Yanuar Mustofa
Thu, 30 Oct 2008 01:36:03 -0700
kalo kayak gini hasilnya..berarti sepuluh kali sepuluh....cueeaappeeee...dechhh
Ssstt, Jumat BUMI Buka-bukaan
INILAH.COM,
Jakarta - Sehari lagi misteri soal suspensi saham PT Bumi Resources
(BUMI) bakal terkuak. Rencananya Jumat (30/10) manajemen Group Bakrie
akan memberi penjelasan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai aksi
kelompok usaha itu.
Seorang sumber di BNBR mengatakan kepada INILAH.COM, Kamis
(30/10), bahwa kemungkinan besar perseroan akan mengirimkan surat
kepada BEI untuk menjelaskan mengenai aksi korporasi BNBR dan
perusahaan afiliasinya, termasuk BUMI.
Dalam surat itu akan dijelaskan mengenai restrukturisasi, negosiasi
dengan sejumlah calon investor dan perkembangan terakhir dari proses
negosiasi untuk pelepasan sebagian saham BUMI.
Sumber itu juga menyebutkan manajemen kelompok Bakrie juga akan
meminta otoritas bursa untuk menunda pembukaan suspensi saham BUMI
hingga setidaknya satu bulan ke depan.
"Ini terkait dengan proses finalisasi transaksi pembelian saham BUMI
yang membutuhkan waktu antara dua pekan hingga satu bulan," kata sumber
yang enggan disebutkan identitasnya itu.
Ia berharap dengan ditundanya pembukaan suspensi perdagangan saham
BUMI hingga sekitar sebulan ke depan, kepanikan di pasar saham sudah
reda sama sekali.
Saat ditanya mengenai lamanya proses negosiasi penjualan saham BUMI,
sumber tadi mengaku bahwa kelompok Bakrie menerima begitu banyak
tawaran dari calon investor.
Dengan begitu, proses negosiasinya akan berlangsung lama dan
kompleks di tengah bergejolaknya kondisi pasar bursa saham domestik.
"Hingga saat ini belum ada transaksi yang closing, tapi kemungkinan pekan depan
mulai ada yang closing. Jadi sebaiknya beri kami kesempatan untuk menuntaskan
semua proses itu," ujarnya.
Ia juga mencontohkan kasus yang dialami Bank Internasional Indonesia
(BNII) yang terpaksa disuspensi hingga dua bulan. Hal itu karena proses
negosiasi rencana akuisisi BNII oleh Maybank berbelit-belit.
Mengacu pada kasus BNII, sumber tersebut mengatakan bahwa dengan
banyaknya calon investor BUMI yang berminat, seharusnya waktu
suspensinya jauh lebih lama.
Ia memperkirakan Group Bakrie akan menerima dana sekitar US$ 1 miliar dolar
dari penjualan sekitar 35% saham BUMI itu.
Adapun sejumlah calon investor yang mengajukan tawaran itu kabarnya
adalah Texas Pacific Group, Northstar Pacific-Farallon, dan tiga
perusahaan tambang milik negara, yang mengajukan penawaran US$ 1,28
miliar (Rp 12,8 triliun dengan kurs Rp 10.005 per dolar), atau setara
dengan Rp 1.846 per lembar saham.
Harga itu dinilai di bawah ekspektasi Bakrie. Nilai itu jauh di
bawah posisi terakhir saham BUMI saat disuspensi 7 Oktober lalu, yakni
Rp 2.175 per lembar.
Sedangkan keluarga Bakrie mematok harga US$ 2 miliar (Rp 20,1 triliun), atau Rp
2.916 per lembar saham.
Sementara dari luar negeri, Bakrie mengaku telah diincar investor
Australia, India, Malaysia, dan Filipina. Penawaran itu tidak hanya
menyangkut harga dan struktur transaksi, tapi juga perjanjian pasokan
batubara.
Investor Malaysia yang dimaksud adalah Khazanah Berhad—perusahaan
investasi pelat merah milik negeri jiran itu. Sedangkan investor India
tak lain Tata Group.[Tra]
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/