rezaervani  

Re: [rezaervani] Re: [ARTIKEL] [TANGGAPAN] Aku Ingin Jadi Naruto, Om !

helmi purwanti
Sun, 20 Jan 2008 22:53:12 -0800

Assalamualaikum Wr, Wb

Kalau komik, di indonesia juga udah ada dari dulu, saya dulu salah satu 
penggemar komik indonesia, dulu komik yang terkenal sih judulnya Si Buta dari 
Gua Hantu, trs ada juga pengarang komik yang terkenal namanya Yan Mintaraga, 
nah sekarang kayaknya komikus indonesia udah pada kolaps kalah sama manga dari 
jepang.....kalau mau lihat2 komik indonesia coba ke JL Pagar Gunung Bandung, di 
Komik Corner. thnx
Wassalam

jang_adit <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
Assalamu'alaikum wr. wb.
 
 Sebelumnya saya mau bilang kalo semenjak kecil saya seneng ama manga
 dan anime. Sejak saat itu pun saya jadi seneng ngegambar ampe-ampe
 waktu SMP pernah bikin komik, ya tentunya komik jepang alias
 manga.Kata pengamat komik kayak toni masdiono atau lee julian, kartun
 jepang itu paling simple konsepnya, jadi amat mudah diterima oleh
 masyarakat. Nggak kayak komik-komik lain (amrik, cina, korea ataw indo).
 
 Nggak cuma itu seh!!! dari naskah-naskah komik jepang, saya juga
 nemuin insight-insight yang inspirational dan menurut saya itu cukup
 mendidik. Di jepang sendiri komik dan anime adalah 'makanan'
 sehari-hari anak-anak jepang. Dan ini cukup menjadi alasan bagi
 mangaka (komikus jepang) untuk bikin cerita yang mendidik dan
 inspirational.Meski banyak adegan perkelahian, sense yang terasa
 justru adalah leadership, persahabatan, kesetiaan, kebaikan dan
 nilai-nilai positif lainnya.
 
 Well, anime memang amat mudah diterima di masyarakat kita. Sekarang
 saya tanya, berani nggak bikin anime ala Indonesia? tentunya anime
 yang mendidik dan nggak kalah berkualitas!!! Ataw seenggaknya, komik
 atuh lah!!! 
 
 Kalo cuma menjadi penilai, kapan umat Islam bisa bangkit! Kita butuh
 banyak kreator di banyak bidang...
 
 Hatur nuhun nya! Wilujeng!
 
