Wassalamualaikum Dunsanak Patrialis Syah Putra dan
para dunsanak lain sapalanta,

Terima kasih banyak saya ucapkan terhadap informasi
ini. Memperhatikan informasi yang Dunsanak sampaikan
saya merasa bahwa pada suatu saat masalah PT Semen
Padang ini perlu dibahas kembali dengan kepala dingin.

Bersama dengan Dirut yang lama, Ir Ikhdan Nizar, serta
dengan staf dan para karyawan PT Semen Padang, dahulu
saya ikut 'pasang badan' memperjuangkan 'spin off'
[bukan akuisisi] pabrik semen tertua di Indonesia itu,
dan ikut memikul konsekuensi "dilengser dengan mulus"
oleh Menteri Negara BUMN Ir Laksamana Sukardi.

Setelah itu sebagai orang luar, pengetahuan saya hanya
sepotong-sepotong saja, khususnya bila sesekali saya
--bersama pak Syahrul Udjud SH sebagai mantan-mantan
komisaris -- diajak tukar pikiran oleh kepengurusan
baru.

Namun bagaimanapun, masyarakat Sumatera Barat adalah
termasuk 'stakeholder' dari BUMN ini, walaupun jelas
bukan 'shareholder'. Seperti dikatakan oleh Bp Prof
Dr. Arsyad Anwar, sesama rekan komisioner pada saat
itu, PT Semen Padang ini adalah satu-satunya industri
besar di Sumatera Barat, sehingga dampaknya terhadap
perekonomian daerah ini serta terhadap masyarakatnya
cukup signifikan.

Secara pribadi saya tentu berharap bahwa kepengurusan
baru yang sebagian besar adakah putra daerah serta
tokoh-tokoh penting dalam masyarakat akan memikirkan
masalah ini dan merumuskan kebijakan yang
sebaik-baiknya. 

Masalahnya sudah barang tentu adalah bagaimana kalau
beliau tersebut tidak atau belum memberikan perhatian
yang memadai. Untuk saat ini saya belum dapat
memberikan pendapat.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

