Ahmad Sopiani
Mon, 21 Jan 2008 19:12:49 -0800
Assalamu'alaikum.. Waah, luar biasa !! seru sekali diskusinya, seseru avatar, naruto, dragon ball, atau hunterXhunter, dan samuraiX atau doctor SLUMP dan Arale yang cute juga Shincan yang ngeyel... Kalau bicara kartun dan animasi, rasanya sedikit sekali orang yang tidak suka, rata-rata punya satu tokoh yang diingat dan mencoba mencitrakan diri sepertinya. Misalnya saya selalu ingin mencitrakan diri seperti Son Go Ku dalam Dragon Ball; yang kuat, selalu giat berlatih, pantang menyerah, menjaga persahabatan, selalu menolong dan melindungi, tidak punya niat jahat, menang tidak sombong, kalah tidak sakit hati dan dendam, malah menjadi motivasi untuk lebih maju, kekalahan dijadikan dorongan untuk bisa lebih baik lagi. Son Go Ku juga selalu berusaha "save the world" dengan segenap kesungguhan dan kemampuan yang ada padanya. Kadang juga saya mencitrakan diri seperti SBDGH Barda Mandrawata, yang kalem, tenang, sangat peka, namun suka menolong dengan segala keterbatasannya, juga tentu saja bisa berkelana ke mana suka. Karakter Asli Indonesia, sesungguhnya banyak sekali yang bisa diangkat dengan tema sentral membela keadilan dan kebenaran, hanya saja, apakah itu cukup menantang bagi animator-animator tanah air dan penyandang dana serta media/jurnalis untuk mengangkatnya ke sebuah film animasi panjang dan lama. Yang sudah di sebutkan, macam SBDGH dan monyet kecilnya, itu serinya banyak sekali dan pernah sukses diangkat ke sinetron, sangat mungkin juga untuk suskses jika diangkat ke animasi.. Belum lagi tokoh lain seumpama GUNDALA Putera Petir, GODAM, MAZA, atau DENI Manusia Ikan. Kalau perlu angkat juga kisah-kisah kocak PET-GAR yang juga punya tokoh pembela keadilan super bernama SUPERPET dari Karang Tumaritis. Kalau mau yang baru dan agak kocak, bisa angkat Si Lender karya P-Project yang entah mengapa saya tidak temukan lanjutannya setelah jilid dua.... (Kang Deni and kang Daan P-Project, please answer me about Si Lender, atau ada kawan2 yang kenal dengan P-Project, tolong bilang agar Si Lender dilanjutkan). Dari Cerita Rakyat jauh lebih banyak dan lebih kaya lagi, saya kadang-kadang melihat satu-dua cerita rakyat yang dianimasikan dalam bentuk VCD, tetapi tidak cukup "berdaya jual" untuk menghidupi animatornya. Kalau mau serius, ADBM (Api Di Bukit Menoreh) dengan tokoh Agung Sedayu atau NSSI (Naga Sasra Sabuk Inten) dengan Mahesa Jenar nya yang durasinya sangat panjang bisa jadi serial laga yang mendidik. Masalahnya, siapkah para animator, penyandang dana, dan media untuk itu. Jadi persoalannya bukan kekurangan karakter yang bisa diangkat, tetapi faktor pendukungnya yang nyaris tidak ada. Mungkin pertimbangan daya jual yang rendah sehingga tidak bisa mencukupi untuk nafkah sehari-hari atau secara kapitalistik kurang bernilai... entahlah... yang jelas saya pencinta komik dan kartun meski tidak bisa menggambar dan akan sangat bangga dan terharu jika komik Indonesia asli bisa kembali jadi raja di tanah air seperti tahun 80-an dan bisa diangkat ke animasi menggantikan animasi impor bernilai budaya asing. Jangan sampai kita menjadi orang asing di negeri sendiri. Wassalamu'alaikum. _____ From: rezaervani@yahoogroups.com [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Reza