdepan, saya sweeper, dan anak
buah saya sudah menghentikan kendaraan-kendaraan sebelum saya lewat,"
urainya.
"Nanti akan ada laporan yang lebih lengkap. Siapa yang salah akan ketahuan
dan akan ada tindakan secara hukum, siapapun dia," tukas Herry. (sss)
--------------------------------------------------
Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Tol Masih Terjadi
--------------------------------------------------
Reporter: Djoko Tjiptono
detikcom - Jakarta, Sejumlah kecelakaan masih terjadi di ruas tol pada hari
ini, Selasa (16/11/2004). Akibatnya, belasan orang penumpang mengalami
luka-luka.
Kecelakaan pertama, seperti dilansir infotol.astaga.com, terjadi di KM
24+400/A ruas Karawaci arah Bitung. Sebuah Suzuki Carry pick up B 9787 MJ
terbalik akibat mengalami pecah ban kiri belakang.
Kendaraan tersebut mengalami pecah ban kiri belakang, sehingga pengemudi
kehilangan kendali dan akhirnya masuk ke parit. Posisi akhir kendaraan naas
itu terbalik miring dengan roda kanan di atas. Kecelakaan ini mengakibatkan
4 orang mengalami luka-luka.
Selanjutnya terjadi kecelakaan beruntun Km 26+800/B ruas tol
Cikarang-Cibitung. Peristiwa ini melibatkan 3 kendaraan, yakni Mitsubishi
Kuda B 8465 AN, Carry B 1543 SP, dan Bus Luragung E 7687 YA.
Kecelakaan tersebut disebabkan Bus Lur Agung kurang menjaga jarak. Bus ini
menabrak Carry dan kendaraan ini kemudian menabrak Mitsubishi Kuda.
Kecelakaan ini menyebabkan 8 orang luka-luka. Meski melibatkan sejumlah
kendaraan, peristiwa ini tidak menyebabkan lalu lintas di sekitar TKP
terganggu.
Kembali karena pecah ban, sebuah mobil Kijang A 1660 AA mengalami kecelakaan
di Km 30/B tol Cikarang. Seperti peristiwa sebelumnya, mobil Kijang ini juga
masuk ke parit dan terbalik.
Kejadian ini menyebabkan Gusnaedi (63) warga Kampung Asem, Serang, luka
ringan dan dilarikan ke RS Medika Cikarang.(djo)
-------------- Ikatan Alumni PKKT, PT. Siemens Indonesia --------------- Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau
Official Website: http://www.iapkkt.org Official Mailing List: milis [at] iapkkt.org Mailing List Archive: http://www.mail-archive.com/milis%40iapkkt.org/