--- Patrialis Syah Putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamualaikum, wr. wb.
> 
> Pak Saaf dan netters Yth,
> 
> Saya rasa Pak Basril Djabar dan pejabat pemerintahan
> serta stakeholders lainnya yang telah memperjuangkan
> akuisisi PT Semen Padang dari PT Semen Gersik dan
> Cimex sudah mengetahunya. Tapi mereka sengaja
> mendiamkannya.
> 
> Sebenarnya, sudah dari jauh-jauh Cimex telah
> mengetahui bahwa bahan baku semen Padang tidak
> seberapa lagi, dan mereka tidak mau menanggung
> resiko, untuk itu mereka membuat opini, seolah-olah
> PT Semen Padang adalah suatu pabrik yang sangat
> menguntungkan serta mempunyai cadangan bahan baku
> berpuluh-puluh tahun lagi, sehingga pemerintah
> Sumatera Barat beserta tokoh dan anggota DPRD
> terpancing, sehingga memperjuangkan bahwa PT Semen
> Padang harus diambil alih dan kembalikan kepada
> rakyat Sumatera Barat dengan membeli atau menebusi
> saham Cimex Persero tersebut, kalau tidak begitu
> tentu mereka (Cimex) merugi. Itulah politik Cimex,
> sehingga kita terpolitiki oleh mereka, dikarenakan
> kedunguan kita juga.
> 
> Yang jelas pemerintah dan DPRD Sumatera Barat dan
> tokoh atau stakeholders yang ingin mengakuisisi
> kembalinya PT Semen Padang kepada pemerintah atau
> rakyat Sumatera Barat sudah kecolongan dan merasa
> malu !
> 
> Saya bangga dan salut kepada pemerintah kota Padang
> untuk tidak tergesa-gesa mengeluarkan sertifikat
> tanah, karena tanah yang akan digarap untuk bahan
> baku tersebut adalah dalam kawasan hutan lindung,
> Belanda saja pada zaman doeloe tidak mau
> menyentuhnya. Harapan dan doa saya semoga pemko
> Padang diberi kekuatan dan kekukuhan untuk tidak
> memberi izin dan mengeluarkan sertifikat untuk PT
> Semen Padang dan tidak terpedaya oleh janji-janji,
> kolusi dan korupsi seperti yang utarakan dalam
> artikel Andre Vitchek itu. Demi untuk "Kota Padang
> yang tercinta, ku jaga dan kubela", amin.
> 
> Wassalam,
> Patrialis Syah Putra, B.
> 
> Tambahan berita :
> 
> Netters Yth, PT Semen Padang tidak hanya kekurangan
> bahan baku, justru juga kekurangan bahan bakar utama
> yaitu batu bara yang dulunya di pasok oleh Tambang
> Batu Bara Ombilin yang juga sudah habis, berikut
> cuplikan beritanya di bawah ini :
> Batu Bara Ombilin
> Pilar Pembangunan yang Jadi Ancaman 
> 
> 
> "HEBOH" batu bara Ombilin, Kota Sawahlunto, Sumatera
> Barat, sejak dimulainya era reformasi sampai
> sekarang masih belum berakhir. Persoalan datang
> silih berganti. Pernah terjadi beberapa kali ledakan
> gas metana karena kawasan barrier pillar (pillar
> robbing) dikuras masyarakat dan ancaman itu kini
> mengintai.
> 
> LALU, sejak beberapa tahun terakhir, ada lebih dari
> seratus orang yang mati terkubur karena melakukan
> penambangan dalam tanpa izin dan tanpa memerhatikan
> masalah keselamatan kerja. Ada ratusan penambangan
> tanpa izin berkedok penambangan rakyat, tetapi
> menggunakan alat berat. Danau-danau di bekas tambang
> kini bermunculan.
> 
> PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk-Unit
> Pertambangan Ombilin (UPO) nyaris berhenti
> berproduksi, sampai-sampai mempensiun-dinikan
> ratusan karyawan sejak dua tahun terakhir.
> Alasannya, tambang terbuka sudah habis, sementara
> tambang dalam perlu investasi tinggi.
> 
> Penambangan rakyat atau penambangan tanpa izin
> (peti) terus berproduksi, namun batu bara yang
> dihasilkan tidak sebagus dan sebersih yang
> dihasilkan UPO. Karena tak ada pilihan lain, dua
> BUMN, yaitu PT Semen Padang (Persero) dan PT PLN
> (Persero) Kitlur Sumbagsel unit PLTU Ombilin, yang
> terpaksa membeli batu bara tersebut mengalami
> gangguan kerusakan mesin sehingga terjadi gangguan
> produksi semen dan listrik.
> 
> Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku batu bara untuk
> kedua BUMN tersebut, produksi batu bara Sumatera
> Barat (Sumbar) tak lagi mencukupi. Sebenarnya
> deposit batu bara di Ombilin masih besar, cuma harus
> diproduksi melalui tambang dalam. PT Tambang
> Batubara Bukit Asam sudah angkat tangan, tak sanggup
> investasi sendiri untuk tambang dalam, harus ada
> investor.
> 
