Yap Uda!
Selama ini bila ada yang berteriak soal
penegakan syariat islam yang ditangkap sebagian besar orang hanyalah
soal potong tangan, rajam dan pakaikan kerudung pada perempuan.Saya tidak tahu
apa yang sesungguhnya terjadi di afganistan sana waktu taliban mendirikan
negara islam, tapi dari media yang sampai kerumah saya, yang tertangkap
kebanyakan hanyalah soal pemasungan. baik itu pemasungan kebebasan
berpendapat, kebebasan untuk mendapatkan hiburan maupun kebebasan perempuan
untuk menikmati pendidikan dan berkarya di luar rumah. saya rasa wacana negara
syariat seharusnya diperluas dan harus keluar dari konteks
pemasungan. bila media massa (barat) kita salahkan bahwa mereka
telah mamanipulasi isi berita seharusnya pertanyaan kita kembalikan pada
diri sendiri, mengapa mereka bisa memanipulasi? mengapa mereka tidak
menuliskan seperti yang kita ingin kan? jangan2 disamping emang gak jago
berdiplomasi, niat negara syariat kita memang hanya sekedar keinginan
politik temporer: memasung?
saya tertarik tentang pernyataan Uda bahwa
arab rendah tingkat kriminalitasnya. apakah ini benar bahwa realita emang
bicara demikian ataukah kita saja yang tidak membaca. seberapa jauh sih
pemerintah arab membebaskan pers mereka? saya tidak bicara ttg statistik yang
akurat, tapi dari kira-kita. perasaan kebanyakan tkw yang mengalami penyiksaan
dari arab deh. apakah ini bukan suatu cermin bahwa masyarakat arab tidak lah
seindah tampak dari jauh?
--Gm
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 20, 2003 1:22 PM
Subject: Re: [RantauNet.Com] interesting article....
Uni, emang kebanyakan dikita suka memandang syariat islam itu identik
dengan tangan dibuntungi, dirajam dlsb saja.
Padahal syariat islam itu bukan cuma yang begitu begitu aja kan....;)
barangkali uni Ima... kalau sempet mau nambahin...?