 Wassalamu'alaikum wr. wb.
 Adit
 
 --- In rezaervani@yahoogroups.com, helmi purwanti <[EMAIL PROTECTED]>
 wrote:
 >
 > Assalamualaikum,
 > 
 > Memang sulit menjaga dan mengarahkan anak2 jaman sekarang,  dengan
 adanya komik-komik jepang dan film kartun jepang banyak keanehan2,
 anak saya yg paling besar hampir setiap bulan ikut cosplayatau
 harajukuan dia ikut festival pakai baju-baju kartun jepang dg gaya2
 nya segala dan pakai baju-baju dengan mengikuti trend mode di jepang,
 ada segi positifnya, dia jadi kreatif juga, tapi udah satu kain sprei
 ku jadi korban dibikin baju, yaaa kalau untuk kretaifitas gak
 apa-apalah,,, tapi kalau untuk Naruto versi xxx, hiiii serem juga,
 gimana niiih temen-temen di rezaervani ??? sekali-sekali bikin event
 budaya kita dengan melibatkan anak-anak SMA gitu?? biar mereka tahu
 budaya sendiri dan budaya kita gak sembarangan diambil negara lain.
 thanx , Wassalam
 > 
 > halley witheart <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                         
      wa'alaikumsalam
 > 
 > sekedar kasih info
 > demam "Naruto" memang banyak merajalela,..termasuk di sni
 > kalau ahad .. ada saja anak anak yang saya kira belum baligh datang
 ke sini cuma untuk cari info tentang naruto atau cheat gamenya,atau
 apalah..macem2
 > 
 > dan yang mengejutkan adalah ada saja anak yang membuka site "Naruto"
 versi XXX ....yah saya kira anda semua paham maksud saya...
 > kaget..saya sampai berpikir darimana mereka bisa tau tentang site
 XXX apalagi yang dijadikan bahan adalah tokoh kartun yang ada dalam
 "Naruto" kesayangan mereka tersebut,...tak saya pungkiri,sebagai kuli
 warnet saya memang sering me-monitor apa yang dilakukan oleh
 client,terutama bila yang datang dan duduk adalah anak-anak
 > 
 > tidak ada yang  berfaedah dari hal itu,selain fantasy,kekerasan,juga
 lebih pada sifat melalaikan,terutama pada anak..
 > 
 > Ingat,anak itu amanat,dan generasi penerus,jadikan dia aktif,dan
 positive..bukan membiarkan mereka dalam ke-asyikan yang melalaikan,..
 > 
 > maaf hanya masukan saja,saya pun belum jadi orang tua,tapi saya
 prihatin...
 > 
 > wasslm.
 > 
 > (Halley)
 > 
 > 
 > 
 > Nurul Dwi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >                                 
 >   Assalamuálaikum,
 >   Sekedar sharing tentang Naruto. 
 >   Keinginan kuat utk menonton naruto juga dialami oleh keluarga
 sepupu saya. Awalnya sang ibu tidak terlalu mengerti naruto seperti
 apa. apakah sama seperti Avatar salah satu favorit sepupuku itu dan
 juga favorit si bunda. Sehingga dibiarkannya utk menonton tanpa
 ditemani bundanya. Akhirnya si anak mengajak nonton bersama sang bunda
 dan kebetulan tayangannya adalah pembunuhan keluarga dan diperlihatkan
 pedang dan darah dalam kartun tsb. Pembunuhan itu dengan alasan
 pembuktian kalau dia itu hebat oleh salah satu karakter kartun tsb.
 Bunda pun langsung lemes dan mengalihkan ke channel lain. Tentu saja
 si anak protes keras dan marah. Bundanya hanya bilang kartun tsb tidak
 baik, karena  memberi contoh a, b, c dan akan memberi efek a, b, c,
 dan d, plus iming2 bukan anak yg soleh jika meniru spt mereka. Namanya
 juga anak2, penuh janji manis tidak akan meniru mereka asal tetap
 boleh nonton.  Bundanya hanya tersenyum, dan akhirnya keesokan harinya
 sang bunda mendisiplinkan dirinya
 >  utk ikut pergi ke mesjid shalat magrib dan berdiam diri beserta
 anak2nya sampai shalat isya selesai. Akhirnya sang anak pun lupa
 dengan narutonya, malah sibuk bermain dengan teman2nya dibawah bulan
 setelah mengaji sambil menunggu shalat isya. Sang bunda, tetap dengan
 setia menunggu mereka dimesjid sambil berusaha menghatamkan alquran
 dan melihat apakah mereka bermain2 sewaktu shalat berjamaah atau mulai
 serius mengikuti imam. 
 >    
 >   Wassalam
 >   DN
 >    
 >    
 >    
 >       
 > ---------------------------------
 >   
 >   From: rezaervani@yahoogroups.com
 [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of fiyan arjun
 >  Sent: Thursday, January 17, 2008 12:37 PM
 >  To: [EMAIL PROTECTED]
 >  Cc: [EMAIL PROTECTED]; rezaervani@yahoogroups.com
 >  Subject: [rezaervani] [ARTIKEL] Aku Ingin Jadi Naruto, Om !
 >   
 >    
 >         AKU INGIN JADI NARUTO, OM!
 >  
 >  Fiyan Arjun
 >  
 >  
 >  Saya adalah seorang Om yang cukup banyak memiliki keponakan yang
 cukup nakal. Seperti Paman Donal Bebek saya mengumpamakan diri saya.
 Memiliki keponakan yang nakal semacam Kwik, Kwek dan Kwak. Para
 keponakan yang nakal, tapi juga perhatian dan memberi semangat kepada
 sang paman jika sedang mengalamai kesusahan.