> Gubernur Sumbar Zainal Bakar, pertengahan Januari
> 2004 sudah menyurati Menteri Energi dan Sumber Daya
> Mineral Purnomo Yusgiantoro, bagaimana bisa menjamin
> kontinyuitas pasokan batu bara untuk PT Semen Padang
> dan PT PLN dengan merealisasikan investasi tambang
> dalam PT Tambang Batubara Bukit Asam-UPO.
> 
> Zainal menjelaskan, pengguna batu bara terbesar di
> Sumbar adalah PT Semen Padang dan PT PLN (PLTU
> Ombilin), mencapai lebih kurang 1,4 juta ton per
> tahun. Untuk mencapai target produksi semen sebanyak
> 5 juta ton per tahun, PT Semen Padang membutuhkan
> lebih kurang 850.000 ton batu bara. Selama empat
> tahun terakhir ini, PT Semen Padang telah
> mendatangkan batu bara dari Kalimantan dan pada
> tahun 2003 mendatangkan sebanyak 130.000 ton.
> 
> "Sedangkan PT PLN (PLTU Ombilin), untuk
> mengoperasikan pembangkit listrik dengan kapasitas
> terpasang 200 MW memerlukan batu bara sebanyak lebih
> kurang 550.000 ton per tahun. Keberadaan PLTU
> Ombilin sangat penting karena merupakan pembangkit
> yang terbesar kapasitasnya dalam sistem interkoneksi
> Sumbar-Riau-Jambi-Sumbagsel," paparnya.
> 
> Gubernur juga menegaskan bahwa PT Tambang Batubara
> Bukit Asam-UPO saat ini sudah menghentikan kegiatan
> tambang terbukanya dan melanjutkan penambangan
> dengan sistem tambang dalam untuk menambang cadangan
> batu bara tertambang sejumlah lebih kurang 43 juta
> ton.
> 
> Sumber :
>
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0407/30/teropong/1178523.htm
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Saafroedin BAHAR 
>   To: [EMAIL PROTECTED] 
>   Cc: Harian - SINGGALANG 
>   Sent: Sunday, February 18, 2007 6:13 PM
>   Subject: Re: [pakguruonline] Banyaknya korban
> akibat bencana,sesungguhnya oleh karena korupsi.
> 
> 
> 
>   Waalaikumsalam w.w. Dunsanak Patrialis Syah Putra,
> 
>   Mengenai permintaan PT Semen Padang agar batu
> kapur Hutan Lindung 'Taman Raya Bung Hatta' bisa
> digunakan untuk bahan baku pabrik merupakan berita
> baru bagi saya. Selama ini yang saya tahu batu kapur
> dari Bukit Batu Putih yang sekarang masih cukup
> untuk beberapa puluh tahun yang akan datang.
> 
>   Sebaiknya pandangan ini segera disampaikan kepada
> Adinda Basril Djabar yang duduk sebagai komisaris di
> PT Semen Padang tersebut. Sebagai tokoh masyarakat,
> saya percaya beliau akan memperhatikannya secara
> sunguh-sungguh.
> 
>   Wassalam,
>   Saafroedin Bahar
> 
>   Patrialis Syah Putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>     OOT, tapi masih dalam kerangka pendidikan, yaitu
> pendidikan lingkungan hidup (ekosistem)
> 
>     Lampiran berita :
> 
>     Kasus Perluasan Lahan Produksi PT. Semen Padang,
> DPR DESAK DEPHUT SEGERA BENTUK TIM INDEPENDEN
>           Tanggal :  22 Dec 2006 
>           Sumber :  dpr.go.id 
> 
>     dpr.go.id, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hilman
> Indra (FBPD) mendesak Departemen Kehutanan segera
> membentuk Tim Independen guna menyelesaikan kasus
> perluasan lahan produksi PT Semen Padang yang
> mengundang polemik.
> 
>     Masalahnya, dari 429 hektar yang direncanakan PT
> Semen Padang, sebanyak 314 hektar masuk dalam
> kawasan hutan lindung dan konservasi. Akibatnya,
> perluasan lokasi penambangan batu kapur itu harus
> dilakukan melalui proses alih fungsi hutan lindung.
> 
>     "Dephut harus segera membentuk Tim Independen
> yang terdiri dari unsur LIPI, geologi, Departemen
> ESDM, Perguruan Tinggi, untuk meneliti kelayakan
> alih fungsi lahan tersebut, " tegas Hilman di gedung
> Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (22/12).
> 
>     Diungkapkan Hilman, pada kunjungan kerja Komisi
> IV DPR RI ke Sumatera Barat pada 13 s.d. 15 Desember
> 2006 silam, polemik perluasan kawasan penambangan
> kapur PT Semen Padang ini sempat dipertanyakan pers
> saat Tim Kunker Komisi IV DPR RI mengadakan
> pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat Gamawan
> Fauzi.
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
Any questions? Get answers on any topic at www.Answers.yahoo.com.  Try it now.

Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke