helmi purwanti
Thu, 17 Jan 2008 20:23:20 -0800
Assalamualaikum,
Memang sulit menjaga dan mengarahkan anak2 jaman sekarang, dengan adanya
komik-komik jepang dan film kartun jepang banyak keanehan2, anak saya yg paling
besar hampir setiap bulan ikut cosplayatau harajukuan dia ikut festival pakai
baju-baju kartun jepang dg gaya2 nya segala dan pakai baju-baju dengan
mengikuti trend mode di jepang, ada segi positifnya, dia jadi kreatif juga,
tapi udah satu kain sprei ku jadi korban dibikin baju, yaaa kalau untuk
kretaifitas gak apa-apalah,,, tapi kalau untuk Naruto versi xxx, hiiii serem
juga, gimana niiih temen-temen di rezaervani ??? sekali-sekali bikin event
budaya kita dengan melibatkan anak-anak SMA gitu?? biar mereka tahu budaya
sendiri dan budaya kita gak sembarangan diambil negara lain. thanx , Wassalam
halley witheart <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
wa'alaikumsalam
sekedar kasih info
demam "Naruto" memang banyak merajalela,..termasuk di sni
kalau ahad .. ada saja anak anak yang saya kira belum baligh datang ke sini
cuma untuk cari info tentang naruto atau cheat gamenya,atau apalah..macem2
dan yang mengejutkan adalah ada saja anak yang membuka site "Naruto" versi XXX
....yah saya kira anda semua paham maksud saya...
kaget..saya sampai berpikir darimana mereka bisa tau tentang site XXX apalagi
yang dijadikan bahan adalah tokoh kartun yang ada dalam "Naruto" kesayangan
mereka tersebut,...tak saya pungkiri,sebagai kuli warnet saya memang sering
me-monitor apa yang dilakukan oleh client,terutama bila yang datang dan duduk
adalah anak-anak
tidak ada yang berfaedah dari hal itu,selain fantasy,kekerasan,juga lebih pada
sifat melalaikan,terutama pada anak..
Ingat,anak itu amanat,dan generasi penerus,jadikan dia aktif,dan
positive..bukan membiarkan mereka dalam ke-asyikan yang melalaikan,..
maaf hanya masukan saja,saya pun belum jadi orang tua,tapi saya prihatin...
wasslm.
(Halley)
Nurul Dwi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamuálaikum,
Sekedar sharing tentang Naruto.
Keinginan kuat utk menonton naruto juga dialami oleh keluarga sepupu saya.
Awalnya sang ibu tidak terlalu mengerti naruto seperti apa. apakah sama seperti
Avatar salah satu favorit sepupuku itu dan juga favorit si bunda. Sehingga
dibiarkannya utk menonton tanpa ditemani bundanya. Akhirnya si anak mengajak
nonton bersama sang bunda dan kebetulan tayangannya adalah pembunuhan keluarga
dan diperlihatkan pedang dan darah dalam kartun tsb. Pembunuhan itu dengan
alasan pembuktian kalau dia itu hebat oleh salah satu karakter kartun tsb.
Bunda pun langsung lemes dan mengalihkan ke channel lain. Tentu saja si anak
protes keras dan marah. Bundanya hanya bilang kartun tsb tidak baik, karena
memberi contoh a, b, c dan akan memberi efek a, b, c, dan d, plus iming2 bukan
anak yg soleh jika meniru spt mereka. Namanya juga anak2, penuh janji manis
tidak akan meniru mereka asal tetap boleh nonton. Bundanya hanya tersenyum,
dan akhirnya keesokan harinya sang bunda mendisiplinkan dirinya
utk ikut pergi ke mesjid shalat magrib dan berdiam diri beserta anak2nya
sampai shalat isya selesai. Akhirnya sang anak pun lupa dengan narutonya, malah
sibuk bermain dengan teman2nya dibawah bulan setelah mengaji sambil menunggu
shalat isya. Sang bunda, tetap dengan setia menunggu mereka dimesjid sambil
berusaha menghatamkan alquran dan melihat apakah mereka bermain2 sewaktu shalat
berjamaah atau mulai serius mengikuti imam.
Wassalam
DN
---------------------------------
From: rezaervani@yahoogroups.com [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of fiyan
arjun
Sent: Thursday, January 17, 2008 12:37 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; rezaervani@yahoogroups.com
Subject: [rezaervani] [ARTIKEL] Aku Ingin Jadi Naruto, Om !
AKU INGIN JADI NARUTO, OM!
Fiyan Arjun
Saya adalah seorang Om yang cukup banyak memiliki keponakan yang cukup nakal.
Seperti Paman Donal Bebek saya mengumpamakan diri saya. Memiliki keponakan yang
nakal semacam Kwik, Kwek dan Kwak. Para keponakan yang nakal, tapi juga
perhatian dan memberi semangat kepada sang paman jika sedang mengalamai
kesusahan.
Sementara saya sebaliknya. Sering kali mengernyitkan dahi. Apalagi keponakan
saya yang satu ini yang masih berusia 6 tahun dan duduk dibangku kelas 2 SD.
Memang saya ini mempunyai bermaca-macam keponakan dalam berbagai usia.. Paling
besar usianya berumur 16 tahun, duduk di bangku kelas 2 SMEA dan yang paling
kecil, ya itu tadi yang masih duduk di bangku SD kelas 2 SD.
Nah, keponakan saya inilah yang paling nakal dan susah diatur oleh saya
sebagai Om-nya. Selain itu keponakan saya ini berani sekali sama orang lain.
Suatu hari ketika saya sedang main ke rumah kakak perempuan sayamemang kalau
saya habis ke rumah kawan saya atau pergi ke toko buku pulangnya pasti mampir
ke rumah itu. Rumah kakak perempuan saya. Ya, walau hanya sekedar melihat-lihat
keadaan keponakan-keponakan saya itu. Maklumlah namanya juga OM yang selalu
peduli terhadap perkembangan keponakannya.
Namun ada yang membuat saya bikin narik urat ketika saat saya ingin ke rumah
kakak perempuan saya, yakni ketika tanpa sengaja saya melihat keponakan saya
sedang asyik main Playstation (PS) Naruto dan CS-nya itu bersama kakaknya di
rental viodeo game online yang tidak jauh dari rumah kakak perempuan saya.
Karena sebagai seorang OM yang bertanggung jawab terhadap keponakannya, saya
menyuruh mereka pulang.
Pulang, yuk! Om, bawa jeruk nih buat kamu, ujar saya membujuk mereka agar
mau menuruti apa yang saya katakan. Namun upaya saya membujuk mereka tidak
membuahkan hasil. Menolak diajak pulang! Malah mereka lebih fokus meneruskan PS
tanpa menggubris perkataan saya.
Nggak ah, Om! Enakan main PS! tukasnya kompak. Antara kakak-adik saling
mendukung.
Lho, emangnya kalau nanti sudah besar kamu mau jadi apa sih? Tanya saya
melihat tingkah mereka yang membuat saya jadi bete dan ilfil.
Ya, Izal mau jadi Naruto, Sasuke, Kakashi, Lee serta mau jadi pasukan
Hokage, jawab keponakanan saya yang paling kecil seenaknya tanpa aling-aling
dan tanpa mengerti.
Iya, Om Amri juga ingin seperti mereka, timpal kakaknya yang masih duduk
dibangku SD duduk dikelas 6 SD itu. Ikut menimpali pertanyaan saya sambil
menujukan gambar Naruto dengan CS-nya di cover kaset viodeo game.
Mendengar jawaban dari mereka berdua saya jadi terkejut ketika mereka
menyembutkan nama-nama tokoh di film kartun yang ditayangkan tiap regulernya
seusai adzan Maghrib itu dan juga di relay pagi hari saat mereka mau berangkat
sekolah yang menjadi idola dadakan mereka sekarang. Lalu apa yang saya lakukan
saat itu? Saya hanya bisa termangu ketika para keponakan saya menjawab seperti
itu. Kok bisa ya mereka tahu nama-nama film kartun itu yang saban hari
ditayangkan usai Maghrib itu di televisi swasta. Film kartun Naruto dan
kawan-kawanya itu, pikir saya saat itu.
Bukannya apa-apa saya takut mereka akan terpengaruh yang tak baik. Memang sih
film kartun itu sering saya tonton juga. Makanya saya tahu apa yang mereka
katakan. Tapi yang membuat saya miris dan merasa bersalah yakni mau jadi apa
mereka nanti kalau sudah besar nanti? Toh kalau sering bermain dan menyaksikan
film kartun itu terus-terusan yang tak memberi manfaat dan tak ada gunanya!
Padahal orangtua mereka notabene kakak perempuan saya juga sudah melarang
bermain PS serta memarahinya tapi tetap saja mereka membandel. Diangkat pena
dari tiga golongan: orang yang tidur sampai ia bangun, orang gila sampai
kembali akalnya atau sadar, dan anak kecil hingga ia besar. (HR. Abu Dawud).
Entahlah, saya juga tidak bisa terlalu insten mengawasi mereka. Selain rumah
saya dan tempat tinggal kakak perempuan saya itu pun cukup jauh dengan dua
kali naik angkot. Ya, namanya juga anak-anak, begitu tingkahnya kadang membuat
kening berkerut! Entahlah saya sendiri juga belum bisa merasakan bagimana
menjadi seorang ayah yang sebenarnya!
Izal dan Amri mau jadi pasukan Hokage, Om? lanjutnya.
Duh Gusti!
Ulujami, Januari 2008
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.