Ervani Sent: Monday, January 21, 2008 2:38 PM To: rezaervani@yahoogroups.com Subject: [rezaervani] [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya ? (sambungan diskusi Naruto) Assalamu alaikum, Nyambung diskusi tentang Naruto. Saya jadi bertanya-tanya, ada nggak ya karakter tokoh fiksi yang bener-bener asli Indonesia dan pantas untuk diceritakan ke anak didik atau anak kandung kita ? Dulu waktu SD-SMP-SMA ada beberapa buku yang akrab dengan penulis. Misalnya Wiro Sableng, Dewa Arak, Pendekar Rajawali Sakti, Gatotkaca yang memang ditulis oleh penulis asli Indonesia. Apakah tokoh-tokoh ini lebih baik untuk diberikan kepada anak didik dibandingkan tokoh- tokoh asing semacam Avatar Aang dan Naruto ? Waktu kecil pula penulis mulai membaca buku-buku karya Asmaraman Kho Ping Hoo yang ceritanya panjang-panjang. Ada kemiripan antara cerita-cerita silat Kho Ping Hoo dengan cerita-cerita anima dan manga yang ada di TV-TV saat ini. Bagaimana pula dengan ini ? Apakah ia sesuatu yang tidak boleh dikonsumsi pula oleh anak usia dini ? Selain itu ada pula buku-buku Hans Christian Anderson yang juga akrab dengan masa kecil kami, yang rela bersepeda ke perpustakaan setempat. Belakangan baru penulis dapati bahwa ternyata buku-buku HCA ada refleksi dari kehidupan pribadi HCA yang tersingkirkan dari kehidupan sosial. Inilah yang menyebabkan tokoh-tokoh dalam dongeng-dongeng HCA mewakili karakter terasingkan, seperti Ugly Duck (Bebek Buruk Rupa) Thumbelina. Beberapa kritikus juga mengatakan bahwa dongeng-dongeng HCA terlalu sadis untuk dikonsumsi anak-anak. Bagaimana pendapat anda ? Selain itu ada buku-buku favorit lain masa kecil seperti TINTIN, Asterix, SMURF, Tiger Wong, Pukulan Geledek dll. Alhamdulillah, ketika masih sangat kecil pula, penulis mulai membaca buku-buku sastra lokal seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (HAMKA), Salah Asuhan, Siti Nurbaya (Marah Rusli) dan lain-lain. Ada pula fiksi asing yang diterjemahkan seperti MUSASHI dan buku-buku dari SIDNEY SHELDON. O ya, yang juga jadi favorit waktu itu adalah kisah-kisah Kang Poirot- nya Agatha Christie, juga Sherlock Holmes-nya Conan Doyle. Hmmm, masuk juga dalam daftar Lima Sekawan, Tiga Serangkai (yang waktu itu menginspirasi kami ketika kelas 3 SD untuk membuat klub detektif cilik) Kesimpulannya, perlukah kita membatasi bacaan anak-anak kita ? Atau biarkan mereka membaca semuanya ? Lalu ajak ngobrol asyik tentang bacaan-bacaan itu. Tentu saja ortu atau gurunya juga harus gila baca. Bagaimana pula dengan tokoh-tokoh Islam yang agak sulit menjadikannya dalam bentuk komik atau animasi karena alasan-alasan fiqh. Atau bagaimana ? Salam, Reza Ervani --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:rezaervani%40yahoogroups.com> ups.com, helmi purwanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamualaikum Wr, Wb > > Kalau komik, di indonesia juga udah ada dari dulu, saya dulu salah satu penggemar komik indonesia, dulu komik yang terkenal sih judulnya Si Buta dari Gua Hantu, trs ada juga pengarang komik yang terkenal namanya Yan Mintaraga, nah sekarang kayaknya komikus indonesia udah pada kolaps kalah sama manga dari jepang.....kalau mau lihat2 komik indonesia coba ke JL Pagar Gunung Bandung, di Komik Corner. thnx > Wassalam ++cut++