Tampubolon, Mohammad-Riyadi
Tue, 06 Jun 2006 00:00:59 -0700
. . . . . . . . . . . . . . . . ________________________________ From: Wido Q Supraha Sent: Tuesday, June 06, 2006 12:47 PM Subject: Presiden Penyair Dukung RUU APP *Presiden Penyair Dukung RUU APP* Draf revisi sudah lebih bagus dan akomodatif. MINAHASA -- Pria yang dijuluki Presiden Penyair Indonesia, Soetardji Calzoum Bachri, mengatakan pentingnya Indonesia memiliki Undang-undang Antipornoghrafi dan Pornoaksi (UU APP). Sebab, suatu bangsa yang tak punya hukum atau peraturan mengenai hal itu akan anarkis. Setelah mempelajari draf RUU APP, Sutradji menilai, beberapa klausul dalam draf awal RUU ini sudah bagus dan harus dibaca oleh mereka yang menolak. ''Mungkin yang perlu diperbaiki adalah istilah pornografi itu sendiri yang kurang tepat. Mestinya yang pertama-tama diberikan dalam RUU ini adalah suatu kelembutan, suatu eufemisme, sehingga judulnya bukan pornografi tapi RUU tentang Kelayakan atau Kepantasan/Kepatutan di Muka Umum,'' kata Tardji, di Jakarta, Senin (65/6), seperti dikutip Antara. Tardji menambahkan, RUU itu sudah memadai dan mengakomodasi aspirasi mereka yang menolak. ''Sudah mencantumkan Pasal Pengecualian (Bab III, Pasal 34- pasal 36). Misalnya pornografi dikecualikan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan atau pendidikan, untuk keperluan pengobatan gangguan kesehatan, dan kesenian,'' katanya. Dalam draf RUU ini juga dicantumkan bahwa pelarangan pornoaksi sebagaimana tercantum dalam Pasal 25-32 dikecualikan. Yaitu untuk cara berbusana dan/atau adat istiadat dan/atau budaya kesukuan, sepanjang berkaitan dengan pelaksanaan ritual keagamaan atau kepercayaan, kegiatan seni, olahraga, atau tujuan pendidikan dalam bidang kesehatan. Harus disahkan Secara terpisah, Ketua DPR Agung Laksono menegaskan, DPR akan tetap memperjuangkan pengesahan RUU APP. Ini untuk mengatasi kegelisahan masyarakat atas maraknya pornografi dan pornoaksi. ''RUU ini tetap harus disahkan karena sudah kita putuskan dalam paripurna DPR,'' kata Agung Laksono, kemarin, menjawab peserta Pelatihan Instruktur Perkaderan Partai Golkar Minahasa, Sulawesi Utara, yang memprotes masalah RUU APP. Agung mengingatkan, munculnya gagasan melahirkan RUU APP didorong oleh makin maraknya pornografi di media cetak, elektronik, maupun perilaku keseharian. ''Keresahan ini ditangkap DPR sehingga berinisiatif membuat RUU APP. Sebab kegelisahan harus segera diatasi, bukan didiamkan saja,'' katanya. Keberadaan RUU APP, lanjut Agung, tidak berarti menafikan kebhinekaan. Pansus, justru telah bertindak sangat demokratis dengan mendengar masukan dari berbagai pihak untuk memperbaiki substansi RUU APP. ''Mereka (yang menolak) belum membaca draft RUU APP yang baru sehingga menganggap lahirnya UU ini memaksa orang memakai jilbab atau memaksa orang Papua meninggalkan koteka. Padahal sebenarnya tidak seperti itu,'' jelas Agung. Ia meminta penyusunan RUU itu tidak terburu-buru dan substansinya bisa diterima seluruh elemen masyarakat oleh aksi penolakan RUU APP yang sudah diseret-seret ke persoalan suku, agama, maupun etnis. ''Kekhawatiran bahwa RUU APP adalah islamisasi, tidak benar,'' ujar Agung. (dwo ) http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=251096&kat_id=6 <http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=251096&kat_id=6> <http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=251096&kat_id=6 <http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=251096&kat_id=6> > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/