 >  
 >  Sementara saya sebaliknya. Sering kali mengernyitkan dahi. Apalagi
 keponakan saya yang satu ini yang masih berusia 6 tahun dan duduk
 dibangku kelas 2 SD. Memang saya ini mempunyai bermaca-macam keponakan
 dalam berbagai usia.. Paling besar usianya berumur 16 tahun, duduk di
 bangku kelas 2 SMEA dan yang paling kecil, ya itu tadi yang masih
 duduk di bangku SD kelas 2 SD.
 >  
 >  Nah,  keponakan saya inilah yang paling nakal dan susah diatur oleh
 saya sebagai Om-nya. Selain itu keponakan saya ini berani sekali sama
 orang lain.
 >  
 >  Suatu hari ketika saya sedang main ke rumah kakak perempuan
 saya—memang kalau saya habis ke rumah kawan saya atau pergi ke toko
 buku pulangnya pasti mampir ke rumah itu. Rumah kakak perempuan saya.
 Ya, walau hanya sekedar melihat-lihat keadaan keponakan-keponakan saya
 itu. Maklumlah namanya juga OM yang selalu peduli terhadap
 perkembangan keponakannya.
 >  
 >  Namun ada yang membuat saya bikin narik urat ketika saat saya ingin
 ke rumah kakak perempuan saya, yakni ketika tanpa sengaja saya melihat
 keponakan saya sedang asyik main Playstation (PS) Naruto dan CS-nya
 itu bersama kakaknya di rental viodeo game online yang tidak jauh dari
 rumah kakak perempuan saya. Karena sebagai seorang OM yang bertanggung
 jawab terhadap keponakannya, saya menyuruh mereka pulang.
 >  
 >  "Pulang, yuk!  Om, bawa jeruk nih buat kamu," ujar saya membujuk
 mereka agar mau menuruti apa yang saya katakan. Namun upaya saya
 membujuk mereka tidak membuahkan hasil. Menolak diajak pulang! Malah
 mereka lebih fokus meneruskan PS tanpa menggubris perkataan saya.
 >  
 >  "Nggak ah, Om! Enakan main PS!" tukasnya kompak. Antara kakak-adik
 saling mendukung.
 >  
 >  "Lho, emangnya kalau nanti sudah besar kamu mau jadi apa sih?"
 Tanya saya melihat tingkah mereka yang membuat saya jadi bete dan ilfil.
 >  
 >  "Ya, Izal mau jadi Naruto, Sasuke, Kakashi, Lee serta mau jadi
 pasukan Hokage," jawab keponakanan saya yang paling kecil seenaknya
 tanpa aling-aling dan tanpa mengerti. 
 >  
 >  "Iya, Om Amri juga ingin seperti mereka," timpal kakaknya yang
 masih duduk dibangku SD duduk dikelas 6 SD itu. Ikut menimpali
 pertanyaan saya sambil menujukan gambar Naruto dengan CS-nya di cover
 kaset viodeo game.
 >  
 >  Mendengar jawaban dari mereka berdua saya jadi terkejut ketika 
 mereka menyembutkan nama-nama tokoh di film kartun yang ditayangkan
 tiap regulernya seusai adzan Maghrib itu dan juga di relay pagi hari
 saat mereka mau berangkat sekolah yang menjadi idola dadakan mereka
 sekarang. Lalu apa yang saya lakukan saat itu? Saya hanya bisa
 termangu ketika para keponakan saya menjawab seperti itu. "Kok bisa ya
 mereka tahu nama-nama film kartun itu yang saban hari ditayangkan usai
 Maghrib itu di televisi swasta. Film kartun Naruto dan kawan-kawanya
 itu," pikir saya saat itu.
 >  
 >  Bukannya apa-apa saya takut mereka akan terpengaruh yang tak baik.
 Memang sih film kartun itu sering saya tonton juga. Makanya saya tahu
 apa yang mereka katakan. Tapi yang membuat saya miris dan merasa
 bersalah yakni mau jadi apa mereka nanti kalau sudah besar nanti? Toh
 kalau sering bermain dan menyaksikan film kartun itu terus-terusan
 yang tak memberi manfaat dan tak ada gunanya!
 >  
 >  Padahal orangtua mereka notabene kakak perempuan saya  juga sudah
 melarang bermain PS serta memarahinya tapi tetap saja mereka
 membandel. "Diangkat pena dari tiga golongan: orang yang tidur sampai
 ia bangun, orang gila sampai kembali akalnya atau sadar, dan anak
 kecil hingga ia besar." (HR. Abu Dawud). Entahlah, saya juga tidak
 bisa terlalu insten mengawasi mereka. Selain rumah saya dan tempat
 tinggal kakak perempuan saya itu pun cukup jauh –dengan dua kali naik
 angkot. Ya, namanya juga anak-anak, begitu tingkahnya kadang membuat
 kening berkerut! Entahlah saya sendiri juga belum bisa merasakan
 bagimana menjadi seorang ayah yang sebenarnya!
 >  
 >  "Izal dan Amri mau jadi pasukan Hokage, Om?" lanjutnya.
 >  
 >  "Duh Gusti!"
 >  
 >  Ulujami, Januari 2008
 >  
 >  
 >  
 >  ---------------------------------
 >  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
 Search.
 >   
 >   
 > 
 >       
 > 
 > 
 >      
 >             
 >         
 > 
 > ---------------------------------
 > Be a better friend, newshound, and  know-it-all with Yahoo! Mobile.
  Try it now.
 >      
 >                                
 > 
 >        
 > ---------------------------------
 > Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
 >
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.