I Gede Wijaya S
Sat, 10 Jan 2004 07:51:13 -0800
berikut bagian dari sample-misc.cf -- Program Diploma Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Blog:www.jroller.com/page/gwijayas gpg-key: http://te.pdft.ugm.ac.id/~jaya/jaya.gpg Key fingerprint = 8F89 C7CF 0B0C 27F2 4F64 9DED DB5F E088 079E C5E4
# JANGAN EDIT BERKAS INI. EDITLAH BERKAS MAIN.CF. SEMUA PARAMETER DIBAWAH # HANYA DIGUNAKAN SEBAGAI CONTOH. # # Berkas ini berisikan contoh-contoh setting bagi parameter-parameter # konfigurasi Postfix dalam kategori lain-lain. # Parameter allow_min_user menentukan apakah sebuah alamat penerima # dapat memiliki sebuah '-' sebagai karakter pertamanya. Secara default, # karakter tersebut tidak diperbolehkan, untuk menghindari insiden dengan # perangkat lunak yang melewatkan alamat-alamat email melalui baris perintah. # allow_min_user = no # Parameter always_bcc menentukan alamat opsional yang menerima sebuah # salinan bagi setiap pesan email yang masuk kedalam sistem yang # menggunakan Postfix, tidak termasuk bounce-bounce (email balik) yang # dihasilkan server email lokal. # # CATATAN: jika email menuju alamat BCC bounce (berbalik), maka akan # dikembalikan kepada pengirimnya. # always_bcc = # Parameter daemon_timeout menentukan seberapa lama waktu yang disediakan # oleh sebuah daemon untuk menjawab sebuah permintaan/request sebelum # menganggap permintaan tersebut macet sehingga daemon akan berhenti # berjalan. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # daemon_timeout = 18000s # Parameter berkeley_db_create_buffer_size menentukan ukuran penyangga # I/O per-tabel untuk program-program yang membuat tabel hash atau btree # bagi Berkeley DB. Tentukan jumlah dalam byte. Ukuran default penyangga # adalah sebesar 16MB. # berkeley_db_create_buffer_size = 16777216 # Parameter berkeley_db_read_buffer_size menentukan ukuran penyangga # I/O per-tabel untuk program-program yang membaca tabel hash atau btree # bagi Berkeley DB. Tentukan jumlah dalam byte. Ukuran default penyangga # adalah sebesar 128KB. # berkeley_db_read_buffer_size = 131072 # Parameter default_database_type menentukan tipe database default # agar dapat digunakan oleh program postalias(1) dan postmap(1). Pada # sistem-sistem UNIX, tipe default bisa "dbm" atau "hash". Tipe default # ditentukan ketika membangun(build) sistem Postfix. # #default_database_type = hash #default_database_type = dbm # Parameter default_transport menentukan pesan default bagi transport # yang digunakan untuk pengiriman email bagi domain-domain yang tidak # cocok dengan parameter mydestination, inet_interfaces, # virtual_alias_domains, virtual_mailbox_domains, relay_domains, dan # bila tidak ada transport yang disebutkan secara eksplisit yang tertera # pada tabel transport(5). # # Tentukan sebuah string dengan bentuk transport:nexthop, dimana # transport adalah nama sebuah transport pengiriman email yang telah # ditentukan pada berkas master.cf. Transport dan nexthop bisa bersifat # opsional. Untuk lebih detail, lihat contoh berkas transports. # #default_transport = uucp:relayhostname default_transport = smtp # Parameter double_bounce_sender menentukan alamat pengirim untuk email # yang harus dibuang ketika email tersebut tidak dapat dikirimkan. Alamat # tersebut haruslah unik. Semua email bagi alamat ini akan dibuang # secara diam-diam, agar dapat menghentikan email yang bounce berulang-ulang. # double_bounce_sender = double-bounce # Parameter enable_original_recipient mengaktifkan dukungan bagi # header X-Original-To, yang diperlukan oleh mailbox-mailbox yang # bersifat multi-penerima. Ketika parameter ini diset dengan nilai yes, # daemon cleanup akan melakukan penghapusan ganda bagi pasangan-pasangan # nilai yang saling berbeda dari (penerima asli, penerima yang alamatnya # mengalami penulisan ulang), dan membuat berkas-berkas catatan yang tidak # kosong bagi antrian penerima asli. Ketika parameter ini diset dengan # nilai no, daemon cleanup akan melakukan penghapusan ganda hanya bagi alamat # penerima yang mengalami penulisan ulang, dan membuat berkas-berkas catatan # yang tidak kosong bagi penerima asli. Nilai defaultnya adalah "yes". # enable_original_recipient = yes # Parameter export_environment menentukan nama-nama parameter environment # yang oleh Postfix akan di ekspor ke proses yang non Postfix. # # - TZ diperlukan untuk menjaga keadaan waktu bagi sistem-sistem # keluarga SYSV # # Tentukan sebuah daftar yang berisikan nama-nama dan/atau pasangan # nama=nilai, yang dipisahkan oleh spasi atau koma. # #export_environment = TZ PATH=/bin:/usr/bin export_environment = TZ # Parameter hash_queue_depth menentukan jumlah tingkatan subdirektori # dibawah direktori-direktori antrian yang terdaftar pada parameter # hash_queue_names. # # Berbagai tingkatan direktori dapat mempercepat pengaksesan direktori # karena mengurangi jumlah berkas per direktori. # # Setelah mengubah parameter hash_queue_names atau hash_queue_depth, # jalankan Postfix dengan perintah "postfix reload" dan "postfix check" # hash_queue_depth = 2 # Parameter hash_queue_names menentukan nama-nama direktori antrian yang # akan dipecah menjadi banyak tingkatan direktori. Pembuatan hash DILARANG # digunakan pada direktori maildrop yang memiliki hak akses dapat-ditulisi- # oleh-siapa-saja. Pembuatan hash HARUS digunakan bagi direktori berkas # log yang mencatat email yang tertunda (defer), jika tidak ingin # kemampuan sistem server mail menjadi jelek. # # Sayangnya, pembuatan hash bagi antrian yang masuk atau tertunda sebenarnya # dapat memperlambat jalannya sistem server mail (perintah mailq # dengan pilihan antrian yang kosong bisa membutuhkan beberapa detik) # sehingga pembuatan hash harus dilakukan hanya pada keadaan darurat saja. # # Setelah mengubah parameter hash_queue_names atau hash_queue_depth, # jalankan Postfix dengan perintah "postfix reload" dan "postfix check" # hash_queue_names = defer # Parameter hopcount_limit membatasi jumlah pesan ber-header Received: # Sebuah pesan yang melebih batas yang ditentukan akan di bounce/kembalikan. # hopcount_limit = 50 # Parameter import_environment menentukan nama-nama parameter # environment yang terletak diatasnya yang akan diimpor oleh Postfix. # # - TZ diperlukan untuk menjaga keadaan waktu bagi sistem-sistem # keluarga SYSV. # - DISPLAY dan XAUTHORITY dibutuhkan untuk melakukan proses debug # bagi daemon Postfix yang dilakukan dengan program debug yang berjalan # di lingkungan X. # - MAIL_CONFIG dibutuhkan agar perintah "postfix -c" dapat berjalan. # # Tentukan sebuah daftar nama-nama dan/atau pasangan nama=nilai, yang # dipisahkan oleh spasi atau koma. # #import_environment = MAIL_CONFIG TZ XAUTHORITY DISPLAY HOME PURIFYOPTIONS import_environment = MAIL_CONFIG MAIL_DEBUG MAIL_LOGTAG TZ XAUTHORITY DISPLAY # Parameter inet_interfaces menentukan alamat-alamat antar muka jaringan # yang menerima email. secara default, perangkat lunak akan mengklaim # semua antar muka jaringan yang sedang aktif pada server. Parameter # tersebut juga mengontrol pengiriman mail ke [EMAIL PROTECTED] # # Lihat juga parameter proxy_interfaces, bagi alamat-alamat jaringan # yang di firward kepada kita melalui sebuah proxy atau penerjemah alamat. # # Catatan: anda perlu untuk mengehentikan dan menjalankan kembali Postfix # ketika melakukan perubahan terhada parameter ini. # inet_interfaces = all # Parameter proxy_interfaces menentukan alamat-alamat antar muka # jaringan yang menerima email melalui sebuah proxy atau penerjemah # alamat. Parameter ini memperluas daftar alamat yang telah ditentukan # pada parameter inet_interfaces. # # Anda harus menentukan alamat-alamat proxy/NAT ketika sistem anda # menjadi MX host cadangan bagi domain-domain lain, bila tidak maka # akan terjadi pengiriman email yang berulang-ulang ketika MX host # utama sedang tidak aktif. # #proxy_interfaces = #proxy_interfaces = 1.2.3.4 # Parameter ipc_idle membatasi waktu senggang bagi kanal komunikasi # internal setelah sebuah klien memutuskan komunikasi secara sukarela. # Kegunaan parameter ini adalah untuk memperbolehkan server-server # menghentikan prosesnya secara sukarela setelah berada dalam keadaan # senggang. Digunakan, sebagai contoh, oleh proses penentuan alamat # dan klien-klien yang melakukan penulisan ulang alamat. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # ipc_idle = 100s # Parameter ipc_ttl membatasi waktu aktif bagi kanal komunikasi internal # setelah sebuah klien memutuskan komunikasi secara sukarela. Kegunaan # parameter ini untuk memperbolehkan server-server menghentikan prosesnya # secara sukarela setelah mencapai batas waktu klien mereka. Digunakan, # sebagai contoh, bagi proses penentuan alamat dan klien-klien yang # melakukan penulisan ulang alamat. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # ipc_ttl = 1000s # Parameter ipc_timeout menentukan batas waktu maksimum bagi aktivitas I/O # pada jalurjalur komunikasi internal. Maksudnya adalah untuk menghindari # kejadian macetnya eksekusi program. Jika batas waktu tersebut terlampaui, # maka eksekusi program akan berhenti, disertai pemberitahuan bahwa telah # terjadi kesalahan fatal saat eksekusi tersebut. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # ipc_timeout = 3600s # Parameter mail_name menentukan nama sistem mail yang digunakan # pada header Received:, layar sambutan SMTP dan mail yang dikembalikan # (bounce). # mail_name = Postfix # Parameter mail_owner menentukan pemilik antrian Postfix dan bagi # sebagian besar proses-proses di Postfix. Tentukan dengan sebuah # account YANG TIDAK BERBAGI GRUP DENGAN ACCOUNT LAIN DAN YANG TIDAK # MEMILIKI BERKAS ATAU PROSES LAIN YANG ADA PADA SISTEM. Khususnya, # jangan tentukan sebagai nobody atau daemon. GUNAKAN NAMA PENGGUNA # YANG TELAH DIRENCANAKAN. # mail_owner = postfix # Parameter mail_version menentukan versi resmi dari sistem mail. # String versi bisa digunakan dalam, sebagai contoh, layar sambutan # SMTP. # mail_version = 19981207 # Parameter max_idle membatasi waktu tunggu proses daemon Postfix bagi # permintaan servis selanjutnya sebelum keluar. Parameter ini diabaikan # oleh pengatur antrian Postfix. # # Unit waktu: s (detik), m (menit), h (jam), d (hari), w (minggu). # Default unit waktu adalah s (detik). # max_idle = 100s # parameter max_use membatasi jumlah permintaan penggunaan servis oleh # sebuah proses daemon Postfix sebelum keluar. Parameter ini diabaikan # oleh pengatur antrian Postfix. # max_use = 100
signature.asc
Description: Digital signature