Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik:
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
hhhmmmmm.....namonyo se Tabiang...., apopun bisa dilakukan....FYI sajo..
ambo dan rombongan pernag manyuruah salah satu maskapai penerbangan manunggu
untuak Take Off hanyo karena 'kami' masih di salah satu kantua kanwil di Jl
Khatib Sulaiman....hehehehe.. dan lansuang pake kijang di bawah tanggal
pesawat tanpa melewati check in dllsb.
Nan paliang aneh adolah.... walaupun anda punyo tiket round trip..., pas
ngelapor di Tabiang.
...'biasa'nyo akan dikatokan baraso "tiket kini naiak "...dan akan ado
bayaran tambahan lagi....., waspadai hal tsb...jan sampai tertipu dengan
hal-hal sarupo tsb....makanya agen maskapai ataupun ticketing di Padang ndak
suko tiket bolak-baliak.......
Z Ch - Palai Rinuak
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2003112101243908
Bandara Tabing 'Dikuasai' Calo Tiket
PAGI itu, pukul 09.00 WIB, Irmawati, 40, keluar dari taksi berwarna kuning.
Sejumlah calo mengamatinya dengan cermat untuk dijadikan mangsa.
Wanita berbaju hitam dengan jilbab putih itu langsung disambut seorang yang
memakai seragam petugas bandara, yang kebetulan berdiri dekat taksi
berhenti.
Petugas itu biasa disapa Arsyad. Dia langsung menggiring Irmawati ke salah
satu loket maskapai penerbangan.
Irmawati, warga Kabupaten Solok ini kelihatan bingung, ketika si calo
menjelaskan tiket Padang-Jakarta sudah habis. Tak percaya, dia langsung
bertanya pada petugas penjualan tiket. Jawabannya ternyata sama persis.
Habis!
Arsyad terus memepet Irmawati untuk menawarkan jasa baiknya. "Walau tiket
sudah habis, tetapi ibu tetap bisa berangkat," katanya serius.
Biasanya jurusan Padang-Jakarta harganya Rp300.000, tetapi sekarang ia harus
bayar Rp500.000. Kepadanya diperlihatkan selembar tiket atas nama orang
lain. Meski berusaha menawar, tetapi Irmawati akhirnya takluk pada rayuan si
calo.
"Biarlah saya membayar segitu, tetapi dijamin berangkat," katanya saat
dihampiri Media.
Irmawati adalah salah satu penumpang korban praktik percaloan di Bandara
Tabing Padang Sumatra Barat (Sumbar). Menurut Sudirman, petugas travel yang
biasa keluar masuk bandara, menjelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, jumlah
calo yang 'menguasai' Bandara Tabing bisa mencapai 50 orang lebih.
Modus para calo yang memborong tiket maskapai penerbangan atas nama
sembarang orang kemudian menjualnya lagi pada orang lain. Di Bandara Tabing
hal ini disebut dengan istilah 'tiket cimporong'.
'Tiket cimporong' yang dibuat atas nama sembarang orang ini mengandung
risiko fatal jika terjadi musibah pada pesawat, karena nama penumpang
pemegang tiket tidak tercantum dalam daftar manifes penerbangan.
Modus penjualan 'tiket cimporong' yang terang-terangan itu, mustahil tidak
diketahui petugas bandara atau pimpinan maskapai penerbangan. Mereka sengaja
tutup mata, bahkan diindikasikan ikut terlibat memberi peluang calo
merajalela.
Pada hari-hari tertentu, misalnya liburan, seorang calo bahkan berani
membeli 20 tempat duduk sekali berangkat pada sebuah perusahaan penerbangan.
Semua tempat duduk itu telah dibuat atas nama sembarang orang. Untuk
menjualnya, si calo berdiri di depan loket, memberi tahu setiap calon
penumpang bahwa tiket hari itu sudah habis.
Guna meloloskan 20 'penumpang gelap' itu, calo tadi menyogok penjaga pintu
di ruang tunggu Rp10.000 per orang.
Menurut pengakuan seorang calo, Iskandar, 30, setiap calo per harinya bisa
memperoleh pendapatan Rp100.000-Rp 250.000.
Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Padang Untung Rahayu mengakui adanya
praktik percaloan di Bandara Tabing.
Untuk menekan calo, Untung menyatakan telah menempatkan petugas di setiap
loket penjualan tiket. Selain itu juga dibuat spanduk dan pengumuman agar
calon penumpang tidak membeli tiket dari calo di sekitar bandara.
"Jika ada petugas bandara atau perusahaan penerbangan ikut bermain dalam
penjualan tiket akan saya cabut izin pasnya," tegas Untung.
Untung boleh saja mengancam, tetapi kenyataan di lapangan Bandara Tabing
yang dipimpinnya telah lama dikuasai oleh para calo.
Di depan mata Untung dan para anak buahnya, para calo yang jumlahnya
mencapai puluhan orang kini semakin merajalela. Mereka dengan luasa bisa
memeras calon penumpang. Tidak jelas, apakah para petugas yang dikerahkan
untuk memberantas calo itu, juga mendapat 'setoran' dari calo
Assalamu'alaikum wW
Taqabbalallahu minnaa wa minkum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1424 H
Mohon Ma'af Atas segala khilaf
dan kurang santun kami
dalam bertutur sapa dan bertulis kata
dengan adidunsanak sekalian
wal'afwu minkum .. jazakallaha khairan katsiiran
Wassalamu'alaikum WW
Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
_________________________________________________________________
Gift-shop online from the comfort of home at MSN Shopping! No crowds, free
parking. http://shopping.msn.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================